Cerita Relawan Lansia Asal Mojokerto Terlibat SAR Longsor di Cisarua

Cerita Relawan Lansia Asal Mojokerto Terlibat SAR Longsor di Cisarua

Whisnu Pradana - detikJabar
Rabu, 04 Feb 2026 20:00 WIB
Cerita Relawan Lansia Asal Mojokerto Terlibat SAR Longsor di Cisarua
Ahmad Zainuri, relawan lansia asal Mojokerto di lokasi longsor Cisarua. (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung -

Dari kejauhan, pria lanjut usia (lansia) itu berjalan meninggalkan worksite A2 lokasi longsor Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Ia sedang menyantap pisang yang dibagikan posko hangat, tempat menyuguhkan makanan bagi relawan yang terlibat dalam operasi pencarian korban tertimbun longsor.

Namanya Ahmad Zainuri, seorang relawan asal Mojokerto, Jawa Timur. Jarak 655 kilometer tak menghentikan langkah pria 68 tahun itu berjibaku dengan bahaya di longsor longsor Cisarua atas nama kemanusiaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudah sembilan hari, pria lanjut usia itu berkutat dengan lumpur dan bebatuan demi menemukan tubuh-tubuh warga yang jadi korban longsor dahsyat dari Gunung Burangrang pada Sabtu, 24 Januari 2026 lalu.

ADVERTISEMENT

"Saya sudah 9 hari di sini, awalnya adik saya nonton TV. Dia bilang ke saya 'Mas kasihan itu di Bandung, ada longsor'. Akhirnya saya persiapan ikut operasi," kata Ahmad Zainuri saat ditemui, Rabu (4/2/2026).

Ia kemudian mengkonfirmasi bencana itu ke Basarnas. Setelah dapat kepastian dan dikirim lokasi kejadian, Minggu (25/1/2026) sore, ia lalu bertolak dari Mojokerto ke Cisarua, Bandung Barat.

Bermodal lokasi yang dibagikan petugas, ia nekat menempuh perjalanan panjang dari timur pulau Jawa ke arah barat. Perjalanan panjang itu ia tempuh dengan sepeda motor bebeknya berbekal uang Rp700 ribu.

"Saya perjalanan itu sekitar 24 jam, karena kan beberapa kali istirahat, terus hujan besar. Jangan memaksakan yang penting selamat sampai tujuan. Jangan memikirkan uang juga, nanti juga ada (rezekinya)," ujar Ahmad.

Ia akhirnya tiba di lokasi longsor di hari ketiga pencarian, Senin (26/1/2026) malam. Sehari beristirahat, baru keesokan harinya Ahmad mulai bergabung dengan relawan lainnya menerjang lumpur dan bahaya demi menemukan korban.

Di usia senja, Ahmad tak bisa dianggap sebelah mata. Ia tahu bagaimana bergerak di lumpur yang ketebalannya lebih dari 5 meter. Belum lagi cuaca buruk yang kerap membayangi jalannya operasi SAR. Tim SAR berpacu dengan waktu, ditambah dengan keresahan anggota keluarga menanti nasib mereka yang tertimbun longsor.

"Harus semangat, jangan memikirkan yang lain-lain. Harus tahu menginjak lumpur yang aman di mana, terus kalau mau evakuasi seperti apa," kata Ahmad.

Sudah 15 tahun Ahmad jadi relawan. Ia tergabung dalam Relawan Birunya Cinta (RBC TKP) Mojokerto. Ia akan bertahan sampai hari terakhir operasi pencarian sesuai dengan masa tanggap darurat bencana, 6 Februari mendatang.

"Kita harus ikhlas bekerja, Yang Maha Kuasa pasti memberikan rezeki. Saya akan bertahan sampai hari terakhir, semoga semua korban segera ditemukan semua dan operasi ini diberikan kelancaran," ucap Ahmad Zainuri.

Sudah 12 hari semenjak longsor menerjang Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda. 80 warga jadi korban, namun belum semua jasadnya ditemukan. Petugas berpacu dengan waktu sebelum waktu operasi SAR berakhir setelah 14 hari masa tanggap darurat bencana.

(sud/sud)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads