Israel menangkap imam Masjid Al Aqsa, Syaikh Muhammad Ali Al Abbasi. Peristiwa itu terjadi di halaman Masjid Al Aqsa pada Senin (16/2/2026) malam waktu setempat.
Menurut laporan kantor berita WAFA, penangkapan terjadi tanpa alasan yang jelas. Hal ini berlangsung di tengah meningkatknya tindakan keras Israel terhadap Masjid Al Aqsa, termasuk pembatasan terhadap imam, penceramah, dan jemaah, serta meningkatnya serbuan kelompok pemukim di bawah perlindungan polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Anadolu Agency, pada Selasa (17/8/2026) lalu Hamas mengutuk penangkapan imam Masjid Al Aqsa. Mereka menyatakkan agar rakyat Palestina yang berada di Yerusalem, Tepi barat serta dalam wilayah 1948 untuk tetap berada di Al Aqsa, berkunjung ke sana untuk mempertahankan. Hal itu dilakukan sebagai benteng melawan rencana Israel.
Menurut Hamas, tindakan Israel di Masjid Al Aqsa sama dengan peningkatan pelanggaran terhadap kesucian tempat tersebut. Hamas juga mendesak Liga Arab, Organisasi Kerja Sama Islam, dan negara-negara Arab dan Islam untuk mengambil tindakan melalui semua saluran yang memungkinkan untuk melindungi Masjid Al-Aqsa dari bahaya Yahudisasi, dan untuk mengambil langkah-langkah praktis untuk menekan pendudukan dan memaksa mereka untuk menghentikan pelanggarannya.
Turut diterangkan dalam situs Middle East Monitor, Israel juga berencana membatasi akses umat Islam ke Masjid Al Aqsa untuk salat selama bulan Ramadan 2026. Hal ini dikatakan oleh cendekiawan muslim terkenal, sekaligus eks mufti besar Yerusalem yaitu Syeikh Ekrima Sabri.
Ia mengatakan otoritas Israel telah melarang puluhan pemuda memasuki masjid dan mengumumkan mereka tidak akan melonggarkan pembatasan selama Ramadan bagi para jamaah yang datang dari Tepi Barat yang diduduki.
Dikutip dari situs Arab News, Otoritas Palestina memperingatkan Israel atas ekskalasi di kompleks Masjid Al Aqsa jelang bulan suci Ramadan. Pemerintah Kegubernuran Yerusalem mengatakan otoritas Israel telah melarang 250 orang memasuki Al Aqsa sejak Januari 2026.
Pekan ini, Israel juga melarang Dewan Dakwah Yerusalem menyiapkan instalasi untuk menyambut Ramada berupa pemasangan payung dan klinik. Pemerintah Kegubernuran Yerusalem juga mengecam kunjungan anggota perlemen Israel, Amit Halevi ke Masjid Al Aqsa pada akhir pekan lalu. Kunjungan itu disebut sebagai bagian dari upaya Israel mengubah status quo Al Aqsa.
(aeb/lus)












































Komentar Terbanyak
MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace Buntut Serangan AS-Israel ke Iran
PBNU Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran: Brutal dan Merusak Tatanan
Dukung Rencana Prabowo Jadi Juru Damai, MUI: Harus Pertimbangkan Kondisi Bangsa