Hukum Sholat Jenazah Adalah Fardhu Kifayah, Ini Artinya

Hukum Sholat Jenazah Adalah Fardhu Kifayah, Ini Artinya

Tia Kamilla - detikHikmah
Sabtu, 11 Apr 2026 14:00 WIB
Close Up Shot of Muslim People Tied Hands. One Persons Hand on Foreground is in Focus and the Others on Background is Out of Focus. Coffins also in front of the People. Islamic Ceremony for Dead People. Whorshippers Standing next to the Coffins and
Ilustrasi sholat jenazah. Foto: Getty Images/iStockphoto/OzanSatioglu
Jakarta -

Sholat jenazah adalah salah satu kewajiban dalam Islam yang perlu diketahui setiap muslim. Ibadah ini memiliki hukum dan tata cara khusus.

Hukum sholat jenazah adalah fardhu kifayah. Jika sudah ada yang melaksanakannya, maka kewajiban bagi yang lain gugur. Namun, penting untuk mengetahui arti dan tata cara pelaksanaannya. Berikut penjelasannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hukum Sholat Jenazah Adalah Fardhu Kifayah

Mengutip buku Seri Fiqih Kehidupan karya Ahmad Sarwat, para ulama sepakat hukum sholat jenazah adalah fardhu kifayah. Artinya, jika sudah ada sebagian orang yang melaksanakannya, maka kewajiban tersebut gugur bagi yang lain. Namun, jika tidak ada satu pun yang mengerjakannya, semua orang di lingkungan tersebut ikut berdosa.

Kesepakatan ini didasarkan pada banyak dalil dari Al-Qur'an dan hadits yang menjelaskan bahwa sholat jenazah adalah kewajiban bersama bagi umat Islam.

ADVERTISEMENT

Perintah untuk menyolati jenazah juga disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Sholatilah jenazah saudara kalian." (HR Bukhari dan Muslim)

Selain itu, Rasulullah SAW juga menjelaskan besarnya pahala bagi orang yang ikut menyolati dan mengantar jenazah hingga ke pemakaman. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

"Siapa yang mengantar jenazah dan menyolatinya, maka dia akan mendapat balasan satu qirath. Siapa yang mengantarnya hingga selesai dikuburkan, maka dia mendapat dua qirath. Yang paling kecil dari satu qirath itu seperti Gunung Uhud." (HR Jamaah)

Qirath adalah ukuran pahala yang digambarkan sangat besar. Ini menunjukkan bahwa menyolati dan mengantar jenazah memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT.

Tata Cara Sholat Jenazah Laki-laki dan Perempuan

Mengutip Buku Pintar Shalat karya M. Khalilurrahman Al-Mahfani, berikut tata cara sholat jenazah untuk laki-laki dan perempuan dengan cara yang sederhana:

1. Membaca Niat Sholat Jenazah

  • Niat sholat jenazah laki-laki

أُصَلَّى عَلَى هَذا الْمَيِّت أَرْبَعَ تَكْبِيرَات فَرْضُ كِفَايَةِ إماما/مَأْمُوماً لله تَعَالَى

Ushallii 'alaa haadzal mayyiti arba'a takbiiratin fardhu kifaayati imaaman/ma'muuman lillaahi ta'aalaa

Artinya : "Aku berniat sholat untuk mayat (laki-laki) ini empat takbir fardhu kifayah (sebagai) imam/makmum karena Allah Ta'ala."

  • Niat sholat jenazah perempuan

أُصَلَّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَات فَرْضُ كِفَايَةِ إماما/مَأْمُوماً لله تَعَالَى

Ushallii 'alaa haadzihil mayyitati arba'a takbiiratin fardhu kifaayati imaaman/ma'muuman lillaahi ta'aala.

Artinya : "Aku berniat sholat untuk mayat (perempuan) ini empat takbir fardhu kifayah (sebagai) imam/makmum karena Allah Ta'ala."

2. Berdiri bagi yang Mampu

Sholat jenazah dilakukan dengan posisi berdiri dari awal sampai akhir, selama orang yang melaksanakannya masih mampu.

3. Takbiratul Ihram

للَّٰهُ أَكْبَ

Allahu akbar

Artinya: "Allah Maha Besar,"

4. Membaca Surah Al-Fatihah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm(i). Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn(a). Ar-raḥmānir-raḥīm(i). Māliki yaumid-dīn(i). Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn(u), Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm(a). Ṣirāṭal-lażīna an'amta 'alaihim, gairil-magḍūbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn(a).

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat."

5. Takbir Kedua dan Membaca Sholawat Nabi SAW

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحمدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيْدٌ

Allaahumma shalli 'alaa muhammad wa 'alaa aali muhammadin. Kamaa shallaita 'alaa ibrahiima wa 'alaa aali ibraahiima. Wa baarik 'alaa muhammadin wa 'alaa aali muhammad. Kamaa baarakta 'alaa ibraahiima wa 'alaa aali ibraahiima fil 'aalamiina innaka hamiidun majiid

Artinya: "Ya Allah, berilah sholawat atas Nabi Muhammad dan atas keluarganya, sebagaimana Engkau pernah memberi sholawat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad dan para keluarganya, sebagaimana Engkau pernah memberikan berkah kepada Nabi Ibrahim dan para keluarganya. Diseluruh alam ini Engkau-lah yang terpuji yang Maha Mulia." (HR Bukhari & Muslim, dari Ka'ab bin Ujrah)

6. Takbir Ketiga dan Membaca Doa untuk Jenazah

  • Doa untuk jenazah laki-laki

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسَعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجِ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَقهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ

Allaahummaghfir lahu warhamhu wa 'aafihi wa'fu 'anhu wa akrim nuzulahu wa wassi' madkhalahu wa aghsilhu bimaa-in wa tsaljin wa baradin wa naqqihi minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minad danas, wa abdilhu daaran khairan min daarihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, wa qihi fitnatal qabri wa 'adzaaban naar

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, kasihanilah dia, berilah keselamatan dan ampunilah dosanya, muliakanlah tempat tinggalnya dan lapangkanlah tempat keluarnya, sucikanlah ia dengan air, es, dan embun, serta bersihkanlah ia dari segala dosa dan kesalahan sebagaimana Engkau telah membersihkan baju putih dari kotoran. Berilah ganti baginya tempat yang lebih baik dari tempatnya yang terdahulu, keluarga yang lebih baik dari keluarga semula, pasangan yang lebih baik dari pasangan semula, serta lindungilah ia dari fitnah kubur dan siksa neraka." (HR Muslim, dari Auf bin Malik)

  • Doa untuk jenazah perempuan

اَللَّهُمَّ اغْفِرْلَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا وَوَسَعْ مَدْخَلَهَا، وَاغْسِلْهَا بِمَاءٍ وَثَلْجِ وَبَرَدٍ وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا، وَقهَا فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ

Allaahummaghfirlahaa warhamhaa wa'aafihaa wa'fu 'anhaa wa akrim nuzulahaa wa wassi' madkhalahaa wa aghsilhaa bimaa-in wa tsaljin wa baradin wa naqqihaa minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minad danas, wa abdilhaa daaran khairan min daarihaa, wa ahlan khairan min ahlihaa , wa zaujan khairan min zaujihaa , wa qihaa fitnatal qabri wa 'adzaaban naar

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, kasihanilah dia, berilah keselamatan dan ampunilah dosanya, muliakanlah tempat tinggalnya dan lapangkanlah tempat keluarnya, sucikanlah ia dengan air, es, dan embun, serta bersihkanlah ia dari segala dosa dan kesalahan sebagaimana Engkau telah membersihkan baju putih dari kotoran. Berilah ganti baginya tempat yang lebih baik dari tempatnya yang terdahulu, keluarga yang lebih baik dari keluarga semula, pasangan yang lebih baik dari pasangan semula, serta lindungilah ia dari fitnah kubur dan siksa neraka."

7. Takbir Keempat dan Membaca Doa untuk Jenazah dan Kaum Muslim

  • Doa untuk jenazah laki-laki dan kaum muslim

اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تَفْتِنَا بَعْدَهُ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

Allahumma laa tahrimnaa ajrahu wa laa taftinna ba'dahu waghfirlanaa wa lahu

Artinya: "Ya Allah, janganlah Engkau halangi kami untuk memeroleh pahalanya dan janganlah Engkau uji kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan dirinya."

  • Doa untuk jenazah perempuan dan kaum muslim

اللّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلَا تَفْتِنَا بَعْدَهَا وَاغْفِرْلَنَا وَلَهَا

Allaahumma laa tahrimnaa ajrahaa wa laa taftinnaa ba'dahaa waghfirlanaa wa lahaa

Artinya: "Ya Allah janganlah kiranya pahalanyaa tidak sampai kepada kami, dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia."

8. Diakhiri dengan Salam

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wa barakaatuh

Artinya: "Semoga kedamaian bersamamu serta pengampunan dan berkah dari Allah SWT."




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads