Terakhir Dibaca
اِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُۙ
١
I©± waqa‘atil-w±qi‘ah(tu).
Apabila terjadi hari Kiamat (yang pasti terjadi),
Terakhir Dibaca
لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ ۘ
٢
Laisa liwaq‘atih± k±©ibah(tun).
tidak ada seorang pun yang (dapat) mendustakan terjadinya.
Terakhir Dibaca
خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ
٣
Kh±fi«atur r±fi‘ah(tun).
(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain).
Terakhir Dibaca
اِذَا رُجَّتِ الْاَرْضُ رَجًّاۙ
٤
I©± rujjatil-ar«u rajj±(n).
Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya
Terakhir Dibaca
وَّبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّاۙ
٥
Wa bussatil-jib±lu bass±(n).
dan gunung-gunung dihancurkan sehancur-hancurnya,
Terakhir Dibaca
فَكَانَتْ هَبَاۤءً مُّنْۢبَثًّاۙ
٦
Fa k±nat hab±'am mumba££±(n).
jadilah ia debu yang beterbangan.
Terakhir Dibaca
وَّكُنْتُمْ اَزْوَاجًا ثَلٰثَةً ۗ
٧
Wa kuntum azw±jan £al±£ah(tan).
Kamu menjadi tiga golongan,
Terakhir Dibaca
فَاَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ۗ
٨
Fa a¡¥±bul-maimanah(ti), m± a¡¥±bul-maimanah(ti).
yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu
Terakhir Dibaca
وَاَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ ۗ
٩
Wa a¡¥±bul-masy'amah(ti), m± a¡¥±bul-masy'amah(ti).
dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
Terakhir Dibaca
وَالسّٰبِقُوْنَ السّٰبِقُوْنَۙ
١٠
Was-s±biqµnas-s±biqµn(a).
Selain itu, (golongan ketiga adalah) orang-orang yang paling dahulu (beriman). Merekalah yang paling dahulu (masuk surga).
Terakhir Dibaca
اُولٰۤىِٕكَ الْمُقَرَّبُوْنَۚ
١١
Ul±'ikal-muqarrabµn(a).
Mereka itulah orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).
Terakhir Dibaca
فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ
١٢
F³ jann±tin-na‘³m(i).
(Mereka) berada dalam surga (yang penuh) kenikmatan.
Terakhir Dibaca
ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ
١٣
¤ullatum minal-awwal³n(a).
(Mereka adalah) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu
Terakhir Dibaca
وَقَلِيْلٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ
١٤
Wa qal³lum minal-±khir³n(a).
dan sedikit dari orang-orang yang (datang) kemudian.
Terakhir Dibaca
عَلٰى سُرُرٍ مَّوْضُوْنَةٍۙ
١٥
‘Al± sururim mau«µnah(tin).
(Mereka berada) di atas dipan-dipan yang bertatahkan emas dan permata
Terakhir Dibaca
مُّتَّكِـِٕيْنَ عَلَيْهَا مُتَقٰبِلِيْنَ
١٦
Muttaki'³na ‘alaih± mutaq±bil³n(a).
seraya bersandar di atasnya saling berhadapan.
Terakhir Dibaca
يَطُوْفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُوْنَۙ
١٧
Ya¯µfu ‘alaihim wild±num mukhalladµn(a).
Mereka dikelilingi oleh anak-anak yang selalu muda
Terakhir Dibaca
بِاَكْوَابٍ وَّاَبَارِيْقَۙ وَكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنٍۙ
١٨
Bi'akw±biw wa ab±r³q(a), wa ka'sim mim ma‘³n(in).
dengan (membawa) gelas, kendi, dan seloki (berisi minuman yang diambil) dari sumber yang mengalir.
Terakhir Dibaca
لَّا يُصَدَّعُوْنَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُوْنَۙ
١٩
L± yu¡adda‘µna ‘anh± wa l± yunzifµn(a).
Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk.
Terakhir Dibaca
وَفَاكِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُوْنَۙ
٢٠
Wa f±kihatim mimm± yatakhayyarµn(a).
(Mereka menyuguhkan pula) buah-buahan yang mereka pilih
Terakhir Dibaca
وَلَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُوْنَۗ
٢١
Wa la¥mi ¯airim mimm± yasytahµn(a).
dan daging burung yang mereka sukai.
Terakhir Dibaca
وَحُوْرٌ عِيْنٌۙ
٢٢
Wa ¥µrun ‘³n(un).
Ada bidadari yang bermata indah
Terakhir Dibaca
كَاَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُوْنِۚ
٢٣
Ka'am£±lil-lu'lu'il-maknµn(i).
laksana mutiara yang tersimpan dengan baik
Terakhir Dibaca
جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
٢٤
Jaz±'am bim± k±nµ ya‘malµn(a).
sebagai balasan atas apa yang selama ini mereka kerjakan.
Terakhir Dibaca
لَا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَّلَا تَأْثِيْمًاۙ
٢٥
L± yasma‘µna f³h± lagwaw wa l± ta'£³m±(n).
Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia dan tidak (pula) percakapan yang menimbulkan dosa,
Terakhir Dibaca
اِلَّا قِيْلًا سَلٰمًا سَلٰمًا
٢٦
Ill± q³lan sal±man sal±m±(n).
kecuali (yang mereka dengar hanyalah) ucapan, “Salam… salam.”
Terakhir Dibaca
وَاَصْحٰبُ الْيَمِيْنِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْيَمِيْنِۗ
٢٧
Wa a¡¥±bul-yam³n(i), m± a¡¥±bul-yam³n(i).
Golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu.
Terakhir Dibaca
فِيْ سِدْرٍ مَّخْضُوْدٍۙ
٢٨
F³ sidrim makh«µd(in).
(Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,
Terakhir Dibaca
وَّطَلْحٍ مَّنْضُوْدٍۙ
٢٩
Wa ¯al¥im man«µd(in).
pohon pisang yang (buahnya) bersusun-susun,
Terakhir Dibaca
وَّظِلٍّ مَّمْدُوْدٍۙ
٣٠
Wa §illim mamdµd(in).
naungan yang terbentang luas,
Terakhir Dibaca
وَّمَاۤءٍ مَّسْكُوْبٍۙ
٣١
Wa m±'im maskµb(in).
Terakhir Dibaca
وَّفَاكِهَةٍ كَثِيْرَةٍۙ
٣٢
Wa f±kihatin ka£³rah(tin).
Terakhir Dibaca
لَّا مَقْطُوْعَةٍ وَّلَا مَمْنُوْعَةٍۙ
٣٣
L± maq¯µ‘atiw wa l± mamnµ‘ah(tin).
yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang memetiknya,
Terakhir Dibaca
وَّفُرُشٍ مَّرْفُوْعَةٍۗ
٣٤
Wa furusyim marfµ‘ah(tin).
dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.
Terakhir Dibaca
اِنَّآ اَنْشَأْنٰهُنَّ اِنْشَاۤءًۙ
٣٥
Inn± ansya'n±hunna insy±'±(n).
Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari itu) secara langsung,
Terakhir Dibaca
فَجَعَلْنٰهُنَّ اَبْكَارًاۙ
٣٦
Faja‘aln±hunna abk±r±(n).
lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan
Terakhir Dibaca
عُرُبًا اَتْرَابًاۙ
٣٧
‘Uruban atr±b±(n).
yang penuh cinta (lagi) sebaya umurnya,
Terakhir Dibaca
لِّاَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ ࣖ
٣٨
Li'a¡¥±bil-yam³n(i).
(diperuntukkan) bagi golongan kanan,
Terakhir Dibaca
ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ
٣٩
¤ullatum minal-awwal³n(a).
(yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu
Terakhir Dibaca
وَثُلَّةٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ
٤٠
Wa £ullatum minal-±khir³n(a).
dan segolongan besar (pula) dari orang-orang yang kemudian.
Terakhir Dibaca
وَاَصْحٰبُ الشِّمَالِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الشِّمَالِۗ
٤١
Wa a¡¥±busy-syim±l(i), m± a¡¥±busy-syim±l(i).
Golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
Terakhir Dibaca
فِيْ سَمُوْمٍ وَّحَمِيْمٍۙ
٤٢
F³ samµmiw wa ¥am³m(in).
(Mereka berada) dalam siksaan angin yang sangat panas, air yang mendidih,
Terakhir Dibaca
وَّظِلٍّ مِّنْ يَّحْمُوْمٍۙ
٤٣
Wa §illim miy ya¥mµm(in).
Terakhir Dibaca
لَّا بَارِدٍ وَّلَا كَرِيْمٍ
٤٤
L± b±ridiw wa l± kar³m(in).
yang tidak sejuk dan tidak menyenangkan.
Terakhir Dibaca
اِنَّهُمْ كَانُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُتْرَفِيْنَۚ
٤٥
Innahum k±nµ qabla ©±lika mutraf³n(a).
Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah.
Terakhir Dibaca
وَكَانُوْا يُصِرُّوْنَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيْمِۚ
٤٦
Wa k±nµ yu¡irrµna ‘alal-¥in£il-‘a§³m(i).
Mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar.
Terakhir Dibaca
وَكَانُوْا يَقُوْلُوْنَ ەۙ اَىِٕذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَۙ
٤٧
Wa k±nµ yaqµlµn(a), a'i©± mitn± wa kunn± tur±baw wa ‘i§±man a'inn± lamab‘µ£µn(a).
Mereka berkata, “Apabila kami telah mati menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan (kembali)?
Terakhir Dibaca
اَوَاٰبَاۤؤُنَا الْاَوَّلُوْنَ
٤٨
Awa'±b±'unal-awwalµn(a).
Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (akan dibangkitkan pula)?”
Terakhir Dibaca
قُلْ اِنَّ الْاَوَّلِيْنَ وَالْاٰخِرِيْنَۙ
٤٩
Qul innal-awwal³na wal-±khir³n(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian
Terakhir Dibaca
لَمَجْمُوْعُوْنَۙ اِلٰى مِيْقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍ
٥٠
Lamajmµ‘µn(a), il± m³q±ti yaumim ma‘lµm(in).
benar-benar akan dikumpulkan pada waktu tertentu, yaitu hari yang sudah diketahui.
Terakhir Dibaca
ثُمَّ اِنَّكُمْ اَيُّهَا الضَّاۤ لُّوْنَ الْمُكَذِّبُوْنَۙ
٥١
¤umma innakum ayyuha«-«±llµnal-muka©©ibµn(a).
Kemudian, sesungguhnya kamu, wahai orang-orang sesat lagi pendusta,
Terakhir Dibaca
لَاٰكِلُوْنَ مِنْ شَجَرٍ مِّنْ زَقُّوْمٍۙ
٥٢
La'±kilµna min syajarim min zaqqµm(in).
pasti akan memakan pohon zaqum.
Terakhir Dibaca
فَمَالِـُٔوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَۚ
٥٣
Fa m±li'µna minhal-bu¯µn(a).
Lalu, kamu akan memenuhi perut-perutmu dengannya.
Terakhir Dibaca
فَشٰرِبُوْنَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيْمِۚ
٥٤
Fasy±ribµna ‘alaihi minal-¥am³m(i).
Setelah itu, untuk penawarnya (zaqum) kamu akan meminum air yang sangat panas.
Terakhir Dibaca
فَشٰرِبُوْنَ شُرْبَ الْهِيْمِۗ
٥٥
Fa sy±ribµna syurbal-h³m(i).
Maka, kamu minum bagaikan unta yang sangat haus.
Terakhir Dibaca
هٰذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّيْنِۗ
٥٦
H±©± nuzuluhum yaumad-d³n(i).
Inilah hidangan (untuk) mereka pada hari Pembalasan.”
Terakhir Dibaca
نَحْنُ خَلَقْنٰكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُوْنَ
٥٧
Na¥nu khalaqn±kum falau l± tu¡addiqµn(a).
Kami telah menciptakanmu. Mengapa kamu tidak membenarkan (hari Kebangkitan)?
Terakhir Dibaca
اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تُمْنُوْنَۗ
٥٨
Afa ra'aitum m± tumnµn(a).
Apakah kamu memperhatikan apa yang kamu pancarkan (sperma)?
Terakhir Dibaca
ءَاَنْتُمْ تَخْلُقُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الْخٰلِقُوْنَ
٥٩
A'antum takhluqµnahµ am na¥nul-kh±liqµn(a).
Apakah kamu yang menciptakannya atau Kami Penciptanya?
Terakhir Dibaca
نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوْقِيْنَۙ
٦٠
Na¥nu qaddarn± bainakumul-mauta wa m± na¥nu bimasbµq³n(a).
Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami tidak lemah
Terakhir Dibaca
عَلٰٓى اَنْ نُّبَدِّلَ اَمْثَالَكُمْ وَنُنْشِئَكُمْ فِيْ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
٦١
‘Al± an nubaddila am£±lakum wa nunsyi'akum f³ m± l± ta‘lamµn(a).
untuk mengubah bentukmu (di hari Kiamat) dan menciptakanmu kelak dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.
Terakhir Dibaca
وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْاَةَ الْاُوْلٰى فَلَوْلَا تَذَكَّرُوْنَ
٦٢
Wa laqad ‘alimtumun-nasy'atal-µl± falau l± ta©akkarµn(a).
Sungguh, kamu benar-benar telah mengetahui penciptaan yang pertama. Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
Terakhir Dibaca
اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تَحْرُثُوْنَۗ
٦٣
Afara'aitum m± ta¥ru£µn(a).
Apakah kamu memperhatikan benih yang kamu tanam?
Terakhir Dibaca
ءَاَنْتُمْ تَزْرَعُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الزّٰرِعُوْنَ
٦٤
A'antum tazra‘µnahµ am na¥nuz-z±ri‘µn(a).
Apakah kamu yang menumbuhkannya atau Kami yang menumbuhkan?
Terakhir Dibaca
لَوْ نَشَاۤءُ لَجَعَلْنٰهُ حُطَامًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُوْنَۙ
٦٥
Lau nasy±'u laja‘aln±hu ¥u¯±man fa §altum tafakkahµn(a).
Seandainya Kami berkehendak, Kami benar-benar menjadikannya hancur sehingga kamu menjadi heran tercengang,
Terakhir Dibaca
اِنَّا لَمُغْرَمُوْنَۙ
٦٦
Inn± lamugramµn(a).
(sambil berkata,) “Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian.
Terakhir Dibaca
بَلْ نَحْنُ مَحْرُوْمُوْنَ
٦٧
Bal na¥nu ma¥rµmµn(a).
Bahkan, kami tidak mendapat hasil apa pun.”
Terakhir Dibaca
اَفَرَءَيْتُمُ الْمَاۤءَ الَّذِيْ تَشْرَبُوْنَۗ
٦٨
Afa ra'aitumul-m±'al-la©³ tasyrabµn(a).
Apakah kamu memperhatikan air yang kamu minum?
Terakhir Dibaca
ءَاَنْتُمْ اَنْزَلْتُمُوْهُ مِنَ الْمُزْنِ اَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُوْنَ
٦٩
A'antum anzaltumµhu minal-muzni am na¥nul-munzilµn(a).
Apakah kamu yang menurunkannya dari awan atau Kami yang menurunkan?
Terakhir Dibaca
لَوْ نَشَاۤءُ جَعَلْنٰهُ اُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُوْنَ
٧٠
Lau nasy±'u ja‘aln±hu uj±jan falau l± tasykurµn(a).
Seandainya Kami berkehendak, Kami menjadikannya asin. Mengapa kamu tidak bersyukur?
Terakhir Dibaca
اَفَرَءَيْتُمُ النَّارَ الَّتِيْ تُوْرُوْنَۗ
٧١
Afa ra'aitumun-n±ral-lat³ tµrµn(a).
Apakah kamu memperhatikan api yang kamu nyalakan?
Terakhir Dibaca
ءَاَنْتُمْ اَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَآ اَمْ نَحْنُ الْمُنْشِـُٔوْنَ
٧٢
A'antum ansya'tum syajaratah± am na¥nul-munsyi'µn(a).
Apakah kamu yang menumbuhkan kayunya atau Kami yang menumbuhkan?
Terakhir Dibaca
نَحْنُ جَعَلْنٰهَا تَذْكِرَةً وَّمَتَاعًا لِّلْمُقْوِيْنَۚ
٧٣
Na¥nu ja‘aln±h± ta©kirataw wa mat±‘al lil-muqw³n(a).
Kami menjadikannya (api itu) sebagai peringatan dan manfaat bagi para musafir.
Terakhir Dibaca
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ ࣖ
٧٤
Fa sabbi¥ bismi rabbikal-‘a§³m(i).
Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahaagung.
Terakhir Dibaca
فَلَآ اُقْسِمُ بِمَوٰقِعِ النُّجُوْمِ
٧٥
Fal± uqsimu bimaw±qi‘in-nujµm(i).
Aku bersumpah demi tempat beredarnya bintang-bintang.
Terakhir Dibaca
وَاِنَّهٗ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُوْنَ عَظِيْمٌۙ
٧٦
Wa innahµ laqasamul lau ta‘lamµna ‘a§³m(un).
Sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang sangat besar seandainya kamu mengetahui.
Terakhir Dibaca
اِنَّهٗ لَقُرْاٰنٌ كَرِيْمٌۙ
٧٧
Innahµ laqur'±nun kar³m(un).
Sesungguhnya ia benar-benar Al-Qur’an yang sangat mulia,
Terakhir Dibaca
فِيْ كِتٰبٍ مَّكْنُوْنٍۙ
٧٨
F³ kit±bim maknµn(in).
dalam Kitab yang terpelihara.
Terakhir Dibaca
لَّا يَمَسُّهٗٓ اِلَّا الْمُطَهَّرُوْنَۙ
٧٩
L± yamassuhµ illal-mu¯ahharµn(a).
Tidak ada yang menyentuhnya, kecuali para hamba (Allah) yang disucikan.
Terakhir Dibaca
تَنْزِيْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ
٨٠
Tanz³lum mir rabbil-‘±lam³n(a).
(Al-Qur’an) diturunkan dari Tuhan seluruh alam.
Terakhir Dibaca
اَفَبِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَنْتُمْ مُّدْهِنُوْنَ
٨١
Afa bi¥±©al-¥ad³£i antum mudhinµn(a).
Apakah kamu menganggap remeh berita ini (Al-Qur’an)
Terakhir Dibaca
وَتَجْعَلُوْنَ رِزْقَكُمْ اَنَّكُمْ تُكَذِّبُوْنَ
٨٢
Wa taj‘alµna rizqakum annakum tuka©©ibµn(a).
dan kamu menjadikan rezeki yang kamu terima (dari Allah) justru untuk mendustakan (Al-Qur’an)?
Terakhir Dibaca
فَلَوْلَآ اِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُوْمَۙ
٨٣
Falau l± i©± balagatil-¥ulqµm(a).
Kalau begitu, mengapa (kamu) tidak (menahan nyawa) ketika telah sampai di kerongkongan,
Terakhir Dibaca
وَاَنْتُمْ حِيْنَىِٕذٍ تَنْظُرُوْنَۙ
٨٤
Wa antum ¥³na'i©in tan§urµn(a).
padahal kamu ketika itu melihat (orang yang sedang sekarat)?
Terakhir Dibaca
وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْكُمْ وَلٰكِنْ لَّا تُبْصِرُوْنَ
٨٥
Wa na¥nu aqrabu ilaihi minkum wa l±kil l± tub¡irµn(a).
Kami lebih dekat kepadanya (orang yang sedang sekarat) daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat.
Terakhir Dibaca
فَلَوْلَآ اِنْ كُنْتُمْ غَيْرَ مَدِيْنِيْنَۙ
٨٦
Falau l± in kuntum gaira mad³n³n(a).
Maka, mengapa jika kamu tidak diberi balasan,
Terakhir Dibaca
تَرْجِعُوْنَهَآ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
٨٧
Tarji‘µnah± in kuntum ¡±diq³n(a).
kamu tidak mengembalikannya (nyawa itu) jika kamu orang-orang yang benar?
Terakhir Dibaca
فَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَۙ
٨٨
Fa amm± in k±na minal-muqarrab³n(a).
Jika dia (orang yang mati) itu termasuk yang didekatkan (kepada Allah),
Terakhir Dibaca
فَرَوْحٌ وَّرَيْحَانٌ ەۙ وَّجَنَّتُ نَعِيْمٍ
٨٩
Fa rau¥uw wa rai¥±n(un), wa jannatu na‘³m(in).
dia memperoleh ketenteraman, rezeki, dan surga (yang penuh) kenikmatan.
Terakhir Dibaca
وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۙ
٩٠
Wa amm± in k±na min a¡¥±bil-yam³n(i).
Jika dia (termasuk) golongan kanan,
Terakhir Dibaca
فَسَلٰمٌ لَّكَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ
٩١
Fa sal±mul laka min a¡¥±bil-yam³n(i).
“Salam bagimu” dari (sahabatmu,) golongan kanan.
Terakhir Dibaca
وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِيْنَ الضَّاۤلِّيْنَۙ
٩٢
Wa amm± in k±na minal-muka©©ib³na«-«±ll³n(a).
Jika dia termasuk golongan para pendusta lagi sesat,
Terakhir Dibaca
فَنُزُلٌ مِّنْ حَمِيْمٍۙ
٩٣
Fa nuzulum min ¥am³m(in).
jamuannya berupa air mendidih
Terakhir Dibaca
وَّتَصْلِيَةُ جَحِيْمٍ
٩٤
Wa ta¡liyatu ja¥³m(in).
dan dibakar oleh (neraka) Jahim.
Terakhir Dibaca
اِنَّ هٰذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِيْنِۚ
٩٥
Inna h±©± lahuwa ¥aqqul-yaq³n(i).
Sesungguhnya ini benar-benar merupakan hakulyakin.
Terakhir Dibaca
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ ࣖ
٩٦
Fa sabbi¥ bismi rabbikal-‘a§³m(i).
Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahaagung.
Klik Jika Selesai Membaca
Ditandai sebagai terakhir dibaca
Qalqalah (Dibaca dengan memantulkan suara).
Iqlab (Tahan suara 2 harakat)Madd Wajib Muttasil (Panjangan suara 5 harakat).
Idgam Bigunah, Idgam Mimi, Gunnah (Tahan suara 2 harakat)Madd Lazim, Madd Farq (Panjangan suara 6 harakat).
Ikhfa, Ikhfa Syafawi (Tahan suara 2 harakat) Madd Jaiz Munfasil, Madd Arid Lissukun, Madd Lin (Panjangan suara 2,4,6 harakat).
Idgam Bilagunnah, Idgam Mutaqaribain, Idgam Mutajanisain, Idgam Mutamasilain (Dibaca lebur tanpa tahan suara).
Source by