Seberapa Jauh Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dalam Peristiwa Isra Miraj?

Seberapa Jauh Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dalam Peristiwa Isra Miraj?

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Rabu, 07 Jan 2026 15:32 WIB
Seberapa Jauh Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dalam Peristiwa Isra Miraj?
Ilustrasi Isra Miraj. Foto: Getty Images/iStockphoto/Tabitazn
Jakarta -

Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa memiliki kedudukan yang sangat penting dalam sejarah Islam karena menjadi dua titik utama dalam peristiwa agung Isra Miraj. Peristiwa ini bukan hanya menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT, tetapi juga menegaskan kemuliaan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya.

Jarak yang sangat jauh antara Masjidil Haram di Makkah dan Masjidil Aqsa di Palestina menjadi salah satu aspek yang menarik perhatian, sekaligus memperlihatkan keajaiban perjalanan Isra Miraj yang terjadi dalam satu malam.

Peristiwa Isra Miraj dalam Al-Qur'an

Dikutip dari buku Kisah Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW karya Syofyan Hadi, Isra dan Miraj dimaknai sebagai perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina, yang kemudian dilanjutkan dengan perjalanan naik untuk menghadap Allah SWT hingga mencapai batas tertinggi yang dapat dijangkau oleh makhluk, yaitu Sidratul Muntaha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa Isra Miraj disebutkan secara langsung dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman dalam surah Al-Isra ayat 1,

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

ADVERTISEMENT

Latin: Subḥānal-lażī asrā bi'abdihī lailam minal-masjidil ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣal-lażī bāraknā ḥaulahū linuriyahū min āyātinā, innahū huwas-samī'ul-baṣīr(u).

Artinya: Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS Al-Isrā': 1)

Berdasarkan Tafsir Kementerian Agama RI, Surah Al-Isrā' ayat 1 menjelaskan peristiwa Isra, yaitu perjalanan Nabi Muhammad SAW pada malam hari dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis, atas kehendak dan kekuasaan Allah SWT. Peristiwa ini merupakan bentuk pemuliaan Allah kepada Nabi Muhammad SAW di tengah berbagai penolakan dan kesulitan dakwah yang beliau hadapi.

Dalam ayat ini ditegaskan bahwa perjalanan tersebut terjadi dalam waktu yang sangat singkat sebagai tanda kebesaran Allah, sekaligus untuk memperlihatkan sebagian tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada Rasulullah SAW. Allah juga menegaskan sifat-Nya sebagai Maha Mendengar dan Maha Melihat, yang mengetahui segala keadaan dan perjuangan hamba-Nya.

Sebagaimana dijelaskan dalam buku 99 Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an karya Ridwan Abqary, jauhnya jarak antara Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa tidak menjadi penghalang dalam peristiwa Isra. Dengan izin Allah SWT, Rasulullah SAW bersama Malaikat Jibril dapat menempuh perjalanan tersebut dalam waktu yang sangat singkat.

Seberapa Jauh Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa?

Dikutip dari buku Kejadian Isra' Mi'raj: Sebelum-Saat-Sesudah karya Shabri Shaleh Anwar, Masjidil Haram terletak di Makkah, sedangkan Masjidil Aqsa berada di wilayah Palestina. Jarak antara kedua tempat suci tersebut diperkirakan mencapai sekitar 1.500 kilometer.

Nabi Muhammad SAW kemudian menyampaikan kepada masyarakat Arab bahwa beliau telah melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dalam satu malam. Pernyataan ini menimbulkan berbagai reaksi, mengingat pada masa itu sarana transportasi tercepat yang dikenal masyarakat Arab adalah unta, yang untuk menempuh jarak sejauh itu memerlukan waktu sekitar satu hingga dua bulan perjalanan.

Karena keterbatasan pemahaman dan cara pandang masyarakat Arab Jahiliyah saat itu, sebagian dari mereka meragukan bahkan menolak peristiwa tersebut. Nabi Muhammad SAW pun dituduh sebagai orang yang tidak masuk akal dan disamakan dengan orang yang terkena sihir atau kegilaan, sebab mereka menganggap mustahil perjalanan sejauh itu dapat dilakukan hanya dalam satu malam.

Perjalanan luar biasa itu terjadi karena Rasulullah SAW menaiki Buraq. Masih dalam sumber yang sama, Buraq merupakan kendaraan yang digambarkan menyerupai burung, dengan ukuran tubuh lebih besar dari keledai namun lebih kecil dibandingkan kuda atau unta. Kendaraan ini bukan termasuk jenis hewan sebagaimana makhluk hidup pada umumnya, karena tidak diciptakan dengan unsur daging, tulang, maupun darah.

Buraq merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang berasal dari cahaya dan dikenal oleh umat manusia ketika digunakan oleh Rasulullah SAW sebagai sarana perjalanan Isra dan Miraj.

Buraq digambarkan sebagai makhluk bercahaya yang mampu melesat sangat cepat, sehingga perjalanan panjang tersebut dapat dilalui dalam waktu yang singkat sebagai bagian dari mukjizat Nabi Muhammad SAW.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads