Wakil Menteri Haji dan Umrah RI (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan pemerintah tengah menyiapkan kebijakan agar ke depannya seluruh jemaah umrah Indonesia diberangkatkan menggunakan maskapai nasional.
Langkah tersebut diarahkan untuk mendorong ekosistem ekonomi haji sekaligus mendukung industri penerbangan Tanah Air.
Pernyataan itu disampaikan Dahnil dalam Rapat Kerja dengan Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (Baleg DPR-RI) dan Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta pada Kamis (12/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, saat ini penerbangan haji telah dibagi secara proporsional. Sebanyak 50 persen jemaah menggunakan maskapai Arab Saudi, sementara 50 persen lainnya dilayani Garuda Indonesia sesuai ketentuan otoritas Arab Saudi.
Namun, kondisi berbeda terjadi pada penerbangan umrah. Hingga kini belum ada kewajiban penggunaan maskapai tertentu oleh otoritas Saudi, sehingga jemaah bebas menggunakan maskapai penerbangan dari negara mana pun. Meski begitu, Wamenhaj menyayangkan masih banyak jemaah umrah asal Indonesia yang memilih maskapai penerbangan milik negara lain, alih-alih menggunakan maskapai milik negara sendiri.
"Tapi di umrah, itu banyak saja umrah kita menggunakan penerbangan national flight negara lain. Malaysia misalnya, Saudi, padahal gak ada mandatori harus menggunakan mana," jelas Dahnil.
Ia juga menambahkan bahwa Presiden telah meminta agar sektor haji dan umrah ikut mendukung maskapai penerbangan nasional (national flight).
"Presiden meminta kita bagaimana supaya kalian juga bisa mendukung ekosistem haji ini untuk memperkuat national flight kita," ujar Dahnil.
Sebagai tindak lanjut arahan tersebut, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah menyiapkan skema keberangkatan umrah terpusat melalui asrama haji. Dalam rancangan itu, pihaknya akan berkordinasi dengan maskapai nasional Garuda Indonesia sehingga seluruh proses check-in jemaah akan diselesaikan sejak berada di asrama.
"Misalnya jemaah umrah nanti check in-nya semuanya prosesnya sudah selesai di asrama haji. Jadi tidak ada penumpukan di bandara. Mereka ke sana langsung berangkat, langsung boarding," katanya.
Sistem ini diharapkan dapat memudahkan jemaah sekaligus memberi kenyamanan selama proses keberangkatan.
Selain sektor transportasi, Kemenhaj juga berencana melibatkan Danantara Indonesia untuk mendukung pengembangan fasilitas haji. Tidak hanya rencana kampung haji, Danantara juga didorong berperan dalam peningkatan kualitas asrama-asrama haji di Indonesia.
Wamenhaj berharap dengan berbagai langkah ini dapat meningkatkan layanan haji dan umrah sekaligus memastikan manfaat ekonomi lebih banyak dirasakan di dalam negeri.
(inf/lus)












































Komentar Terbanyak
Anggaran Sewa Laptop & Meja Disebut Terlalu Besar, Kemenag: Ini Jauh Lebih Efisien
Kenapa Mayoritas Penduduk Madinah Dulu Beragama Yahudi?
MUI Kecam Pimpinan Ponpes di Pati yang Perkosa Santriwati: Perbuatan Terkutuk!