Jenazah Nenek Tarsiah Dimakamkan, Keluarga Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jenazah Nenek Tarsiah Dimakamkan, Keluarga Minta Polisi Tangkap Pelaku

Dian Firmansyah - detikJabar
Jumat, 17 Apr 2026 11:32 WIB
Pemakaman korban pembunuhan
Pemakaman korban pembunuhan (Foto: Dian Firmansyah/detikJabar).
Subang -

Jenazah Nenek Tarsiah (72), korban dugaan pembunuhan dan perampokan, dimakamkan di TPU Desa Rancaudik, Kecamatan Tambak Dahan, Subang. Pemakaman dilakukan usai polisi merampungkan autopsi di RS Bhayangkara Indramayu.

Puluhan warga dan kerabat turut mengantarkan jenazah ke peristirahatan terakhir. Suasana duka diwarnai isak tangis keluarga besar korban yang masih tidak menyangka Tarsiah meninggal dunia secara tidak wajar.

Ridho, suami korban, tampak tertunduk lesu saat mengiringi jenazah ke liang lahat. Gurat kepedihan mendalam terlihat di wajahnya setelah mendapati sang istri ditemukan meninggal dunia dengan kondisi kaki dan tangan terikat di dalam kamar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perasaannya sedih, berlebihan banget pelaku sampai tangan dan kaki diikat, tubuhnya di tutup kasur, ini berlebihan banget," ujar Ridho ditemui di rumah duka usai proses pemakaman selesai, Jumat (17/04/2026).

Suami korban meminta polisi segera mengungkap siapa pelaku yang tega menghabisi nyawa istrinya. Ia berharap pelaku segera tertangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kejinya.

"Nggak tau siapa, harapannya pingin puas pengen tau siapa pelakunya," katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Roni, saudara korban. Ia meminta pihak kepolisian segera menangkap dan menghukum pelaku dengan hukuman yang setimpal atas apa yang diperbuat kepada Tarsiah.

"Harapan pihak keluarga korban supaya dapet yang berbuat keji itu, hukum berlaku setimpal dengan perbuatan dia," singkatnya di lokasi yang sama di rumah duka.

Diketahui, Tarsiah ditemukan terbujur kaku di kamarnya dengan kondisi tangan dan kaki terikat. Kondisi kamar dan lemari korban pun berantakan. Kuat dugaan ia menjadi korban pembunuhan dan perampokan setelah uang tunai sebesar Rp30 juta dan perhiasan emas seberat 50 gram raib.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat malam kejadian korban tengah seorang diri di dalam kamar karena kondisi kesehatan yang kurang fit. Sementara itu, suami dan keluarganya tengah melangsungkan doa bersama untuk keberangkatan haji salah satu anggota keluarga. Saat pulang, suami korban mendapati istrinya sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video 12 Jam Diperiksa, Keluarga Ungkap soal KDRT dalam Kasus Pembunuhan Cucu Mpok Nori"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads