3 Tips Kelola Stres Jelang UTBK Menurut Pakar UB, Yuk Regulasi Pikiran-Emosi!

ADVERTISEMENT

3 Tips Kelola Stres Jelang UTBK Menurut Pakar UB, Yuk Regulasi Pikiran-Emosi!

Cicin Yulianti - detikEdu
Kamis, 23 Apr 2026 13:30 WIB
UTBK di Universitas Brawijaya
UTBK SNBT. Foto: Istimewa
Jakarta -

Menjelang Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), tak jarang peserta mengalami stres. Pasalnya, UTBK dapat menjadi penentu apakah peserta dapat diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) impian atau tidak.

Seperti yang dirasakan oleh salah satu peserta UTBK di Universitas Brawijaya (UB) yakni Melkior Natanael. Ia mengaku telah menyiapkan diri sebaik mungkin untuk UTBK.

Akan tetapi, perasaan cemas dan stres itu tetap datang. Apalagi saat hari ujian semakin dekat, stres tersebut semakin menjadi-jadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebenarnya selama persiapan saya sudah merasa cukup optimis dan yakin pada diri sendiri. Tapi setelah melihat hasil tryout, saya menjadi gelisah karena kurang puas dengan hasilnya. Hal ini membuat saya semakin memaksa diri untuk lebih rajin belajar," ujarnya dalam keterangan resmi UB, Kamis (23/4/2026).

Tak hanya Melkior, peserta UTBK lain yakni Fika mengakui hal yang sama. Bahkan, Fika sampai stres terhadap hasilnya nanti.

ADVERTISEMENT

"Setelah menyelesaikan UTBK, saya masih merasa cemas karena memiliki harapan besar untuk lolos di program studi yang saya inginkan, namun sebagian dari diri saya juga merasa lega," ujarnya.

Stres Jelang UTBK Wajar, Tapi...

Stres merupakan sebuah hal yang wajar apalagi menjelang hari penting seperti UTBK. Namun, jika stres tidak dikelola dengan baik maka dapat berakibat buruk.

Dosen Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UB Dr Sumi Lestari, S Psi, MSi pun memberikan tips bagi peserta UTBK yang merasakan stres serupa Fika dan Melkior.

"UTBK dipersepsikan sebagai gerbang utama menuju perguruan tinggi impian serta menjadi parameter kesuksesan. Maka dari itu, peserta akan memberi upaya maksimal yang cenderung berpotensi menjadi sumber tekanan yang menyebabkan datangnya rasa lelah fisik maupun psikologis," tuturnya.

Pemicu Stres Jelang UTBK

1. Cemas Berlebih

Sumi menjelaskan ada dua tipe stres dalam dunia psikologi yakni eustress (stres yang bersifat konstruktif) dan distress (bersifat destruktif).

Stres konstruktif adalah stres yang berasal dari cemas akan kegagalan. Stres tersebut kemudian akan membangun upaya dalam diri untuk menepis kegagalan tersebut.

Sementara stres destruktif adalah stres berlebihan yang sebaliknya, merusak. Stres jenis ini akan membuat seseorang jadi merasa rendah diri, membandingkan diri dengan orang lain, sampai tidak bisa berpikir realistis lagi.

"Dalam konteks UTBK, perlu dihindari stres yang bersifat destruktif, karena ketakutan akan kegagalan yang terlalu berlebihan dapat merugikan diri sendiri. Ketika hal ini kontraproduktif, seorang individu dapat memforsir diri untuk belajar tetapi cenderung melupakan dirinya sendiri, seperti melupakan waktu makan dan tidak meluangkan waktu istirahat yang cukup," saran Sumi.

2. Persiapkan Diri dengan Kurang

Stres lainnya yang dirasakan peserta UTBK biasanya dipicu overthinking. Selain itu, overthinking ini dapat muncul karena persiapan belajar dan kurang.

"Jika persiapan sudah dilakukan sebaik mungkin, seorang individu dapat melakukan evaluasi terkait kekurangan yang perlu diperbaiki. Jika sudah mampu mengevaluasi kinerja diri sendiri, maka tidak akan terjadi overthinking. Mereka akan lebih siap untuk menerima hasil apa adanya," terangnya.

3. Standar Harapan yang Tak Sesuai Kemampuan

Pemicu selanjutnya adalah dengan menerapkan standar harapan yang sesuai dengan kemampuan diri. Pasalnya, setiap orang pasti punya batas kemampuan masing-masing.

Dengan menetapkan standar sesuai kemampuan, peserta akan terhindar dari mengkritik diri sendiri. Jika standar terlalu tinggi, hasil akhirnya bisa berupa ketidakpuasan diri.

Tips Kelola Stres yang Tepat Jelang UTBK

Sumi kemudian membagikan beberapa tips agar stres jelang UTBK bisa dikelola dengan cara yang baik, misalnya dengan cara-cara berikut:

1. Mengelola Pikiran

Sumi menegaskan bahwa stres rata-rata dipicu oleh faktor pikiran. Tinggalkan dahulu pikiran-pikiran negatif. Jika memang mempunyai kekurangan, pelajarilah hingga menemukan peluang yang baik.

"Stres sering dipicu oleh faktor pikiran. Strategi kognitif membantu individu untuk berpikir secara lebih rasional dan meninggalkan pikiran-pikiran negatif yang belum tentu terjadi. Berpikirlah positif agar perilaku yang tampak pun positif," jelasnya.

2. Regulasi Emosi

Regulasi emosi harus dimiliki untuk menjaga agar ingatan tersimpan baik di kepala. Hal ini akan mendukung ketenangan juga selama mengerjakan soal.

"Terkadang mengelola emosi itu penting untuk menjaga kita tetap tenang dan fokus," ujar Sumi.

3. Manajemen Waktu

Strategi perilaku pun harus dijalankan untuk mencegah stres destruktif, contohnya dengan manajemen belajar yang baik. Upayakan belajar dan latihan soal sebelum jauh-jauh hari. Jika belajar hanya dilakukan menjelang ujian, maka yang dirasakan hanyalah tekanan.

"Tetaplah optimis dan percaya bahwa usaha yang dilakukan tidak akan sia-sia. Jika hasilnya sesuai dengan harapan, jadikanlah sebagai awal untuk melangkah lebih jauh. Namun, jika belum sesuai, bukan berarti segalanya telah berakhir. Masih banyak jalan dan kesempatan lain yang dapat ditempuh," pesan Sumi.




(cyu/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads