Pemicu Massa Bakar Bangunan Penghayat Kepercayaan STJ di Tasikmalaya

Pemicu Massa Bakar Bangunan Penghayat Kepercayaan STJ di Tasikmalaya

Bima Bagaskara - detikJabar
Selasa, 07 Apr 2026 09:54 WIB
Ilustrasi api neraka, kebakaran.
Ilustrasi pembakaran (Foto: Rawpixel/Freepik)
Bandung -

Pemerintah Provinsi Jawa Barat buka suara terkait pembakaran Padepokan Saung Taraju Jumantara (STJ) di Desa Purwarahayu, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (1/4/2026) malam.

Insiden yang sempat memicu ketegangan ini disebut bermula dari aktivitas media sosial yang memancing reaksi warga, sebelum berujung pada aksi massa yang tak terkendali.

Kepala Kesbangpol Jabar Wahyu Mijaya menjelaskan bahwa sebelum kejadian, masyarakat lebih dulu merasa terganggu dengan konten yang diproduksi pihak padepokan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terkait kejadian itu terjadi hari Rabu, memang sebelum kejadian itu sudah ada aktivitas yang akhirnya masyarakat melakukan hal itu. Jadi aktivitas itu mulai dari aktifnya konten TikTok dan lebih banyak di media sosial," ujar Wahyu, Selasa (7/4/2026).

Meski demikian, Wahyu mengaku belum mengetahui secara pasti konten mana yang dianggap meresahkan. Ia memastikan, persoalan ini sebenarnya sempat dimediasi oleh berbagai pihak sebelum situasi memanas.

ADVERTISEMENT

"Kemudian karena ada statemen yang dianggap masyarakat itu meresahkan, sebetulnya itu sudah dimediasi oleh MUI, Desa, Kecamatan, itu sudah dilakukan mediasi. Tapi memang ternyata statemen yang ada akhirnya masyarakat seolah tersulut untuk melakukan tindakan (pembakaran) itu," katanya.

Setelah insiden pembakaran terjadi, pemerintah daerah langsung bergerak cepat untuk meredam situasi agar tidak meluas.

"Namun demikian dari pemerintah Tasikmalaya sudah merespon itu dan memediasi, sehingga tidak ada keberlanjutan dari permasalahan," ucap Wahyu.

Usai kejadian itu, Wahyu menyebut tim Kesbangpol Jabar diterjunkan ke lokasi untuk memantau kondisi terkini dan memastikan kejadian serupa tidak terulang lagi.

"Kita bagaimana supaya tidak lagi terjadi kejadian itu. Insyaallah kita juga menurunkan tim ke sana, memantau perkembangan di sana karena ini sedang dimediasi oleh Kabupaten Tasikmalaya," katanya.

Padepokan STJ Didatangi 60 Orang

Sebelumnya, sebuah bangunan dari kelompok Saung Taraju Jumamtara (STJ) di Kabupaten Tasikmalaya dibakar massa. Bangunan tersebut jadi sasaran kemarahan setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan kelompok tersebut melakukan penistaan agama.

Sekedar diketahui, STJ adalah kelompok penghayat kepercayaan yang berlokasi di Kabupaten Tasikmalaya. Massa membakar bangunan milik kelompok itu pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 20.30 WIB.

Kejadian ini turut direspons Polda Jawa Barat (Jabar). Dalam keterangan tertulisnya, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan mengatakan, pembakaran diawali kemunculan 60 orang yang didominasi warga sekitar dan tokoh agama ke lokasi tersebut.

"Dan melakukan pembakaran salah satu saung sebagai gudang ukuran 3Γ—4 Meter yang menyebabkan habis terbakar dengan jumlah kerugian kurang lebih Rp 60 juta," kata Hendra dalam keterangannya, Senin (6/4/2026).

Berdasarkan pendalaman, aksi pembakaran itu dipicu informasi dari warga soal tindakan seseorang bernama Khobir, pemilik bangunan sekaligus pemilik Saung Taraju Jumamtara di media sosial. Di mana dalam keterangan polisi, Khobir disebut telah melakukan tindakan penistaan agama yang disiarkan secara langsung di media sosial TikTok.

"Adapun penyebab terjadinya kejadian tersebut yaitu adanya informasi dari warga bahwa saudara Khobir telah melakukan penistaan agama dengan cara membuat video live Tiktok, saudara Khobir dengan saudari Ester Pasri Alimentari yang membahas aliran kepercayaan BB Drum yang diduga telah melecehkan dan menghina agama Islam. Sehingga memantik reaksi dari masyarakat sekitar yang merasa resah atas adanya penistaan agama yang dilakukan oleh saudara Khobir," ucapnya.

Kejadian ini pun memicu kemarahan warga hingga membakar bangunan di sana. Aksi pembakaran tadinya hendak meluas ke bangunan lain, namun bisa dicegah langsung oleh adik ipar Khobir, Usep Suhud beserta Kanit Intelkam Polsek Taraju yang berada di lokasi kejadian.

"Sehingga dapat meredam tindakan dari masyarakat," ucapnya.

Polisi memastikan situasi saat ini sudah kondusif. Namun, Polda Jabar tetap mengantisipasi aksi lanjutan jika sejumlah pihak tidak segera dimediasi oleh pejabat terkait.

"Situasi dapat diredam oleh Kanit Intelkam Polsek Taraju dan tokoh agama. Masyarakat membubarkan diri dan kembali kekediamannya masing masing, sehingga situasi saat ini telah aman dan kondusif," pungkasnya.

(bba/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads