Melihat Pemantauan Hilal di Jakarta Barat

Petugas Lembaga Falakiyah PWNU DKI Jakarta mengamati hilal di Masjid KH Hasyim Asy’ari, Kamis (19/3/2026).

Pengamatan dilakukan saat matahari terbenam untuk melihat kemunculan bulan sabit sebagai penanda awal bulan Syawal.

 

Petugas menggunakan alat optik untuk memastikan posisi hilal sesuai kriteria visibilitas yang ditentukan.

 

Hasil pemantauan menunjukkan hilal berada pada ketinggian sekitar 2 derajat di atas ufuk.

 

Selain rukyat, penentuan awal bulan Hijriah juga dapat menggunakan metode hisab atau perhitungan astronomi.

 

Data hasil pengamatan hilal dilaporkan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sebagai bahan kajian.

 

Hasil rukyatul hilal menjadi salah satu dasar penetapan awal Idulfitri dalam sidang isbat pemerintah.

 
Petugas Lembaga Falakiyah PWNU DKI Jakarta mengamati hilal di Masjid KH Hasyim Asy’ari, Kamis (19/3/2026).
Pengamatan dilakukan saat matahari terbenam untuk melihat kemunculan bulan sabit sebagai penanda awal bulan Syawal. 
Petugas menggunakan alat optik untuk memastikan posisi hilal sesuai kriteria visibilitas yang ditentukan. 
Hasil pemantauan menunjukkan hilal berada pada ketinggian sekitar 2 derajat di atas ufuk. 
Selain rukyat, penentuan awal bulan Hijriah juga dapat menggunakan metode hisab atau perhitungan astronomi. 
Data hasil pengamatan hilal dilaporkan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sebagai bahan kajian. 
Hasil rukyatul hilal menjadi salah satu dasar penetapan awal Idulfitri dalam sidang isbat pemerintah.