Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochammad Irfan Yusuf membeberkan kesiapan penyelenggaraan haji 2026. Menurut penuturannya, biaya operasional haji telah ditransfer sejumlah 64,8 persen dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
"Penyiapan biaya operasional ibadah haji. Jumlah dana ditransfer oleh BPKH sejumlah Rp 11.574.420.950.436 atau sebesar 63,8% dari jumlah permintaan BPIH tahun 2026 sebesar 18 triliun 215 miliar 355 juta 689 ribu 936 rupiah," ujarnya dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (21/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari jumlah itu, beberapa sudah ditransfer ke Arab Saudi untuk persiapan sarana dan prasarana haji. Biaya yang sudah ditransfer mencakup pembayaran tenda, paket layanan Masyair, sebagian hotel dan semacamnya.
"Pemerintah telah melakukan transfer untuk pembayaran tenda, paket layanan Masyair, dan sebagian hotel, konsumsi, transportasi sebesar 2.254.320.260 Saudi Riyal dan tenggat waktu pembayarannya 20 Januari 2026 kemarin," jelas Gus Irfan --sapaan akrabnya--
Kemudian, Irfan juga menjelaskan persiapan di Saudi sudah dilakukan sejak 27 November 2025 yang meliputi akomodasi, konsumsi serta transportasi.
"Adapun progresnya sebagai berikut: akomodasi hotel yang digunakan untuk jemaah haji reguler di Makkah sebanyak 178 hotel yang tersebar dalam wilayah Misfalah 29,56%, Syisyah 27,20%, Raudhah 22,60%, Jarwal 10,30%, dan lainnya 10,30%," terangnya menguraikan.
"Sementara di Madinah ada 3 wilayah: Markaziyah Shamaliyah 49,67%, Markaziyah Gharbiyah 36,72%, dan Markaziyah Janubiyah 13,61%," imbuh Gus Irfan.
Dia juga menjelaskan konsumsi yang akan diterima jemaah haji selama berada di Makkah maksimal 84 kali. Rinciannya 78 kali makan fresh meal dan 6 kali makan ready to eat pada 7, 8 dan 13 Zulhijah yang akan dilayani oleh 52 dapur.
"Sementara untuk di Madinah jemaah haji akan dilayani oleh 23 dapur dengan maksimal 27 kali makan," sambung Gus Irfan.
Menhaj menegaskan progress penyediaan konsumsi bagi jemaah haji sudah masuk dalam proses input dan pembayaran.
"Sementara progress untuk manual untuk 52 dapur Makkah dan 23 Madinah telah selesai dilaksanakan," ungkapnya.
Selain itu, Gus Irfan juga menguraikan terkait transportasi di Arab Saudi. Layanan itu terbagi ke tiga layanan.
"Transportasi bagi jemaah haji terbagi dalam tiga layanan: bus antarkota angkutan perhajian melayani jemaah haji dengan rute hotel Madinah ke hotel Makkah, hotel Makkah ke hotel Madinah, hotel Makkah ke Bandara KAIA, dan hotel Madinah ke Bandara AMAA," tandasnya.
(aeb/erd)












































Komentar Terbanyak
Gaji ASN Nunggak 2 Bulan, Kemenhaj-Kemenag Saling Tuding
Perkiraan 1 Ramadan 2026: Pemerintah, BRIN, Muhammadiyah dan NU
Keseharian Rasulullah yang Jarang Diketahui Orang