Nasib Dua Kapal Tanker Pertamina di Tengah Penutupan Kembali Selat Hormuz

Nasib Dua Kapal Tanker Pertamina di Tengah Penutupan Kembali Selat Hormuz

Tim detikJabar - detikJabar
Minggu, 19 Apr 2026 15:35 WIB
Kapal Pertamina
Foto: Kapal Pertamina (dok Antara)
Bandung -

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memuncak. Otoritas Iran secara resmi menutup kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz pada Sabtu (18/4/2026), hanya berselang beberapa jam setelah jalur tersebut sempat dibuka. Langkah drastis ini diambil menyusul tudingan Teheran terhadap Amerika Serikat (AS) yang dianggap melanggar kesepakatan dengan melanjutkan blokade angkatan laut terhadap armada yang menuju maupun berasal dari pelabuhan-pelabuhan Iran.

Situasi ini berdampak langsung pada operasional PT Pertamina Internasional Shipping (PIS). Berdasarkan laporan terbaru pada Minggu (19/4/2026), dua kapal tanker raksasa milik Pertamina dilaporkan tertahan dan belum dapat melanjutkan pelayaran keluar dari kawasan Teluk Arab.

Pejabat Sementara Corporate Secretary PT Pertamina Internasional Shipping (PIS), Vega Pita, mengonfirmasi bahwa saat ini terdapat dua kapal perusahaan yang berada di zona terdampak. Meski demikian, ia memastikan bahwa seluruh kru dan aset dalam kondisi terkendali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dua kapal di Teluk Arab, belum bisa (lewati Selat Hormuz). Kondisinya aman," kata Vega kepada detikcom, Minggu (19/4/2026).

ADVERTISEMENT

Data dari situs pelacak perjalanan kapal, Vessel Finder, menunjukkan posisi terakhir kedua armada tersebut hingga pekan lalu. Kapal Pertamina Pride terdeteksi berada di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi. Sementara itu, Kapal Gamsunoro tercatat masih bersandar atau berada di wilayah lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab. Keduanya merupakan aset vital dalam rantai pasok energi nasional.

Menyikapi kondisi darurat ini, manajemen PIS terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam. Perusahaan telah menyiapkan rencana pelayaran cadangan (passage plan) yang komprehensif agar kedua kapal tersebut dapat segera bergerak sesaat setelah jalur laut dinyatakan aman untuk dilalui.

"Kita tetap monitor dan siaga melakukan pemantauan secara intensif dan menyiapkan perencanaan pelayaran yang aman agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz," tuturnya.

Langkah mitigasi yang ditempuh PIS mencakup berbagai aspek teknis dan diplomatik. Mengutip informasi dari Kantor Berita Antara, persiapan tersebut meliputi penyusunan rute alternatif, identifikasi risiko keamanan, optimalisasi navigasi elektronik, hingga penyusunan rencana kontingensi jika situasi memburuk.

Selain aspek teknis, koordinasi lintas sektoral juga diperkuat. PIS menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia guna mendapatkan dukungan diplomatik dengan otoritas terkait di kawasan Teluk. Langkah ini dibarengi dengan koordinasi bersama perusahaan asuransi, manajemen kapal, serta pemilik kargo untuk memastikan seluruh prosedur perizinan dan aspek legalitas terpenuhi.

Manajemen menegaskan bahwa dalam situasi krisis seperti ini, perlindungan terhadap sumber daya manusia menjadi prioritas tertinggi di atas kepentingan komersial.

"Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan awak kapal serta keamanan armada dan kargo," ucap Veg

Artikel ini sebelumnya telah tayang di detikfinance dengan judul "Selat Hormuz Ditutup Lagi, Begini Kondisi Terkini 2 Kapal Pertamina". Baca artikel aslinya di sini






(tya/tya)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads