المَائـِدَةِ
Surat Al-Ma'idah
Hidangan • 120 Ayat
SHARE
Surat Al-Ma'idah adalah surat urutan ke 5 dalam Al Quran. Berisikan 120 ayat dan termasuk golongan surat Madaniyah.
اِذْ قَالَ اللّٰهُ يٰعِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِيْ عَلَيْكَ وَعَلٰى وَالِدَتِكَ ۘاِذْ اَيَّدْتُّكَ بِرُوْحِ الْقُدُسِۗ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِى الْمَهْدِ وَكَهْلًا ۚوَاِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرٰىةَ وَالْاِنْجِيْلَ ۚوَاِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّيْنِ كَهَيْـَٔةِ الطَّيْرِ بِاِذْنِيْ فَتَنْفُخُ فِيْهَا فَتَكُوْنُ طَيْرًاۢ بِاِذْنِيْ وَتُبْرِئُ الْاَكْمَهَ وَالْاَبْرَصَ بِاِذْنِيْ ۚوَاِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتٰى بِاِذْنِيْ ۚوَاِذْ كَفَفْتُ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ عَنْكَ اِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ فَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ ١١٠
I© q±lall±hu y± ‘³sabna maryama©kur ni‘mat³ ‘alaika wa ‘al± w±lidatik(a), i© ayyattuka birµ¥il-qudus(i), tukallimun-n±sa fil-mahdi wa kahl±(n), wa i© ‘allamtukal-kit±ba wal-¥ikmata wat-taur±ta wal-inj³l(a), wa i© takhluqu mina¯-¯³ni kahai'ati¯-¯airi bi'i©n³ fa tanfukhu f³h± fa takµnu ¯airam bi'i©n³ wa tubri'ul-akmaha wal-abra¡a bi'i©n³, wa i© tukhrijul-maut± bi'i©n³, wa i© kafaftu ban³ isr±'³la ‘anka i© ji'tahum bil-bayyin±ti fa q±lal-la©³na kafarµ minhum in h±©± ill± si¥rum mub³n(un).
(Ingatlah) ketika Allah berfirman, “Wahai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu sewaktu Aku menguatkanmu dengan Ruhulkudus. Engkau dapat berbicara dengan manusia pada waktu masih dalam buaian dan setelah dewasa. (Ingatlah) ketika Aku mengajarkan menulis kepadamu, (juga) hikmah, Taurat, dan Injil. (Ingatlah) ketika engkau membentuk dari tanah (sesuatu) seperti bentuk burung dengan seizin-Ku, kemudian engkau meniupnya, lalu menjadi seekor burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. (Ingatlah) ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku. (Ingatlah) ketika engkau mengeluarkan orang mati (dari kubur menjadi hidup) dengan seizin-Ku. (Ingatlah) ketika Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuhmu) pada waktu engkau mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”
5:110

Tafsir Ayat
Pada ayat yang lalu telah dijelaskan bahwa Allah mengajukan pertanyaan kepada para rasul pada umumnya, bagaimana tanggapan umat terhadap misi kerasulan mereka. Pada ayat ini Allah berbicara di Padang Mahsyar dengan Nabi Isa. Ingatlah ketika Allah mengumpulkan para rasul pada hari kiamat, ketika itu Allah berfirman kepada Nabi Isa, “Wahai Isa putra Maryam! Ingatlah nikmat-Ku, yang telah dianugerahkan kepadamu dan kepada ibumu di dunia, sewaktu Aku menguatkanmu, ketika ibumu mengandungmu, dengan kehadiran Ruhulkudus, Malaikat Jibril yang meniupkan roh ke dalam rahim ibumu; juga ketika menguatkan engkau sehingga engkau dapat berbicara dengan manusia pada waktu masih dalam buaian, di luar adat kebiasaan; dan setelah dewasa sewaktu menyampaikan misi kerasulan, setelah Jibril menyampaikan wahyu kepada kamu. Dan ingatlah ketika Aku, melalui Jibril, mengajarkan menulis kepadamu, juga mengajarkan Hikmah, kearifan, Taurat, yang diturunkan kepada Nabi Musa, dan Injil yang berisi ajaran tidak ada tuhan selain Allah dan tidak ada ibadah kecuali kepada-Nya. Dan ingatlah mukjizat yang diberikan kepadamu, ketika engkau membentuk dari tanah berupa burung dengan seizin-Ku, karena engkau tidak memiliki daya dan kekuatan kecuali daya dan kekuatan-Ku; kemudian engkau meniupnya, sehingga burung itu benar-benar hidup, lalu menjadi seekor burung yang sebenarnya, juga dengan seizin-Ku. Dan ingatlah, mukjizat yang lain, ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir yang secara lahiriah tidak mungkin sembuh; dan engkau juga dapat menyembuhkan orang yang berpenyakit kusta, yang pada umumnya sulit disembuhkan, dengan seizin-Ku. Dan ingatlah, kenikmatan-Ku kepadamu, ketika engkau mengeluarkan orang mati dari sebuah kuburan tua yang sudah bertahuntahun mati menjadi hidup kembali, juga dengan seizin-Ku. Dan ingatlah, kenikmatan yang sangat berharga, ketika Aku menghalangi Bani Israil dari rencana mereka untuk membunuhmu, sewaktu engkau menyampaikan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, berdasarkan wahyu tentang bukti-bukti kerasulan dengan beberapa mukjizat, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata, dengan sombong, “Ini tidak lain, semua keanehan yang diperlihatkan Isa kepada kita, hanyalah sihir yang nyata, bukan mukjizat atau bukti kebenaran.”

Source by Logo Quranbest

Kemudahan Baca Quran Online dan Tafsirnya

Selaku umat Muslim, mendalami isi Quran bukan hanya sekadar membacanya saja, melainkan memahami isinya. Untuk itu agar bisa mempelajarinya dengan baik, Anda bisa menikmati kemudahan membaca Quran secara online lengkap dengan tafsirnya.
Tentu saja fasilitas ini dapat memudahkan, apalagi jika Anda memiliki mobilitas yang cukup tinggi di luar rumah. Hanya menggunakan smartphone yang Anda genggam setiap hari, membaca sekaligus belajar Quran bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun.

Salah satu fasilitas Quran digital terbaik yang bisa Anda gunakan ialah Al-Quran online dari detikHikmah. Di dalamnya, Anda bisa membaca isi Quran sebanyak 30 juz lengkap beserta dengan tafsir yang dijabarkan per ayat, sehingga lebih mudah dalam memahami sekaligus mempelajarinya. 

Keutamaan Membaca Al-Quran

Al-Quran adalah wahyu yang Allah SWT turunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang berfungsi sebagai petunjuk hidup bagi manusia. Selaku umat Muslim, sudah barang tentu membaca Al-Quran sangat penting bahkan diwajibkan.

Tak hanya itu, selaku kitab suci yang Allah SWT turunkan langsung dan masih terjaga hingga saat ini, terdapat banyak sekali keutamaan-keutamaan yang akan kita dapatkan dengan membacanya.

Berdasarkan Hadits setidaknya ada 5 keutamaan dari membaca Quran, antara lain:

1. Sebaik-baiknya ibadah

Dalam hadits riwayat an-Nu'man ibn Basyir, Rasulullah SAW bersabda,

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ عِبَادَةِ أُمَّتِي قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ

Artinya: "Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur'an." (HR. al-Baihaqi). 

2. Memperoleh kebaikan berlipat ganda

Rasulullah SAW juga menjamin bahwasannya setiap umat Muslim yang membaca Al-Qur’an maka akan memperoleh ganjaran pahala serta kebaikan yang berlipat-lipat ganda.

عن عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ  

Artinya: "Siapa saja yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Alquran) maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf." (HR At-Tirmidzi). 

3. Memberikan Syafaat di Akhirat

Dengan membaca Al-Qur’an, setiap muslim nantinya akan memperoleh Syafaat di akhirat kelak. Seperti yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Abu Umamah al-Bahili

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اقْرَءُوا الْقُرْآنَ؛ فَإِنَّهُ يَأْتِي شَفِيعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ لِصَاحِبِهِ  

Artinya: "Bacalah Alquran, maka sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya".  

4. Memperoleh Balasan Terbaik dari Allah SWT

Salah satu keutamaan terbaik dari membaca Al-Qur’an ialah kita akan memperoleh balasan terbaik dari Allah SWT, sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Abu Sa'id,

يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى مَنْ شَغَلَهُ قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ عَنْ ذِكْرِي وَمَسْأَلَتِي أَعْطَيْتُهُ أَفْضَلَ ثَوَابِ السَّائِلِينَ وَفَضَلُ الْقُرْآنِ عَلَى سَائِرِ الْكَلَامِ كَفَضْلِ اللَّهِ عَلَى خَلْقِهِ  

Artinya: Allah berfirman, "Siapa saja yang disibukkan oleh membaca Al-Qur'an, hingga tak sempat dzikir yang lain kepada-Ku dan meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya balasan terbaik orang-orang yang meminta. Ingatlah, keutamaan Al-Qur'an atas kalimat-kalimat yang lain seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya," (HR. Al-Baihaqi). 

5. Dikelilingi Malaikat

Orang-orang yang gemar membaca Al-Qur'an akan memiliki kelebihan yakni dikelilingi para malaikat. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: 

 عن عائشة رضي الله عنها قالتْ: قالَ رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : «الذي يقرَأُ القرآنَ وهو مَاهِرٌ به مع السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ، والذي يقرَأُ القرآنَ ويَتَتَعْتَعُ فيه وهو عليه شَاقٌ لَهُ أجْرَانِ».  

Artinya: Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, ia berkata, "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Orang yang membaca Al-Qur'an dan ia mahir membacanya, maka ia bersama para malaikat yang mulia dan berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur'an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan dalam membacanya, maka baginya dua pahala."   

Sejarah Turunnya Al-Quran

Allah SWT telah memberikan panduan bagi umat manusia melalui penurunan Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini merupakan momen yang sangat penting dan menunjukkan posisinya yang tinggi bagi penghuni langit dan bumi.

Menurut buku Pengantar Studi Ilmu Al-Quran oleh Syaikh Manna Al-Qaththan, turunnya Al-Quran adalah pemberitahuan bagi alam samawi yang dihuni oleh para malaikat tentang kemuliaan umat Nabi Muhammad. Allah telah memuliakan umat ini dengan memberikan risalah baru agar mereka menjadi umat yang terbaik di antara manusia.

Peristiwa penurunan Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW kita kenal dengan istilah Nuzulul Quran. Ini adalah momen bersejarah ketika Al-Quran pertama kali diturunkan dari Lauhul Mahfuz pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan.

Secara harfiah, Nuzulul berarti menurunkan sesuatu dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah dan Al-Quran adalah kitab suci bagi umat Islam. Oleh karena itu, Nuzulul Quran dapat diartikan sebagai peristiwa penurunan Al-Quran dari tempat yang tinggi ke bumi.

Surat Al-Alaq ayat 1-5 adalah ayat pertama yang turun dari Al-Quran. Hal ini terjadi di Gua Hira pada tanggal 17 Ramadhan tahun 610 dan tanggal ini kemudian dijadikan peringatan Nuzulul Quran hingga saat ini.

Penurunan ayat ini menjadi awal dari kenabian Muhammad SAW dan memulai perjuangan untuk menyebarkan ajaran agama Islam. Oleh karena itu, sebagai umat Islam, kita perlu memahami makna Nuzulul Quran dan meneladani ajaran Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

Hukum Membaca Quran Digital

Lantas bagaimanakah hukum membaca Al-Qur’an digital melalui perangkat hp, apakah diperbolehkan atau justru sebaliknya?

Untuk menjawab pertanyaan ini, para ulama sepakat bahwa membaca Al-Qur’an online melalui hp adalah mubah (boleh).

Berdasarkan keterangan Profesor Quraish Shihab, Al-Qur'an turun sebagai wahyu dalam bentuk suara yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW. Kemudian, Nabilah meminta para sahabat untuk menuliskan wahyu tersebut agar mudah dipelajari oleh umat.

Profesor Quraish Shihab menyatakan bahwa selama bacaan Al-Qur'an benar, tidak masalah apakah umat membacanya atau mendengarkannya melalui media apa pun. Selain itu, pahala membaca Al-Qur'an di HP sama dengan membacanya dalam bentuk mushaf fisik. Hal ini dinyatakan dalam hadits Ibnu Mas'ud yang mengatakan:

"Barangsiapa membaca satu huruf dari kitabullah (Al-Qur'an), maka dia akan mendapatkan satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dibalas sepuluh kebaikan yang semisal. Saya tidak mengatakan alif lâm mîm (ألـم)itu satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, lâm satu huruf dan mim satu huruf."