Seorang Wanita Lontarkan Hinaan Rasis-Sentimen Anti Muslim di Depan Masjid New York

Seorang Wanita Lontarkan Hinaan Rasis-Sentimen Anti Muslim di Depan Masjid New York

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Sabtu, 12 Sep 2026 20:00 WIB
Seorang wanita melontarkan hinaan rasis serta sentimen anti muslim kepada anak di bawah umur di depan masjid daerah Albany, New York, Amerika Serikat
Seorang wanita melontarkan hinaan rasis serta sentimen anti muslim kepada anak di bawah umur di depan masjid daerah Albany, New York, Amerika Serikat. Foto: Situs CAIR-NY
Jakarta -

Seorang wanita melontarkan kata-kata rasis serta sentimen anti muslim dan anti imigran kepada anak-anak muslim di luar Masjid di Albany, New York, Amerika Serikat. Melalui video yang beredar, salah satu korbannya merupakan remaja laki-laki berumur 15 tahun dan saudara-saudara perempuannya.

Dilansir dari situs resmi CAIR New York, orang yang mengunggah video tersebut menuturkan wanita kulit putih itu menyebut mereka sebagai muslim berkulit cokelat yang kotor dan menyuruh mereka kembali ke negara asal mereka. Wanita tersebut juga terlihat berulang kali mengatakan Amerika adalah negara Kristen dan jika tidak suka Donald Trump maka mereka bisa pergi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seorang wanita rasis yang berperilaku kasar di Albany, New York, melecehkan umat muslim di sebuah masjid; ia mengatakan kepada seorang remaja berusia 15 tahun dan saudara-saudara perempuannya bahwa mereka adalah muslim berkulit cokelat yang kotor dan harus kembali ke negara asal mereka. Ia mengatakan bahwa jika mereka tidak menyukai Trump, mereka harus pergi karena ini adalah negara Kristen." demikian bunyi keterangan akun @Suzierrizzo1 yang mengunggah video tersebut di media sosial X.

Organisasi advokasi dan hak-hak sipil muslim terbesar di Amerika Serikat yaitu Council on American-Islamic Relations Cabang New York (CAIR NY) mendesak aparat penegak hukum melakukan penyelidikan yang tepat terkait dugaan pelecehan terhadap anak di bawah umur. Mereka mengimbau siapapun yang menyaksikan insiden itu atau memiliki informasi tambahan untuk melapor.

ADVERTISEMENT

"Sama sekali tidak ada unsur patriotisme, nilai Kristiani, ataupun semangat Amerika dalam tindakan menargetkan anak-anak karena ras atau keyakinan mereka. Anak-anak Muslim seharusnya bisa keluar-masuk tempat ibadah mereka tanpa harus mengalami pelecehan rasis, diberitahu bahwa mereka tidak diterima di sana, atau merasa tidak aman hanya karena jati diri mereka. Tidak ada slogan politik maupun klaim keagamaan yang memberikan hak kepada siapa pun untuk mengintimidasi atau merendahkan orang lain," ujar Direktur Eksekutif CAIR-NY, Afaf Nasher dalam sebuah pernyataan.

Organisasi tersebut bahkan mengingatkan anggota komunitas muslim bahwa pelecehan, ancaman, diskriminasin dan tindakan lain yang menargetkan individu karena keyakinan mereka bisa dikategorikan sebagai pelanggaran hak sipil atau pelanggaran hukum lainnya.

Siapa saja yang menjadi sasaran tindakan tersebut karena identitasnya sebagai muslim diimbau untuk melaporkan kejadian kepada CAIR-NY. Laporan hak-hak sipil terbaru CAIR mencatat ada 8.683 pengaduan terkait bias anti muslim pada tahun 2025. Jumlah itu jadi tertinggi yang pernah dicatat oleh organisasi tersebut sejak mulai menerbitkan laporan hak-hak sipil pada tahun 1996.



(aeb/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads