APBD Bandung 2023 Sebesar Rp 7,2 Triliun

APBD Bandung 2023 Sebesar Rp 7,2 Triliun

Sudirman Wamad - detikJabar
Senin, 14 Nov 2022 19:31 WIB
Paripurna DPRD Bandung.
Paripurna DPRD Bandung (Foto: Sudirman Wamad/detikJabar).
Bandung -

DPRD Kota Bandung telah menyepekati rancangan peraturan daerah (Raperad) tentang APBD 2023. Nilai APBD 2023 sekitar Rp 7,2 triliun. Pengambilan keputusan Raperda tentang APBD 2023 sempat alot saat menyinggung soal pemberian dana hibah kepada Kemenag untuk intensif guru keagamaan.

"Alhamdulillah hari ini rapat paripurna sudah mengambil keputusan tentang Raperda APBD 2023. Termasuk juga Propemperda 2023. Ya melewati berbagagi proses yang sangat dinamis," kata Wali Kota Bandung Yana Mulyana kepada detikJabar usai rapat paripurna di DPRD Kota Bandung, Senin (14/11/2022).

Yana mengaku bersyukur penetapan Raperda tentang APBD 2023 lebih awal dari waktu yang telah disepakati. Ia mengatakan seluruh anggota DPRD telah memberikan upaya yang terbaik, meski ada beberapa perbedaan pendapat terkait pemberian hibah dari Pemkot Bandung untuk Kemenag.


"APBD 2023 itu sekitar Rp 7,2 triliun. Untuk teknis dan soal strukturnya silakan ke TAPD," kata Yana.

Dalam rapat paripurna itu pembahasan sempai alot saat menyinggung soal pemberian dana hibah dari Pemkot Bandung kepada Kemenag. Pada APBD 2023 ini, rencananya Pemkot Bandung bakal memberikan sekitar Rp 39 miliar untuk seluruh guru kegamaan. Awalnya, ada dua opsi yang diberikan saat rapat paripurna. Pertama adalah menambah jumlah guru kegamaan yang menerima hibah itu, dari yang awalnya tertuang dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) sebanyak lima ribuan guru, ditambah menjadi 9.176 guru. Opsi kedua adalah sebanyak lima ribuan guru sesuai dengan KUA-PPAS.

Hibah untuk Kemenag Ditambah

Dari 47 anggota DPRD yang hadir dalam rapat paripurna, sebanyak 31 orang memilih opsi pertama. Sementara itu, sebanyak 15 orang memilih opsi kedua. Dan, satu anggota dewan memilih abstain. Penambahan jumlah anggaran dan guru keagamaan penerima hibah itu pun disepakati.

"Itu mah dinamika. Dalam satu proses pembahasan anggaran saya pikir itu hal biasa," kata Yana menanggapi alotnya penetapan keputusan pemberian hibah kepada kemenag.

"Jadi untuk guru keagamaan itu jumlah anggarannya Rp 39 miliar, untuk 9.176 guru keagamaan. Ada kenaikan sekitar Rp 15 miiliar sekian," ucap Yanan menambahkan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan intensif untuk guru keagamaan itu bakal disalurkan langsung oleh Kemenag. Setiap bulannya guru keagamaan bakal mendapatkan Rp 300 ribu.

"Idealnya setiap bulan. tapi, pembayarannya tergantung eksekusinya, itu urusan Kemenag. Karena pemkot memberikan ke lembaga, ke Kemenag langsung," kata Ema.

Ema mengatakan pemberian intensif kepada guru keagamaan itu sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dalam RPJMD tertuang sebanyak 11 ribu guru keagamaan. Namun, lanjut Ema, karena proses verifikasi, hingga akhirnya didapat sekitar sembilan ribuan guru keagamaan, selurug agama yang diakui di Indobesia.

"Itu kan ada yang meninggal, ada yang pindah, ya misalnya ya. Jadi, ini hasil dari verifikasi," ucap Ema.

Ema juga menambahkan porsi APBD 2023 fokus pada infrastruktur, ekonomi dan sosial. Infrastruktur paling mendominasi, terutama soal penangana banjir dan jalan rusak.

(sud/mso)