قُلْ [ik[يٰٓا]]َيُّهَا الَّذِيْنَ هَا[ik[دُوْٓ]]ا [ik[ا]]ِ[ik[نْ ز]]َعَمْتُمْ اَ[gu[نّ]]َكُمْ اَوْلِ[iq[يَاۤء]]ُ لِلّٰهِ مِ[ik[نْ د]]ُوْنِ ال[gu[نّ]]َاسِ فَتَمَ[gu[نّ]]َوُا الْمَوْتَ اِ[ik[نْ ك]]ُ[ik[نْت]]ُمْ صٰدِقِيْنَ
٦
Qul y± ayyuhal-la©³na h±dµ in za‘amtum annakum auliy±'u lill±hi min dµnin-n±si fa tamannawul-mauta in kuntum ¡±diq³n(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai orang-orang Yahudi, jika kamu mengira bahwa kamulah kekasih Allah (dan) bukan orang lain, harapkanlah kematianmu, jika kamu orang-orang benar.”
Tafsir Ayat
Para pemuka Yahudi tidak hanya tidak mengamalkan agamanya, tetapi juga menilai dirinya kekasih Allah, padahal mereka kufur kepada-Nya. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad kepada para tokoh Agama Yahudi, “Wahai orang-orang Yahudi Bani Nadir, Bani Quraizah dan Bani Qainuqa! Jika kamu mengira dengan penuh keyakinan bahwa kamulah kekasih Allah, karena menjadi bangsa pilihan, bukan orang-orang yang lain, seperti kaum muslim, maka harapkanlah kematianmu, karena kematian membuktikan apakah kamu kekasih Allah atau bukan, jika kamu orang yang benar, dalam pengakuanmu itu.