Kisah Anak Kuli Bangunan Lolos Matematika UGM

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 23 Jun 2021 18:45 WIB
Anak kuli bangunan lolos UGM
Foto: Dok. UGM
Jakarta -

Melalui jalur SNMPTN 2021, Halimatus Sa'diyah dinyatakan lolos di Departemen Matematika Universitas Gadjah Mada (UGM). Buah manis perjuangan panjangnya diwujudkan dengan syukur tak henti-henti.

"Rasanya seneng, bisa sedikit memberikan kebahagiaan untuk bapak dan ibu karena saya lolos SNMPTN dengan program KIP Kuliah, mudah-mudahan meringankan," ujar Halimatus, seperti dikutip melalui situs resmi UGM, Rabu (23/06/2021).

Kehidupan Halimatus penuh keterbatasan sejak kecil. Ayahnya yang berusia 54 tahun, bekerja sebagai kuli bangunan dan menderita liver sejak masih berusia 35.

Sementara, ibu Halimatus adalah ibu rumah tangga pada umumnya. Pendapatan keluarganya dalam kisaran 65 ribu per hari atau kira-kira 1.950.000 per bulan. Hal tersebut membuat Halimatus awalnya merasa mustahil untuk dapat melanjutkan kuliah.

Perempuan kelahiran Probolinggo, 27 April 2003 ini mengaku selalu dapat ranking 1 saat masih SD. Saat bersekolah di SDN 1 Pondok Wuluh adalah pertama kali dirinya mencoba kejuaraan cerdas cermat, walau tak berhasil.

Ketika jenjang SMP, dirinya juga selalu menempati peringkat 1 dan 2. Saat itu, pelajar yang lolos SNMPTN 2021 ini sudah sempat bergabung di OSN Matematika dan meraih prestasi sebagai Duta Adiwiyata Mandiri Nasional.

Halimatus bercerita, "Pengalaman olimpiade sebenarnya sudah saya rintis semenjak kelas 7-9 SMP tetapi belum mendapatkan medali. Di SMP ini saya juga menambah kegiatan organisasi dengan menjadi anggota Remaja Masjid sebagai sekretaris."

Saat SMA, barulah Halimatus mencoba hal berbeda. Ia memilih melanjutkan sekolah di pesantren Darul Ulum Jombang.

Di pesantren tersebut, Halimatus baru merasakan persaingan yang semakin ketat. Namun, ia selalu bertahan di peringkat 1 dan 2.

Dirinya juga sempat menjadi koordinator soal Fisika dan IPA Terpadu dalam organisasi Science and Social Olympiad Nasional (SSO) di SMA Darul U'lum 2. Saat diwisuda, Halimatus berhasil mendapat peringkat 5 dari 354 siswa di sekolahnya.

Selama SMA, Halimatus adalah pelajar yang sangat aktif. Ia bergabung dalam kegiatan ekstrakulikuler Cambridge examination, tahfiz, klub bahasa Inggris, dan Teknologi Informatika.

Dirinya pernah meraih medali emas dalam International Science and Invention Fair 2020, juara 1 lomba KOPSI tingkat sekolah, Cambridge Examination Grade C 5, serta juara 3 tingkat nasional Olimpiade Mipa dan Farmasi yang diselenggarakan oleh Unair. Biarpun kegiatannya padat, nilai semester dara ini rata-rata adalah minimal 90.

Menurut Halimatus, dirinya bisa berprestasi sedemikian rupa karena selalu membersihkan pikiran-pikiran, selain untuk menuntut ilmu. Ia juga memprioritaskan belajar karena menanamkan pada diri sendiri untuk bisa meraih cita-cita.

"Yang penting juga jangan menunda-nunda tugas, selalu berdoa dan tawakal serta mengatur waktu dengan mendahulukan yang utama baru yang sekunder, tersier. Selama tugas primer belum terselesaikan jangan mengerjakan yang sekunder," kata Halimatus.

Baginya, faktor yang ikut mendorong diterima di Departemen Matematika FMIPA UGM adalah keberhasilannya mendapat medali emas di International Science and Invention Fair 2020.

Ia mengaku mengikuti kejuaraan tersebut, tanpa memberitahu pimpinan kurikulum di sekolahnya dulu. "Karena jika lapor ke pimpinan kurikulum, lalu saya tidak lolos pasti akan malu. Maka saya lakukan secara diam-diam karena saya tahu, jika anak SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang mengikuti lomba pasti akan menang minimal tingkat kabupaten," tutur Halimatus.

Keberhasilannya meraih medali emas ini membuahkan keyakinan bahwa semua orang bisa berpeluang di tingkat internasional. Halimatus berpendapat, yang penting tetap fokus, sungguh-sungguh, dan yakin dengan yang dikerjakan.

Perihal kelulusannya dalam seleksi SNMPTN 2021 kemarin, Halimatus mengatakan bahwa ia memilih matematika karena memang mencintai matematika.

Dara yang bercita-cita sebagai dosen ini juga mengaku, "Saat pengumuman saya, bapak ibu terharu bercampur bahagia, sebab sesuai dengan cita-cita, dan perjuangan saya mulai dari SD, SMP, dan SMA tidak sia-sia."



Simak Video "SNMPTN 2021 Dibuka, Begini Tahapan Pendaftarannya"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia