Kasus COVID-19 di Jabar Bertambah 1.549, Depok Penyumbang Terbanyak

Sudirman Wamad - detikJabar
Rabu, 03 Agu 2022 09:57 WIB
COVID-19 swab collection kit in doctor hands, nurse holds tube of coronavirus PCR test on black background. Concept of corona virus diagnostics, medical testing and cure during coronavirus pandemic.
Foto: Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/scaliger)
Bandung -

Penambahan kasus harian COVID-19 di Jawa Barat (Jabar) masih tinggi. Pada Selasa (2/7/8/2022), penambahan kasusnya mencapai 1.549.

Jabar menjadi daerah kedua penyumbang kasus COVID-19 tertinggi di Indonesia. Total penambahan kasus di Indonesia kemarin mencapai 5.827. DKI Jakarta menyumbang sebanyak 1.993 kasus. Kemudian, Jabar sebanyak 1.549 kasus dan Banten sebanyak 788 kasus.

Dikutip dari pikobar.jabarprov.go.id, data terbaru pada Selasa (2/8/2022) menyebutkan, penambahan kasus baru COVID-19 mencapai 1.549. Sementara itu, kasus aktif di Jabar saat ini 13.351. Sedangkan, akumulasi kasus dari awal pandemi hingga 2 Agustus 2022 adalah 1.136.556. Sebanyak 1.107.307 pasien dinyatakan sembuh.


Sementara itu, dari 1.549 kasus baru yang diumumkan kemarin, Kota Depok daerah penyumbang kasus terbanyak. Penambahan kasus di Kota Depok mencapai 304. Kemudian, disusul Kota Bekasi, yakni 252 kasus. Dan, Kota Bandung sebanyak 197 kasus.

Daerah lainnya melaporkan penambahan kasus tak mencapai 100. Seperti halnya Kabupaten Bogor, yakni 70 kasus. Kemudian Kota Cimahi sebanyak 44 kasus.

Sementara itu, dua daerah yakni Kabupaten Pangandaran dan Tasikmalaya tak melaporkan adanya kasus. Sedangkan, hanya Kabupaten Indramayu yang melaporkan penambahan satu kasus COVID-19.

(sud/mso)