Gagal SNMPTN Gegara 5 Hal Remeh Ini, Bisa Auto Nyesel

Novia Aisyah - detikEdu
Sabtu, 04 Des 2021 08:00 WIB
Ilustrasi SNMPTN 2022
Foto: Tim Infografis
Jakarta -

Sosialisasi SNMPTN 2022 atau Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) telah dimulai sejak Rabu (01/12/2021). Bersamaan dengan hal ini, LTMPT juga telah memberikan sejumlah ketentuan terkait syarat, jadwal, tahapan, dan mata pelajaran SNMPTN 2022 dalam laman resmi mereka.

Dikutip dari LTMPT, sejumlah tahapan dalam pendaftaran SNMPTN tahun ini adalah pengumuman kuota, registrasi akun LTMPT bagi sekolah dan siswa, melihat data siswa yang berhak mendaftar, sekolah menentukan calon peserta, pengisian PDSS, pendaftaran SNMPTN, pemilihan PTN dan program studi (prodi), pengunggahan portofolio, seleksi jalur SNMPTN, pengumuman, dan daftar ulang.

Agar lebih terhindar dari kegagalan SNMPTN atau SBMPTN, ada baiknya melihat lagi beberapa kesalahan di tahun-tahun sebelumnya. Ketua LTMPT Mohammad Nasih memaparkan sejumlah hal tersebut tahun lalu dalam Sosialisasi Daring SNMPTN-UTBK-SBMPTN 2021.

"Ada beberapa hal yang selama ini menyebabkan peserta atau lulusan SLTA tahun-tahun yang berkenaan itu gagal dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru, baik SNMPTN maupun SBMPTN ," kata Nasih.

5 Kesalahan Penyebab Kegagalan SNMPTN/SBMPTN

1. Keteledoran dalam Pembuatan Akun LTMPT

"Ini ada beberapa yang nampaknya, mohon maaf, apakah sekolahnya apakah siswanya yang kadang-kadang teledor," kata Nasih. Keteledoran yang dimaksud Nasih adalah tidak menyelesaikan pendaftaran sampai tuntas, ada beberapa data yang tidak sinkron, atau bahkan tidak ada informasi apapun mengenai sekolah dan sebagainya. Sederet hal ini menyebabkan prosesnya tidak bisa dilanjutkan.

2. Mengajukan Komplain ketika Proses Sudah Ditutup

"Komplainnya itu seringkali sudah terlambat ketika proses sudah tutup, sehingga tidak dimungkinkan adanya pembetulan-pembetulan," jelas Nasih. Dia meminta agar data sekolah dan segala syarat yang dibutuhkan untuk disiapkan sejak awal.

3. Kurang Berhati-hati dalam Pengisian PDSS

Bagi yang tergolong siswa akselerasi atau tidak menggunakan sistem kredit semester (SKS) perlu berhati hati dalam mengisi pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS). "Mereka-mereka yang di luar kebiasaan, yang mestinya tiga tahun kemudian hanya diselesaikan hanya dua tahun. Ini juga menjadi titik krusial," terang Nasih. DIa menambahkan, siswa berhak melakukan cek dan persiapan lebih awal.

4. Perbedaan Persepsi Data antara Sekolah dan Siswa

Dirinya menyarankan agar sejak awal ada koordinasi antara sekolah dan siswa mengenai data yang diserahkan saat mendaftar SNMPTN. "Sehingga ini tolong di-fix-kan, dipastikan di sekolah karena kami masih sering mendengarkan perbedaan persepsi (data)," ujar Nasih.

5. Menggunakan Format Foto yang Keliru

Kesempatan untuk bisa lulus penilaian SNMPTN menurut Nasih bisa menjadi sangat kecil saat foto yang dikumpulkan tidak sesuai dengan format. "Ada yang foto dengan selfie, ada yang foto dengan pacarnya, ada yang foto dengan kucingnya, ada yang foto dengan keluarganya, bahkan ada yang foto dari belakang, tidak kelihatan mukanya," papar Nasih. Sederet kesalahan dalam pengumpulan foto ini akan menjadikan kandidat tidak diikutsertakan dalam penilaian seleksi dan dihitung sebagai curang.

Itulah beberapa hal yang perlu dicermati agar terhindar dari kegagalan SNMPTN maupun SBMPTN. Catat baik-baik detikers!



Simak Video "SNMPTN 2021 Dibuka, Begini Tahapan Pendaftarannya"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia