2 Jurus BKN Antisipasi Kecurangan di Proses Seleksi Sekolah Kedinasan

Rahma I Harbani - detikEdu
Sabtu, 10 Apr 2021 13:00 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) melantik 744 pamong praja muda IPDN. Pelantikan itu diselenggarakan di Lapangan IPDN, Jatinangor, Jabar, hari ini.
Foto: Wisma Putra/2 Jurus BKN Antisipasi Kecurangan di Proses Seleksi Sekolah Kedinasan
Jakarta -

Menteri PAN RB (Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) Tjahjo Kumolo mengingatkan para peserta baik seleksi sekolah kedinasan, seleksi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), maupun seleksi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) untuk berhati-hati dengan segala bentuk calo.

Seperti yang telah diketahui, kemarin secara resmi dibuka pendaftaran untuk seleksi sekolah kedinasan 2021. Para peserta diimbau untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan kecurangan dalam bentuk apapun selama pelaksanaan seleksi.

Hal ini ditegaskan oleh Tjahjo pada penutupan konferensi pers kemarin (9/4/2021).

"Hati-hati terhadap siapapun, perorangan (atau) kelompok mengatasnamakan siapa (pun) yang sifatnya calo. Ini prosesnya terbuka, sistemnya juga tidak ada peluang untuk apapun, untuk adanya KKN. Jadi, adik-adik terhadap kelompok calo yang sekarang sudah gentayangan mencari sasaran, jangan percaya," tegas Tjahjo.

Lebih lanjut, Tjahjo mengimbau para peserta untuk selalu ikuti laman-laman resmi seperti, website PAN RB, BKN (Badan Kepegawaian Negara), atau pun Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia).

Sehubungan dengan antisipasi calo, pihak BKN pun sudah mengantisipasi kecurangan pada proses seleksi sekolah kedinasan melalui 2 hal berikut ini.

Berikut 2 Jurus BKN Antisipasi Kecurangan pada Proses Seleksi Sekolah Kedinasan:

1. Perbaikan Sistem Face Recognition

Mekanisme dilakukan saat peserta melakukan pendaftaran sekolah kedinasan di awal. Para peserta diminta untuk melakukan swafoto sebanyak 3 kali dalam berbagai sudut pengambilan gambar seperti, tampak samping, tampak depan, atau tampak serong sedikit.

Data ini akan disimpan dalam sistem CAT (Computer Assisted Test) BKN dan digunakan saat peserta akan melakukan ujian.

"Begitu mereka log in ke dalam sistem seleksinya, maka nanti karena webcam dari semua komputer yang digunakan akan diaktifkan. Karena kalau webcam-nya tidak aktif, maka sistemnya akan langsung nge-lock jadi tidak bisa lanjutkan prosesnya," jelas Deputi Bidang Sistem Kepegawaian BKN melalui konferensi pers virtual Pembukaan Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2021, kemarin.

Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa peserta yang melakukan pendaftaran di awal serta peserta yang melakukan tes di titik lokasi ujian adalah orang yang sama.

2. Petugas Ujian Menandatangi Pakta Integritas

Sebelum ditugaskan, petugas akan diminta menandatangani pakta integritas. Sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No 53 Tahun 2010, bagi yang melanggar selama pelaksanaan seleksi sekolah kedinasan akan dikenakan sanksi hukuman disiplin tingkat berat, yaitu pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS.

"Karena tujuan kita adalah mendapatkan yang terbaik, yang akan menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara) sebagaimana dituangkan ke dalam road map pembangunan SDM Kementerian PAN RB. Tentu saja tugas dan tanggung jawab kita bersama untuk mengawal ini," tutupnya.



Simak Video "MenPAN-RB Ungkap Pencegahan Korupsi di Perizinan-Tata Niaga Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia