Siapa Raja Muslim Terkaya Sepanjang Sejarah? Ini Faktanya

Siapa Raja Muslim Terkaya Sepanjang Sejarah? Ini Faktanya

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Kamis, 05 Feb 2026 06:30 WIB
Siapa Raja Muslim Terkaya Sepanjang Sejarah? Ini Faktanya
Ilustrasi Kisah Raja Muslim Foto: Getty Images/GN STUDIO
Jakarta -

Berbicara mengenai tokoh terkaya di dunia, mungkin akan langsung tertuju pada deretan miliarder teknologi modern. Namun sejarah mencatat, terdapat seorang raja Muslim yang saleh dari tanah Afrika, yaitu Mansa Musa.

Raja dari kekaisaran Mali ini tidak hanya dikenal karena kekayaannya saja, tetapi juga karena kedermawanannya yang luar biasa hingga mampu mengguncang ekonomi dunia pada masanya lewat perjalanannya ke Makkah yang fenomenal.

Sosok Mansa Musa, Raja Muslim Terkaya Sepanjang Sejarah

Dinukil dari buku Islamic Finance For Gen Z oleh Muhammad Misbakul Munir, salah satu raja Muslim terkaya sepanjang sejarah adalah Mansa Musa. Ia merupakan raja kekaisaran Mali di Afrika Barat pada abad ke-14.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mansa Musa dianggap sebagai salah satu orang terkaya sepanjang sejarah, dengan jumlah kekayaan yang diperkirakan mencapai sekitar USD 400 miliar dalam nilai mata uang saat ini.

Mansa Musa memulai karirnya sebagai raja pada tahun 1312, setelah itu dia mulai menjalin hubungan dagang dengan berbagai negara di Afrika, Timur Tengah, dan Eropa. Ia mengirim kelompok dagang yang terdiri dari ribuan orang ke berbagai tempat di luar Mali, dengan membawa kain, garam, emas, dan rempah-rempah.

ADVERTISEMENT

Perjalanan Ziarah ke Makkah

Kisah paling terkenal dari Mansa Musa adalah perjalan ziarahnya ke Makkah pada tahun 1324. Dalam perjalanan tersebut, ia membawa ribuan pengikut termasuk istri, anak-anak, hewan ternak, dan pengawal, serta membawa sekitar 100.000 pound emas dalam bentuk koin, bar, dan debu.

Mansa Musa memberikan banyak emasnya kepada orang-orang yang ditemuinya di sepanjang perjalanan menuju Makkah, baik orang miskin maupun pemimpin politik dan agama.

Kedermawanannya yang luar biasa ini memperkenalkan Mali dan agama Islam ke seluruh dunia, dan membantunya dalam memperluas jaringan perdagangan di luar Afrika.

Mansa Musa terus memperluas kekayaannya dan pengaruhnya selama masa pemerintahannya, dan menunjukkan bahwa pengusaha Muslim pada masa itu mampu meraih kesuksesan yang luar biasa di bidang perdagangan dan bisnis internasional.

Peran Mansa Musa dalam Dunia Pendidikan

Kepulangan Mansa Musa dari Makkah membawa deretan cendekiawan Muslim terkemuka ke tanah Mali. Di antara rombongan tersebut, terdapat keturunan Rasulullah SAW serta penyair sekaligus arsitek ulung asal Andalusia, Abu Ishaq al-Sahili yang merupakan perancang Masjid Djinguereber yang dibangun pada tahun 1327.

Mansa Musa juga banyak berperan dalam bidang seni, sastra, dan pendidikan. Ia membangun banyak sekolah, perpustakaan, dan masjid. Transformasi besar ini membuat Timbuktu menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia, di mana para pencari ilmu dari berbagai penjuru bumi datang untuk menimba ilmu di tempat yang kini dikenal sebagai Universitas Sankore.

Mansa Musa dikabarkan meninggal dunia pada tahun 1337 di usia 57 tahun. Kerajaan kemudian diwariskan kepada anak-anaknya. Sayangnya, anak-anak Mansa Musa tidak bisa menjaga kerajaan seperti sang ayah. Kedatangan bangsa Eropa ke Afrika menjadi titik akhir kehancuran kerajaan Mali.




(inf/inf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads