Kesaksian Fikri, Detik-detik Ibunya Terjatuh-Terseret Arus Sungai Cijagra

Kesaksian Fikri, Detik-detik Ibunya Terjatuh-Terseret Arus Sungai Cijagra

Yuga Hassani - detikJabar
Rabu, 04 Feb 2026 18:05 WIB
Kesaksian Fikri, Detik-detik Ibunya Terjatuh-Terseret Arus Sungai Cijagra
Kondisi rumah Enok (43) di Kampung Cijagra, Desa Cilame, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Rabu (4/2/2026). (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Kabupaten Bandung -

Awan mendung masih menggelayut di langit Desa Cilame, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Rabu (4/2/2026). Petugas gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap seorang ibu bernama Enok (43) yang terseret arus Sungai Cijagra.

Sejumlah warga tampak mencoba membenahi material batu di lantai rumah Enok yang ambruk. Beberapa warga lainnya berkumpul di atas jembatan sembari menanti kabar kerabat mereka yang masih hilang hingga saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rumah Enok dibangun memanjang ke bawah hingga ke bibir sungai. Bangunan tersebut terdiri dari dua lantai; lantai atas difungsikan sebagai ruang tamu, kamar, sekaligus warung kecil, sementara lantai bawah berisi dapur dan kamar mandi.

Saat memasuki bagian dalam rumah, terdapat sebuah tangga menuju lantai bawah. Di sana, terlihat dua lubang besar yang menganga di bagian dapur dan kamar mandi.

ADVERTISEMENT

Dua lubang tersebut menjadi saksi bisu saat Enok terjatuh dan terbawa arus Sungai Cijagra. Wanita tersebut diduga terperosok saat hendak menuju kamar mandi.

Putra sulung Enok, Fikri Kurniawan (19), mengungkapkan saat peristiwa terjadi, ia tengah bekerja di kawasan Warung Lobak, Kecamatan Soreang. Ia langsung bergegas pulang setelah mendengar kabar ibunya hilang.

"Denger cerita dari adik saya, Nah adek-adek lagi pada di atas. Nah si mamah itu bilang, mau ke air (kamar mandi). Pas 15 menit, kata adek-adek saya, sudah tidak ada kabar, engga ke atas-atas lagi. Pas dicek ke bawah engga ada siapa-siapa. Sudah masuk ke lubang," kata Fikri.

Fikri mengaku sangat terpukul saat mendengar kabar ibunya terbawa arus sungai. Ia pun segera membawa adik-adiknya untuk mengungsi ke rumah kerabat terdekat. "Pas kejadian ya kaget aja. Dari sekarang kayanya sudah enggak akan ditingalin rumahnya. Sementara saya sama adik-adik saya mengungsi ke rumah nenek," katanya.

Saat kejadian, terdapat lima anggota keluarga di dalam rumah tersebut. Posisi kamar mandi yang berada di lantai bawah memang bersentuhan langsung dengan aliran Sungai Cijagra.

"Iya deket sungai. Emang sebelumnya sudah retakan, bahkan lubang. Tapi sudah ditambal, cuma kemarin kayanya ke gerus lagi sungai. Mungkin pas di injek, amblas ke bawah," katanya.

Saat musibah terjadi, wilayah tersebut tengah diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Hal ini memicu debit air Sungai Cijagra meningkat drastis hingga sempat meluap ke jalan.

"Engga ada yang tahu. Engga ada suara apa-apa. Mungkin kemarin suaranya ke tutup sama suara sungai yang deras. Hujan deras juga kemarin. Jadi engga ada yang tahu sampai di cek gitu," ucapnya.

Kondisi rumah Enok (43) di Kampung Cijagra, Desa Cilame, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Rabu (4/2/2026).Kondisi rumah Enok (43) di Kampung Cijagra, Desa Cilame, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Rabu (4/2/2026). Foto: Yuga Hassani/detikJabar

Hingga hari ketiga, petugas gabungan masih berupaya mencari keberadaan Enok. Pencarian dilakukan menggunakan perahu karet, menyisir titik awal di kawasan Cilame, Jembatan Murci Katapang, hingga ke Sungai Citarum.

"Pencarian hari ini menggunakan perahu dari Basarnas 1 dan 1 BPBD. Kita turun dari Jembatan Murci yang sekarang kita ada di sini sampai ke Cilame. Terus ke Sungai Citarum," ujar Komandan Tim Basarnas Bandung, Heru Kusdiantoro, kepada awak media, Rabu (4/2/2026).

Heru menjelaskan, tim juga dibagi ke dalam beberapa unit untuk menyisir aliran sungai yang mulai surut. Pola ini tetap dipertahankan sebagaimana prosedur pada hari-hari sebelumnya. "Untuk regu lainnya menyusur area yang surut," kata Heru.

Tim SAR juga menerima informasi dari warga terkait dugaan penampakan korban yang melintas di area Curug (air terjun) di bagian hulu sungai. Laporan tersebut diperkuat dengan kesesuaian ciri-ciri fisik yang disampaikan saksi mata.

"Kemarin ada info warga melihat di daerah Curug. Menurut saksi, ciri-cisinya identik: berambut panjang, mengenakan celana jins, dan terlihat tanpa pakaian atasan," ungkapnya.

Ia menambahkan, proses pencarian menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya adalah kondisi debit air sungai yang naik turun sehingga menghambat pergerakan tim.

"Kendala utama saat ini adalah kondisi sungai yang mulai dangkal. Kami harus waspada agar perahu tidak kondas di tengah sungai. Karena itu, penyisiran kami lakukan dengan pola dari elevasi yang lebih tinggi menuju ke arah hulu untuk memastikan efektivitas pergerakan," bebernya.

(iqk/iqk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads