[ik[يٰٓا]]َيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَ[gu[نْ يّ]]َرْتَدَّ مِ[ik[نْك]]ُمْ عَ[ik[نْ د]]ِيْنِهٖ فَسَوْفَ يَأْتِى اللّٰهُ بِقَوْ[gu[مٍ يّ]]ُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّوْنَ[ik[هٗٓ]] ۙ[ik[ا]]َذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اَعِزَّةٍ عَلَى الْكٰفِرِيْنَۖ يُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَخَافُوْنَ لَوْمَةَ [iq[لَاۤىٕ]]ِمٍ ۗذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَ[gu[نْ يّ]]َ[iq[شَاۤء]]ُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
٥٤
Y± ayyuhal-la©³na ±manµ may yartadda minkum ‘an d³nih³ fa saufa ya'till±hu biqaumiy yu¥ibbuhum wa yu¥ibbµnah(µ), a©illatin ‘alal-mu'min³na a‘izzatin ‘alal-k±fir³n(a), yuj±hidµna f³ sab³lill±hi wa l± yakh±fµna laumata l±'im(in), ©±lika fa«lull±hi yu't³hi may yasy±'(u), wall±hu w±si‘un ‘al³m(un).
Wahai orang-orang yang beriman, siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mukmin dan bersikap tegas terhadap orang-orang kafir. Mereka berjihad di jalan Allah dan tidak takut pada celaan orang yang mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Tafsir Ayat
Bila sebelumnya dijelaskan tentang larangan untuk tidak menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia serta tentang buruknya sikap kaum munafik, maka ayat-ayat berikut berbicara tentang orang mukmin. “Wahai orang-orang yang beriman! Barang siapa di antara kamu yang murtad atau keluar dari agamanya, maka ketahuilah bahwa kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang benar-benar beriman untuk menggantikanmu. Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya dengan segenap keikhlasannya, dan mereka juga selalu bersikap lemah lembut terhadap sesama orang-orang yang beriman, tetapi sebaliknya, mereka akan bersikap keras terhadap orang-orang kafir. Selain itu, mereka juga merupakan umat yang selalu siap untuk berjihad di jalan Allah, dan mereka juga termasuk orang-orang yang tidak takut kepada celaan orang yang dengki dan tidak senang yang suka mencela. Itulah salah satu bentuk karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki dari makhluk-Nya. Karena itu ketahui dan pahami bahwa Allah itu Mahaluas pemberian-Nya, lagi Maha Mengetahui.