Kabupaten Bandung

Penjelasan soal Pemenang Lelang Interior Ruang Bupati Rp 2,2 M

Yuga - detikJabar
Rabu, 06 Jul 2022 17:37 WIB
Mencari keberadaan kantor pemenang lelang pengadaan interior ruang kerja bupati-wabup Bandung.
Mencari keberadaan kantor pemenang lelang pengadaan interior ruang kerja bupati-wabup Bandung. (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

Pemenang lelang pengadaan interior ruang kerja Bupati dan Wakil Bupati Bandung senilai Rp 2,2 miliar ramai diperbincangkan beralamat fiktif. Pemenangnya adalah CV Bina Dharma.

Kepala Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bandung, Ridwan Muhammad mengaku telah melakukan proses lelang sesuai aturan. Verifikasi yang dilakukannya mengacu pada dalam Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKAP).

"Terkait dengan evaluasi yang kita lakukan dari hasil SIKAP saja. Kita melihat SIKAP, jadi kalau sudah terdata dalam SIKAP tidak perlu pembuktian kualifikasi. Kan itu sudah terverifikasi dan sesuai aturan," ujar Ridwan saat ditemui detikJabar di ruangannya, Rabu (6/7/2022).


Ia mengibaratkan kondisi itu seperti polisi yang memeriksa SIM pengendara. Polisi tak perlu mengecek langsung ke alamat pengendara yang tertera pada SIM.

"Ibaratnya begini, kita kan punya Surat Izin Mengemudi (SIM), terus misalnya ketilang sama polisi disuruh tunjukkan SIM, ada, ya sudah cukup. Tidak perlu dicek lagi alamatnya. Nah kira-kira seperti itulah," jelasnya.

Terkait alamatnya yang fiktif, Ridwan menjelaskan perusahaan tersebut kemungkinan berpindah kantor. Namun, kata dia, perusahaan itu belum mengajukan pemindahan domisili perusahaan.

"Kalau terkait dengan hasil cek ke lokasi alamat, itu kan dulu kan berdiri tahun berapa tuh, nah bisa jadi itu berubah, tapi dia (perusahaan) memang salahnya tidak usulkan pemindahan domisili," ucapnya.

"Karena kan gini, Pokja itu dibatasi oleh peraturan, tidak boleh menambah-nambah aturan, kalau misalkan sudah jelas kita hanya kualifikasi saja dari SIKAP. Kita kan nggak mungkin nyambang ke kantor orang. Ada apa kan," tambahnya.

Menurutnya seharusnya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), yakni Dinas PUTR, bisa mempertimbangkan temuan tersebut dalam kontrak. Sehingga kontrak bisa diputuskan.

"Karena kita kan hanya mengusulkan pemenang berdasarkan dari verifikasi data perusahaan yang ada dan itu kan belum tentu langsung kontrak kerja sama, itu tergantung dari keputusan PPK, bisa saja itu jadi pertimbangan juga," tuturnya.

"Tapi kalau terkait dengan alamat lokasi bodong atas dasar temuan tersebut, pasti itu juga nanti akan dilakukan pemeriksaan oleh PPK," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, CV Bina Darma menjadi pemenang lelang pengadaan interior ruang kerja Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bandung. Anggaran pengadaan proyek tersebut sebesar Rp 2,2 miliar.

Berbekal alamat yang tercantum dalam situs LPSE Kabupaten Bandung, detikJabar mencoba mendatangi CV Bina Darma. Namun, keberadaan kantor tersebut di Kompleks Pasir Madur Endah II, Kecamatan Cipayar, Kabupaten Bandung tidak ditemukan.

Di komplek tersebut tidak ada rumah atau kantor atas nama CV Bina Darma. Di komplek itu bahkan terlihat masih jarang penghuni.

DetikJabar juga diantar Ketua RW 16 Suryana untuk memastikan area lokasi rumah atau kantor CV Bina Darma dengan lamat Blok A4 15 -16. Setelah berkeliling setiap rumah, hasilnya pun nihil.

Suryana mengatakan hingga saat ini tidak terdapat CV atau perusahaan di komplek tersebut. Bahkan, kata dia, nomor rumah yang dimaksud memang tidak ada.

"CV itu mah nggak ada di sini. Tapi alamatnya mah betul ada di sini. Cuma kalau nomor rumah itu mah nggak ada," katanya.

(ors/ors)