Pengembang Perumahan Griya Bandung Asri 2 & 3 Serahkan PSU ke Pemkab

Sukma Nur - detikJabar
Kamis, 22 Sep 2022 23:01 WIB
Pemkab Bandung
Foto: Dok. Pemkab Bandung
Jakarta -

PT Margahayu Land pengelola pengembang Griya Bandung Asri (GBA) 2 dan 3 menyerahkan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Kamis (22/9). Proses penyerahan tersebut dilakukan PT Margahayu Land yang diwakili oleh Asep Komarudin dan diterima langsung oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna di lingkungan GBA, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Proses serah terima PSU ditandai dengan penandatanganan berita acara dan penandatangan sebuah prasasti yang dilakukan oleh kedua belah pihak. Mengingat prosesi penyerahan PSU membutuhkan proses yang panjang selama bertahun-tahun, maka penyerahan fasilitas sosial dan fasilitas umum ini disambut oleh masyarakat yang ada di GBA 2 dan 3.

Dadang juga mengungkapkan selama kepemimpinannya di Kabupaten Bandung, baru ada 10 pengembang yang menyerahkan PSU. Ia mengatakan PT Margahayu Land adalah yang paling banyak menyerahkan PSU ke Pemkab Bandung.


"Ada sekitar 460 pengembang lagi di Kabupaten Bandung yang belum menyerahkan fasilitas sosial dan fasilitas umumnya. Sementara, PT Margahayu Land adalah yang paling banyak dan sudah ada lima fasos dan fasumnya, yang diserahkan ke Pemkab Bandung," ujar Dadang dalam keterangan tertulis, Kamis (22/9/2022).

Ia melanjutkan karena masih banyak pengembang yang belum menyerahkan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum)nya, maka setiap bulan pihaknya akan melakukan evaluasi.

"Evaluasi itu penting untuk dilakukan guna menanyakan, kenapa fasos dan fasumnya belum diserahkan. Apakah memang pekerjaannya tidak selesai, atau memang fasos fasumnya tidak ada atau hilang. Kadang-kadang terjadi perubahan siteplan saat di pertengahan atau diperjalanan," katanya.

Dadang berharap nantinya pengembang di Kabupaten Bandung bisa tetap konsisten supaya tidak akan ada warga yang dirugikan.

"Karena warga ini wajib kita lindungi, terutama yang ada di lingkungan perumahan tersebut. Insya Allah dengan cara persuasif dan humanis, dan pendekatan-pendekatan akan semakin banyak pengembang yang melaksanakan penyerahan fasos dan fasum ke Pemkab Bandung. Kita akan fokuskan, supaya mereka (pengembang) segera menyerahkan fasos dan fasum," imbuhnya.

Adanya penyerahan fasos dan fasum dari pengembang perumahan, dapat membuat Pemkab Bandung bisa menganggarkan untuk perbaikan jalan yang berasal dari APBD. Ia juga menegaskan, walau fasos dan fasum sudah diserahkan, tetapi masyarakat maupun aparatur RW tidak bisa seenaknya menggunakan fasos dan fasum tersebut.

"Kalau fasos dan fasum tersebut sudah diserahkan pengembangan ke Pemkab Bandung, boleh digunakan fasilitas umum, misalnya untuk mendirikan sekolah PAUD, TK, SD, SMP, maupun SMA atau sederajat. Selain itu bisa digunakan untuk sarana masjid maupun tempat ibadah lainnya, termasuk bale musyawarah, dan kepentingan masyarakat lainnya," ucap Dadang.

Dadang juga mengatakan setelah para pengembang mengerjakan pekerjaannya, maka fasos dan fasum lokasi yang dilaporkan akan diserahkan ke Pemkab Bandung. Tujuannya adalah agar fasos dan fasum di lokasi tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, termasuk pemerintah desa yang bisa menggunakan anggarannya untuk pengembangan dan perbaikan prasarana dan sarana di kawasan perumahan.

"Di dua lokasi ini (GBA 2 dan 3) ada 13,4 hektare fasos fasumnya, yang merupakan kewajiban dari para pengembang setelah mengembangkan pekerjaannya, maka fasos fasumnya diserahkan ke Pemkab Bandung," pungkas Dadang.

Sementara itu, perwakilan PT Margahayu Land Asep Komarudin berterima kasih atas pelaksanaan prosesi serah terima PSU GBA 2 dan 3. Ia mengatakan dalam proses panjang serah terima PSU ini berarti pihaknya telah memenuhi syarat teknis dan administrasi.

"Dengan adanya penyerahan PSU ini ada keberlanjutan, berkesinambungan. Kita juga berharap fasos dan fasum ini bisa dimanfaatkan dengan baik, untuk kepentingan umum, bukan untuk kepentingan pribadi. Semoga dengan adanya penyerahan PSU ini menjadi kemakmuran dan keberkahan bagi masyarakat banyak," tutur Asep.

"Untuk memenuhi syarat teknis lahan PSU, sudah dilakukan pengecekan dari Dinas PUTR, Disperkintan dan aparat setempat. Alhamdulillah, lahan fasos dan fasum kurang lebih selama 30 tahun, masih tetap ada dan memenuhi persyaratan untuk diserahkan, mulai taman dan jalan. Saya pun sudah lihat pembangunan beberapa masjid," tambahnya.

Ia mengaku bersyukur ada lahan fasos dan fasum yang sudah digunakan untuk tempat ibadah.

"Lahan fasos dan fasum tersebut, untuk dijaga dan dipelihara. Saya titip bahwa fasos dan fasum ini milik bersama, untuk kepentingan bersama. Supaya bisa digunakan dengan baik," tuturnya.

Sementara itu, perwakilan panitia serah terima PSU GBA 2 dan 3 Partoyo mengatakan setelah ada penyerahan PSU dari pengembang ke Pemkab Bandung ini, pihaknya akan mengusulkan penataan saluran drainase karena di sejumlah titik rawan genangan air.

"Prosesi serah terima PSU GBA 2 dan 3 ini merupakan hari bersejarah, karena prosesnya cukup panjang yaitu selama 29 tahun untuk mendapatkan keadilan. Alhamdulillah, perjuangan ini membuahkan hasil," ujarnya.

Partoyo juga mengucapkan terima kasih kepada berbagaipp pihak atas diserahkannya PSU fasos dan fasum ini.

"Dengan adanya penyerahan fasos dan fasum ini, dapat menerima bantuan yang belum pernah tersentuh sebelumnya," pungkasnya.

(akn/ega)