Azan Magrib berkumandang di kawasan Kamojang Hill Bridge, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung. Meski petang itu cuaca di kawasan ini mendung, para pemudik yang memiliki tujan ke Garut, Garut Selatan hingga Tasikmalaya Selatan ramai melintasi jalan alternatif yang ada di perbatasan Bandung-Garut itu.
Karena waktu berbuka sudah tiba, pemudik yang mengendarai kendaraan roda dua dan roda empat berhenti sejenak di kawasan jembatan kuning. Ada yang berbuka di warung-warung yang ada di jalan ini, Ada juga yang berbuka di POS PAM Cukang Monteng.
Seperti diketahui, selama Operasi Ketupat Lodaya 2026 Polsek Ibun menyediakan kopi, teh dan makanan rebusan secara gratis yang dapat dinikmati para pemudik yang melintas di jalan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
detikJabar berkesempatan berbincang dengan Imam, salah satu pemudik yang memiliih tujuan ke Garut. Sambil mencicipi ubi dan kopi, Imam (43) mengatakan jika dia mudik dari Cibinong Bogor, berangkat siang dan baru sampai di kawasan Kamojang pada petang.
Disinggung mengapa pilih jalur Kamojang, Imam menyebut durasi tempuhnya lebih cepat.
"Karena lebih cepat dan tidak macet dibandingkan lewat Cileunyi-Nagreg," kata Imam, Minggu (15/3).
Tak hanya cicipi takjil gratis, Imam mengatakan, dia berhenti sekaligus mengistirahatkan motornya. "Sambil dinginin mesin, juga rem, karena jalan ini banyak tanjakan dan turunan," ujarnya.
Anggota Polresta Bandung menyiram rem dan mesin motor pemudik agar cepat dingin. Foto: Wisma Putra/detikJabar |
Banyak pemudik yang melintas dari sore ke malam, karena tidak panas di perjalanan, terlebih jalur Kamojang memiliki suhu yang sangat sejuk karena jalurnya ada di wilayah pegunungan. Selain itu, pemudik yang melintas di jalan ini didominasi oleh pengendara roda dua.
"Mau mudik ke Samarang, dari Dayeuhkolot. Jalan di sini nyaman. Jalan ini gak macet, adem dan banyak pemandangan," kata pemudik lainnya bernama Deden.
Jalur mudik ini memiliki kontur jalan menanjak, menurun dan menikung. Notabene pemudik yang melintas di jalan ini, pemudik yang sudah paham dengan kondisi jalan. Seperti Iip yang juga pemudik dengan tujuan ke Garut.
"Saya dari Bandung ke Garut. Gunakan jalur bebas macet dan lebih singkat. Suasananya enak, setiap tahun sering mudik jalan sini," ujar Iip.
Sajikan Kopi Kelas Dunia Buat Pemudik
Pemudik bisa ngopi gratis di Pos PAM Cukang Monteng. Foto: Wisma Putra/detikJabar |
Ngopi, itu sudah biasa, apalagi kopinya, kopi sachet yang dijual di warung atau toko kelontong. Sementara itu di Ibun, khususnya wilayah Kamojang merupakan penghasil kopi kelas dunia dan spesialis ekspor ke luar negeri, untuk memberikan kesan yang luar biasa kepada para pemudik, Polsek Ibun menyajikan kopi dari Kelompok Tani Wanoja.
"Inovasi yang dilakukan di Pos PAM Cukang Monteng ada kopi (Wanoja) gratis. Kopi gratis ini merupakan hasil evaluasi mudik tahun kemarin yang di mana tahun kemarin kita berinovasi untuk penyiraman rem dengan menyediakan air gratis," kata Kapolsek Ibun IPTU Deny Fourtjahjanto.
Ngopi gratis ini juga, betujuan agar pemudik mengistirahatkan kendaraanya, karena evaluasi tahun kemarin banyak pemudik yang enggan beristirahat dan melanjutkan perjalanan meski kondisi mesin dan rem dalam keadaan panas.
"Banyak yang bablas, ketika kita berikan sosialisasi untuk dinginkan rem. Karena jika cakram panas rem menjadi blong. Kita tambahkan inovasi ini agar para pemudik melakukan istirahat, mendinginkan rem dan bisa menikmati kopi, teh dan rebusan. Ini setiap hari dilakukan selama Operasi Ketupat Lodaya," jelasnya.
Seny juga mengatakan, jika kondisi jalan alternatif ini cukup memacu ardenalin sehingga jika ingin melintas ke jalan ini harus mencari informasi terlebih dahulu agar tidak kaget saat melintas.
"Dapat kami sampaikan, jika jalur ini jalur ekstream, tanjakan dan turunannya curam. Juga memiliki banyak tikungan, ini membahayakan jika baru pertama kali datang ke sini," tuturnya.
Deny ingatkan, kawasan Jembatan Kuning menjadi titik tengah antara Bandung dan Garut, sehingga pemudik disarankan untuk berhenti sejenak di titik tersebut.
"Imbauan kepada pemudik yang akan ke Garut dan menggunakan jalaur ini, kami sarankan untuk beristirahat dan kita siapkan sarana untuk istirahat. Pastinya kondisi kendaraan Anda harus fit. Lalu cek kondisi rem, terutama rem cakram," pungkasnya.
(wip/yum)


