Unik! Ilmuwan Temukan Spesies 'Hiu Berjalan' di Papua Nugini

Tim detikINET - detikJabar
Selasa, 02 Agu 2022 02:00 WIB
Bandung -

Ilmuwan menemukan kehidupan yang menakjubkan di Pantai Papua Nugini pada 3 Mei 2022, yakni hiu berjalan! Tapi ikan itu tak benar-benar berjalan dengan kaki, tapi dengan sirip yang menyeret tubuhnya.

Mengutip detikINET dari laporan Live Science, makhluk itu adalah hiu epaulette atau Hemiscyllium ocellatum. Hiu ini unik di antara spesies hiu lainnya dalam hal kemampuannya berjalan di darat.

Seorang konservasionis dan ahli biologi, Forrest Galante baru-baru ini membagikan rekaman langka dari spesies yang tidak biasa ini dalam tayangan spesial Shark Week Discovery Channel berjudul "Island of the Walking Sharks".


"Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah salah satu spesies epaulette Papua didokumentasikan berjalan. Ini sangat luar biasa," kata Galante di acara itu.

Para ilmuwan berpikir hiu epaulette, spesies yang ditemukan di seluruh pantai selatan New Guinea dan pantai utara Australia, mengembangkan kemampuan berjalan karena membantu mereka mencari makanan di lingkungan di mana hiu lain tidak dapat bertahan hidup.

"Semua sifat dipilih ketika memungkinkan suatu spesies untuk bertahan hidup lebih baik dan meningkatkan adaptasi lingkungan di mana mereka aman dan bisa mendapatkan makanan," kata Gavin Naylor, Director Shark Research Program di Florida Museum of Natural History di Gainesville.

Bisa Tumbuh hingga 1 Meter Panjangnya

Hiu epaulette yang tumbuh sekitar 1 meter panjangnya, berenang ke terumbu karang dangkal untuk berburu kepiting dan invertebrata lainnya, makanan pilihan mereka. Saat air pasang, mereka sangat senang nongkrong di kolam air pasang dan melahap makhluk-makhluk ini.

"Tapi begitu mereka selesai, mereka terjebak. Mereka kemudian belajar memanjat karang dan menjatuhkan diri di kolam air pasang berikutnya," kata Naylor yang tidak terlibat dalam tayangan Discovery Channel.

Hiu epaulette dapat mengangkut tubuhnya sejauh 30 m atau lebih melintasi lahan kering. Berjalan dengan sirip bukan satu-satunya adaptasi yang mungkin mereka lakukan.

Punya Daya Tahan Tubuh yang Tinggi

Spesies ini juga dapat bertahan hidup ketika oksigen langka, menghabiskan hingga satu jam di darat dengan sekali tarikan napas. Kemampuan ini membantu hiu epaulette berkembang di perairan rendah oksigen di kolam pasang.

Menurut para peneliti, hiu epaulette kemungkinan mengembangkan kemampuan berjalan dalam 9 juta tahun terakhir. Dalam sebuah studi tahun 2020 yang diterbitkan dalam jurnal Marine & Freshwater Research, ini adalah adaptasi kemampuan yang sangat cepat bagi hiu. Peneliti memperkirakan hiu epaulette berpotensi membentuk spesies baru dengan kecepatan yang luar biasa.

Menurut para ilmuwan, bintik-bintik khas hiu epaulette ini sangat khas. Sehingga tidak ada individu yang terlihat persis sama. Ilmuwan juga menduga hewan ini mengubah pola warnanya sesuka hati.

(yum/yum)