Arab Saudi melalui Kementerian Urusan Islam menyelenggarakan program edukasi bertajuk Zad al-Hajj di Masjid Quba. Program ini bertujuan memperkuat pembinaan jemaah jelang musim haji 1447 H/2026 M.
Program Zad al-Hajj ditargetkan menyasar lebih dari 200.000 jemaah haji dari berbagai negara. Program ini jadi bagian strategi besar pemerintah Saudi demi memastikan ibadah haji berjalan sesuai tuntunan syariat serta memperkuat pemahaman keagamaan secara komprehensif sebelum memasuki puncak ritual.
Menurut informasi yang dilansir dari The Islamic Information, kegiatan program Zad al-Hajj dimulai sejak Rabu, 6 Mei 2026 dan akan berlangsung hingga akhir bulan Zulkaidah 1447 H. Program ini mencakup 36 materi ilmiah dari para ulama senior yang terkemuka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Materi tersebut berisi banyak aspek penting dalam ibadah haji, seperti fikih haji, tafsir ayat suci A-Qur'an tentang haji serta keutamaan amal saleh. Bahkan, kajian di Masjid Quba ini juga mengupas aspek fundamental dalam kaidah Islam seperti tauhid, kesucian, syiar-syiar Islam hingga penjelasan terhadap kitab-kitab klasik karya ulama terdahulu.
Pendekatan dari program edukasi tersebut tak hanya berfokus pada praktik ibadah, melainkan juga membangun fondasi keimanan yang kuat bagi para jemaah. Zad al-Hajj juga disampaikan dalam berbagai bahasa untuk menjangkau lebih dari 200.000 jemaah dari berbagai belahan dunia.
Jadwal kajian Zad al-Hajj dirancang fleksibel menyesuaikan agenda jemaah sehingga tidak mengganggu rangkaian perjalanan ibadah mereka di Madinah. Struktu ini memungkinkan pratisipasi yang lebih luas sekaligus memastikan sebanyak mungkin jemaah mendapatkan manfaat maksimal dair program edukasi tersebut.
Diselenggarakannya program edukasi Zad al-Hajj menunjukkan keseriusan pemerintah Saudi dalam meningkatkan kualitas ibadah haji, tak hanya dari sisi layanan fisik melainkan juga aspek spiritual dan intelektual. Lewat pembekalan yang matang, jemaah diharapkan bisa menjalani ibadah haji dengan khusyuk sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW serta membawa ilmu tentang pemahaman Islam yang lebih mendalam.
Zad al-Hajj dirancang dengan tujuan memberi bekal ilmiah dan spiritual terhadap jemaah sehingga mereka tak hanya menjalani ibadah secara teknis, melainkan juga memahami makna terdalam pada setiap rangkaian ritual haji.
(aeb/lus)












































Komentar Terbanyak
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
Kenapa Air Zamzam Tak Pernah Habis Meski Diambil Jutaan Jemaah?