Tes Sekolah Kedinasan Masukkan Soal Tentang Radikalisme, Apa Alasannya?

Tim detikcom - detikEdu
Minggu, 11 Apr 2021 07:00 WIB
Infografis sekolah kedinasan 2021
Tes seleksi sekolah kedinasan 2021 akan ditambah dengan soal terkait radikalisme ( Foto: Infografis detikcom/Fuad Hasim )
Jakarta - Pemerintah resmi membuka pendaftaran seleksi sekolah kedinasan 2021 pada Jumat (9/4/2021). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyebut akan memasukkan topik radikalisme dalam soal tes.

Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (BKN) Suharmen menyatakan akan ada penambahan 10 soal yang terkait dengan radikalisme. Penambahan ini juga sekaligus akan memengaruhi batas nilai kelulusan atau passing grade.

"Jumlah soal yang nanti akan ditambahkan yang berbeda dengan tahun 2019 yang lalu. Terutama soal-soal yang terkait dengan radikalisme," ujar Suharmen dalam konferensi pers virtual, Kamis (8/4/2021).

"Jadi kalau tahun lalu kita tidak bisa menangkap atau tidak ada soal yang terkait dengan radikalisme maka tahun ini akan ditambahkan ada sekitar 10 soal terkait dengan radikalisme ini. Jadi, tentu saja ini akan mempengaruhi posisi passing grade-nya yang nanti itu akan ditetapkan melalui keputusan Menteri PAN RB."

Secara terpisah, Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama BKN Paryono menyampaikan soal-soal tersebut merupakan bentuk pencegahan awal masuknya paham radikalisme ke dalam lingkungan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Sekolah kedinasan ini kan untuk mendidik para calon PNS. Namun seperti diketahui paham radikalisme bisa menyusup ke mana saja termasuk PNS. Soal ini merupakan skrining awal," ujar Paryono pada detikEdu.

Paryono juga membantah jika soal tersebut ditujukan pada sekolah kedinasan tertentu saja. "Tidak terkait dengan sekolah tertentu karena soal ini ditujukan untuk semuanya," katanya.

Untuk diketahui, Agustus 2020 lalu detikFinance pernah memberitakan kabar yang beredar di media sosial bahwa Politeknik Keuangan Negara (STAN) ditutup.

Dalam sebuah gambar yang tersebar, kampus STAN disebut ditutup dan tidak menerima mahasiswa baru karena ada isu radikalisme di dalam kampus.

Pimpinan PKN STAN saat itu Rahmadi Murwanto menegaskan bahwa informasi mengenai kampus yang ditutup tidak benar adanya.

Rahmadi sendiri mengatakan bahwa pendaftaran mahasiswa baru STAN ditutup karena kekhawatiran penyebaran COVID-19 pada saat seleksi mahasiswa baru. Pendaftaran ditutup hanya untuk tahun ini, bukan 4 tahun seperti kabar yang beredar.

Menurut jadwal yang disampaikan BKN, seleksi kompetensi dasar untuk sekolah kedinasan 2021 akan dimulai pada minggu ke-4 bulan Mei. Tiap sekolah kedinasan punya jadwal berbeda.

Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) misalnya digelar akhir Mei. Sementara IPDN dan PKN STAN baru dimulai minggu ke-3 Juni 2021. (pal/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia