Pandji Pragiwaksono: Masa Lalu Boleh Jadi Pelajaran, Jangan Sampai Jadi Penjara

Pandji Pragiwaksono: Masa Lalu Boleh Jadi Pelajaran, Jangan Sampai Jadi Penjara

Hanif Hawari - detikHikmah
Minggu, 12 Jul 2026 17:00 WIB
Pandji Pragiwaksono
Pandji Pragiwaksono (Foto: Hanif Hawari/detikcom)
Jakarta -

Dalam gelaran Amazing Muharram 15 yang bertajuk "Reset Your Life" di Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Minggu (12/7/2026), komedian Pandji Pragiwaksono hadir berbagi pengalaman tentang bagaimana mereset atau menata ulang kehidupan. Di hadapan para peserta, Panji mengisahkan pengalamannya yang penuh tantangan, mulai dari kasus hukum yang menjeratnya hingga bagaimana ia harus menata ulang hidupnya dari nol.

Bagi Panji, menata ulang kehidupan bukan berarti membalik telapak tangan. Ia menegaskan bahwa butuh waktu dan proses yang cukup panjang. Hal ini bermula dari kesadarannya untuk memperbaiki diri. Panji mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, ia berusaha keras untuk "memutar balik" hidupnya kembali ke jalan yang lurus. Perjalanannya ini tidak mudah dan membutuhkan konsistensi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu tantangan terbesar dalam menata ulang hidup, menurut Panji, adalah melawan victim mentality (pola pikir korban). Seseorang sering kali merasa tidak mampu karena keadaan atau masa lalu yang buruk.

"Kita sering berpikir, 'Ah, saya tidak bisa, Allah tidak adil pada saya,' atau memikirkan takdir yang sudah dituliskan seperti itu," ujar Panji.

ADVERTISEMENT

Namun, Panji mengingatkan bahwa menanamkan keyakinan yang salah di otak kita dalam waktu yang lama akan sangat berbahaya. Kita perlu mengubah pola pikir ini agar langkah kita ke depan tidak terhambat oleh bayang-bayang masa lalu.

Panji memberikan saran praktis bagi mereka yang ingin memulai hidup baru. Mulailah dengan langkah kecil yang bisa dilakukan sekarang. Jangan terlalu banyak berpikir untuk mengubah hal-hal besar, seperti mengubah negara atau mengubah dunia, tetapi mulailah dengan mengubah kebiasaan kecil diri sendiri.

Ia menekankan untuk tidak terlalu fokus pada kelemahan diri, tetapi fokuslah pada kewajiban dan ikhtiar yang dapat dilakukan. Jangan habiskan energi untuk sesuatu yang sudah dijamin oleh Allah, melainkan gunakan energi tersebut untuk memperkuat potensi diri.

Sesulit apa pun itu, masa lalu harus dijadikan sebagai pelajaran, bukan beban. Panji menekankan agar kita tidak perlu menyesali atau terus-menerus memikirkan kesalahan di masa lalu. "Masa lalu boleh jadi pelajaran, tapi tidak boleh menjadi penjara," tegas Panji.

Panji sendiri berbagi bahwa perubahan dalam hidupnya tidak terjadi dalam semalam. Banyak hal dalam hidupnya yang berubah secara ekstrem, dan melalui proses yang panjang, ia akhirnya menemukan ketenangan dan arah hidup yang lebih baik.

Panji pun mengajak para peserta untuk berani melakukan perubahan. Baginya, setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi lebih baik, asalkan ada niat dan usaha yang sungguh-sungguh untuk mereset pola pikir dan bertawakal kepada Allah SWT.



(hnh/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads