SMKN 4 Samarinda mengungkapkan kronologi Mandala Rizky Syaputra sebelum meninggal. Sang ibunda disebut beberapa kali meminta bantuan dana ke sekolah. Namun, didapati fakta bahwa Mandala tak pernah dibawa ke fasilitas kesehatan.
"Sepatu Bukan Penyebab Kematian," demikian tulis SMKN 4 Samarinda.
Dilansir dari akun instagram (IG) SMKN 4 Samarinda @smkn4_samarinda dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur (Disdikdbud Kaltim) @disdikbudkaltim pada Senin (4/5/2026) dikutip Selasa (5/5/2026) berikut pernyataan lengkapnya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal Hal yang perlu Diperhatikan
Agar tidak terjadi kesalahpahaman, berikut beberapa fakta yang perlu kita cermati:
Sepatu Bukan Penyebab Kematian
Tanpa ada diagnosis medis yang lengkap, sepatu tidak dapat disebut sebagai penyebab kematian karena belum terbukti. Tidak ditemukan luka pada bagian kaki baik di tumit maupun di jari-jari kaki. Kaki membengkak di bagian punggung.
Keterbukaan Informasi dari Keluarga menjadi Kendala
Ibu Mandala sendiri mengakui bahwa beliau melarang anaknya bercerita tentang kesulitan keluarga kepada sekolah atau teman-teman. Mandala sebenarnya pernah mengeluh soal sepatu kepada ibunya, tetapi informasi itu tidak segera diteruskan ke sekolah. Sekolah baru mengetahu hal ini pada kunjungan kedua di hari Kamis,
23 April 2026
Sekolah selalu merespons setiap kali ada permintaan bantuan. Setiap kali ibu atau Mandala meminta bantuan, sekolah segera merespons: memberikan bantuan uang, menyalurkan zakat, berusaha untuk membantu mengaktifkan BPJS, melakukan kunjungan rumah, memberikan bantuan tunai dan makanan, hingga merencanakan pembelian sepatu dan bantuan medis.
Mandala Tidak Pernah Dibawa ke Layanan Kesehatan
Berdasarkan keterangan kakak dan ibunya, Mandala ternyata tidak pernah diperiksakan ke dokter atau fasilitas kesehatan lainnya, sehingga penyebab pasti meninggalnya tidak diketahui secara medis. Ibu Mandala hanya mengoleskan Fresh Care pada bengkak di kaki Mandala dan memberinya Sangobion karena berasumsi Mandala mengalami kurang darah.
Adapun keterangan mengenai sakit yang disampaikan ke pihak sekolah bersifat nonmedis pun tidak benar. Ini baru diketahui pihak sekolah berdasarkan pengakuan Ibu Mandala saat kunjungan pada Jumat, 1 Mei 2026.
"Agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat, kami ingin berbagi cerita kronologis kejadian ini dengan hati yang terbuka. Bukan untuk menyalahkan, melainkan untuk mengenang dan memetik pelajaran bersama," tulis SMKN 4 Samarinda dalam pemaparan kronologinya.
Sebelumnya diberitakan meninggalnya murid SMK Negeri 4 Samarinda. Murid yang dikenal sebagai Mandala Rizky Saputra itu meninggal karena sepatu sekolah yang terlalu sempit.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur, Armin, menjelaskan pihaknya telah melakukan koordinasi dan pendalaman informasi dari berbagai pihak atas kejadian ini. Hasilnya, Mandala memang mengalami penurunan kesehatan dan temuan kaki yang membengkak.
"Kondisi kesehatan siswa diketahui mengalami penurunan kondisi fisik, pusing, dan pembengkakan pada kaki. Setelah dilakukan kunjungan ke rumah siswa, menurut informasi, sepatu kekecilan," kata Armin dalam keterangan tertulis yang diteruskan oleh humas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dikutip Selasa (5/5/2026).
(nwk/faz)











































