Nuzulul Quran adalah peristiwa sakral turunnya Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril. Peristiwa ini bukan sekadar catatan sejarah, melainkan titik balik peradaban manusia yang membawa cahaya ke dalam kegelapan jahiliyah.
Berdasarkan buku Sejarah Agama & Kepercayaan di Dunia tulisan Siti Fauziyah, Nuzulul Quran dimaknai sebagai momen perdana turunnya wahyu Allah kepada Nabi Muhammad SAW pada kisaran tahun 611 Masehi. Peristiwa yang terjadi di Gua Hira ini sekaligus menandai dimulainya fase kenabian beliau.
Dalam buku 49 Teladan dalam Al-Qur'an karya Ririn Rahayu Astutiningrum, peristiwa diturunkannya Al-Qur'an pertama kali terjadi pada 17 Ramadan, saat usia Nabi genap 40 tahun. Wahyu pertama yang diterima adalah surat Al-'Alaq ayat 1-5.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
4 Ayat Al-Qur'an tentang Nuzulul Quran
Peristiwa Nuzulul Quran ini disebutkan dalam Al-Qur'an. Berikut beberapa ayat yang membahasnya.
1. Surat Al-Baqarah Ayat 185
Salah satu ayat yang menjelaskan turunnya Al-Qur'an pada bulan Ramadan terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 185. Allah SWT berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ١٨٥
Latin: "Syahru ramadlânalladzî unzila fîhil-qur'ânu hudal lin-nâsi wa bayyinâtim minal-hudâ wal-furqân, fa man syahida mingkumusy-syahra falyashum-h, wa mang kâna marîdlan au 'alâ safarin fa 'iddatum min ayyâmin ukhar, yurîdullâhu bikumul-yusra wa lâ yurîdu bikumul-'usra wa litukmilul-'iddata wa litukabbirullâha 'alâ mâ hadâkum wa la'allakum tasykurûn."
Artinya: "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur."
2. Surat Al-Qadr Ayat 1-5
Mayoritas ulama berpendapat bahwa peristiwa Nuzulul Quran terjadi secara utuh dari Lauh Mahfuz ke Baitul Izzah (langit dunia) pada malam Lailatul Qadar. Surat ini menggambarkan keagungan malam tersebut:
آ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ٢ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ٣ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ ٤ سَلٰمٌۛ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِࣖ ٥
"Innâ anzalnâhu fî lailatil-qadr. Wa mâ adrâka mâ lailatul-qadr. Lailatul-qadri khairum min alfi syahr. Tanazzalul-malâ'ikatu war-rûḫu fîhâ bi'idzni rabbihim, ming kulli amr. Salâmun hiya ḫattâ mathla'il-fajr."
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar."
3. Surat Ad-Dukhan Ayat 3
Selain disebut sebagai malam kemuliaan, Al-Qur'an juga menyebut waktu turunnya kitab suci ini sebagai Lailatin Mubarakah atau malam yang diberkahi.
إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةٍ مُّبَٰرَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ
Latin: Innā anzalnāhu fī lailatim mubārakatin innā kunnā munżirīn
Artinya: "Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan."
4. Surat Al-Alaq Ayat 1-5
Jika ayat sebelumnya membahas proses turunnya Al-Quran secara umum, Surat Al-Alaq ayat 1-5 adalah wahyu pertama yang secara fisik diterima oleh Nabi Muhammad SAW saat menyendiri di Gua Hira.
ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ . خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِنْ عَلَقٍ . ٱقْرَأْ وَرَبُّكَ ٱلْأَكْرَمُ . ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ . عَلَّمَ ٱلْإِنسَٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Latin: (1) iqra` bismi rabbikallażī khalaq. (2) khalaqal-insāna min 'alaq. (3) iqra` wa rabbukal-akram. (4) allażī 'allama bil-qalam. (5) 'allamal-insāna mā lam ya'lam.
Artinya: "(1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, (2) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. (3) Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, (4) Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, (5) Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya."
(hnh/inf)












































Komentar Terbanyak
Polling: Kemenhaj Wacanakan 'War Tiket' untuk Berangkat Haji, Kamu Setuju?
Diskusi Seru DPR dan Kemenhaj soal Strategi Pangkas Antrean Jemaah Haji
Tutup Kekurangan Biaya Haji Rp 1,77 T, Menhaj: Kami Masih Diskusi dengan DPR