Sungai Bawah Laut Meksiko Dikaitkan dengan Surah Al-Furqan 53, Begini Faktanya

Sungai Bawah Laut Meksiko Dikaitkan dengan Surah Al-Furqan 53, Begini Faktanya

Hanif Hawari - detikHikmah
Minggu, 14 Jun 2026 05:00 WIB
Sungai bawah tanah di Meksiko
Sungai bawah laut di Meksiko. (Foto: TecdiveTV/Youtube)
Jakarta -

Media sosial pernah dihebohkan dengan fenomena alam unik berupa keberadaan sungai bawah laut yang terletak di Meksiko. Banyak warganet yang mengaitkan penemuan menakjubkan ini dengan mukjizat Al-Qur'an, khususnya Surah Al-Furqan ayat 53 yang menjelaskan tentang adanya batas antara air tawar dan air laut.

Lantas, bagaimana fakta ilmiah dan pandangan tafsir mengenai hal tersebut?

Fenomena aliran air tawar di dalam laut ini nyata adanya dan dapat dijumpai di kawasan hutan tropis Semenanjung Yucatán, Meksiko. Tempat unik tersebut bernama Cenote Angelita, sebuah gua alami di dasar laut yang berisi air tawar. Keindahan lanskapnya yang magis menjadikan tempat ini sebagai surga tersembunyi yang sangat populer bagi para penyelam dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Marine Insight, fenomena ini pertama kali menarik perhatian publik secara luas setelah diselami dan didokumentasikan oleh Yves Costeau pada tahun 2017. Costeau, seorang ahli oseanografi terkemuka asal Prancis, terkejut saat mencapai kedalaman Cenote Angelita. Ia menemukan lapisan tebal berwarna keruh yang tampak persis seperti sungai yang mengalir di dasar gua laut tersebut, lengkap dengan ilusi batasan airnya.

ADVERTISEMENT

Penjelasan Ilmiah Mengenai Sungai Bawah Laut

Secara sains, apa yang dilihat oleh Yves Costeau dan para penyelam lainnya dikenal dengan istilah halocline. Fenomena ini merujuk pada zona vertikal di dalam air di mana tingkat salinitas (kadar keasinan) berubah secara drastis seiring dengan kedalamannya.

Halocline menjadi titik pertemuan antara dua jenis air dengan tingkat salinitas berbeda yang tidak langsung bercampur karena perbedaan densitas (massa jenis). Ketika penyelam melintasi lapisan pembatas ini, mereka disuguhkan pemandangan visual yang luar biasa, seolah-olah mereka sedang berenang di atas permukaan sungai jernih yang membelah bawah laut.

Menariknya, Cenote Angelita bukan satu-satunya tempat di dunia yang menunjukkan fenomena menakjubkan ini. Di dasar Laut Hitam, tim ilmuwan yang dipimpin oleh Dr. Dan Parsons dari University of Leeds juga menemukan fenomena serupa.

Para peneliti menduga bahwa aliran air asin dari Laut Mediterania yang masuk melalui Selat Bosphorus membawa sedimen padat. Sedimen inilah yang akhirnya membentuk jalur mirip sungai bawah laut yang sangat nyata, lengkap dengan struktur lembah, sisi sungai, hingga saluran utama.

Penjelasan Al-Qur'an Mengenai Sungai Bawah Laut

Bagi umat Islam, fenomena bertemunya dua jenis air yang tidak bercampur ini bukanlah hal baru. Keberadaan fenomena tersebut telah dijelaskan secara rinci dalam Al-Qur'an surah Al-Furqan ayat 53. Allah SWT berfirman:

وَهُوَ ٱلَّذِى مَرَجَ ٱلْبَحْرَيْنِ هَٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَّحْجُورًا

Latin: Wa huwallażī marajal-baḥraini hāżā 'ażbun furātuw wa hāżā mil-ḥun ujāj, wa ja'ala bainahumā barzakhaw wa ḥijram maḥjụrā

Artinya: "Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi."

Merujuk pada Tafsir Al-Azhar karya ulama besar Nusantara, Buya Hamka, surah Al-Furqan ayat 53 ini menjadi pengingat sekaligus perintah agar manusia senantiasa merenungi keadaan alam di sekelilingnya.

Buya Hamka menjelaskan makna ayat tersebut, "Dan Dialah yang mencampurkan dua laut, yang ini tawar sejuk, yang itu asin pahit, dan di antara keduanya ada pembatas dan penghalang yang tidak bisa dilalui."

Dalam tafsirnya, Buya Hamka menguraikan bagaimana air sungai yang tawar dan menyegarkan telah mengalir selama beribu-ribu tahun menuju lautan luas yang berair asin dan pahit. Logikanya, air tawar tersebut akan hilang melebur. Namun, Allah menciptakan siklus hidrologi yang agung melalui penguapan dan hujan, sehingga air yang kembali jatuh ke bumi sudah tawar dan sejuk kembali.

Lebih lanjut, Buya Hamka menyebutkan bahwa apabila kita pergi ke daerah kuala (muara), kita dapat melihat langsung air asin dan air tawar bertemu, namun garis batas antara keduanya tetap terlihat jelas.

Sementara itu, dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir, dijelaskan secara lebih mendalam mengenai hikmah di balik pemisahan kedua jenis air ini. Terkait potongan ayat yang menjelaskan perbedaan air tawar dan air asin, Ibnu Katsir menegaskan bahwa Allah SWT adalah Dzat tunggal yang menciptakan keduanya dengan karakteristik berbeda demi kemaslahatan makhluk-Nya.

Air tawar diletakkan di sungai-sungai, mata air, dan sumur-sumur agar segar dan mudah dikonsumsi manusia serta makhluk hidup lainnya sesuai kebutuhan mereka. Pendapat ini selaras dengan apa yang dikatakan oleh Ibnu Juraij dan dipilih oleh Ibnu Jarir. Makna ini tidak diragukan lagi kebenarannya, karena di alam nyata tidak ada lautan luas yang airnya murni tawar.

Di sisi lain, Allah SWT menciptakan air laut dengan rasa yang asin lagi pahit demi menjaga keseimbangan ekosistem bumi. Ibnu Katsir memaparkan hikmah luar biasa di balik hal ini: jika semua laut berair tawar, maka hewan-hewan yang mati di dalamnya akan membusuk dan mencemari udara, sehingga merusak lingkungan hidup. Dengan kondisi air laut yang asin, udara di atas lautan tetap segar dan bangkai hewan lautnya pun menjadi halal serta aman untuk dikonsumsi.

Mengenai kalimat "and Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas", para mufassir memaknainya sebagai sekat pemisah antara air tawar dan air asin. Makna kata barzakhan adalah dinding yang berupa tanah kering, sedangkan hijram mahjura adalah penghalang tak terlihat di antara keduanya agar salah satu jenis air tidak mendominasi atau merusak karakteristik air yang lainnya. Hal ini sejalan dengan ayat serupa dalam Al-Qur'an yang menegaskan bahwa ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing laut tersebut.

Kesimpulannya, fenomena "sungai bawah laut" di Cenote Angelita Meksiko merupakan bukti nyata kebenaran ilmiah halocline yang secara menakjubkan telah digambarkan dalam Al-Qur'an sejak 14 abad yang lalu melalui Surah Al-Furqan ayat 53. Fenomena alam ini menjadi potret nyata bagi manusia untuk terus mengagumi kebesaran sang Pencipta.

Wallahu a'lam.



(hnh/hnh)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads