Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperluas proses revitalisasi satuan pendidikan di Indonesia. Pada 2026 target revitalisasi satuan pendidikan mencapai lebih dari 71 ribu sekolah.
Mengenai hal itu, Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengajak masyarakat untuk melihat progres program ini melalui berbagai sisi. Menurutnya, setiap daerah di Indonesia tidak selalu bisa disamakan standarnya dengan Jakarta.
"Banyak orang Jakarta melihat Indonesia itu semuanya seperti ukuran Jakarta. Jadi, kalau ada sekolah kok dindingnya itu kayu dianggap di bawah standar," tutur Menteri Mu'ti di acara Silaturahmi Mendikdasmen dengan Media, di Rumah Dinas Sekretaris Jenderal Kemendikbud Jalan Cut Mutia 3, Cikini, Jakarta, Sabtu (7/3/2026) ditulis Minggu (8/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Revitalisasi Boleh Sesuai Local Wisdom
Ia menegaskan, kebijakan revitalisasi satuan pendidikan Kemendikdasmen memperbolehkan sekolah mempertahkan local wisdom atau kearifan lokal dan identitas budaya daerah masing-masing.
Melansir laman Museum Pendidikan Nasional, dijelaskan local wisdom merupakan pandangan atau gagasan yang bernilai baik, tertanam, diikuti, dan diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Biasanya local wisdom mencerminkan adat istiadat, pengetahuan lokal, dan etika.
Jika ada suatu daerah yang menurut local wisdom mereka lebih baik menggunakan kayu sebagai bangunan sekolah, pandangan ini tidak perlu dipaksakan. Menteri Mu'ti kembali menyebutkan pihaknya mengakomodir hal itu.
"Kalau memang local wisdom-nya kayu ya jangan dipaksa (pakai) semen dan batu bata atau tembok, karena itu local wisdom. Kemudian memang ya local wisdom itu kita akomodir," jelasnya.
Kemendikdasmen juga memperhatikan lokasi pembangunan sekolah, terutama di wilayah hutan. Ketika kebijakan dan kearifan lokal tidak memperbolehkan hutan dibangun sekolah permanen, pihaknya akan mengikuti.
"Nah yang begini kan kadang-kadang snapshot aja kan yang muncul di permukaan, tapi on the ground sesungguhnya terjadi itu tidak banyak (yang tahu). Karena memang ya sekali lagi banyak kita melihat masalah dari Jakarta (bukan langsung ke daerahnya)," imbuh Mendikdasmen.
Update Revitalisasi Sekolah di Lokasi Bencana Sumatera
Salah satu fokus program revitalisasi satuan pendidikan Kemendikdasmen 2026 adalah pemulihan sekolah di wilayah terdampak bencana Sumatera. Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti menyatakan saat ini sudah ada 2.247 sekolah yang sudah melaksanakan perjanjian kerja sama (PKS) untuk program revitalisasi.
Sebanyak 1.980 sekolah di antaranya masuk kategori rusak ringan. Sekolah di kategori ini akan direvitalisasi melalui skema swakelola oleh satuan pendidikan.
Lebih lanjut, Suharti membeberkan ada 297 sekolah yang masuk dalam kategori rusak berat. Proses revitalisasi sekolah rusak berat akan dibantu oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI), termasuk proses relokasi sekolah tersebut.
Ia menyebut, Kemendikdasmen sudah melakukan penandatangan PKS dengan TNI Angkatan Darat (AD) untuk mempercepat proses pembangunan sekolah di daerah terdampak bencana Sumatera. Dari total 2.247 sekolah yang telah melakukan PKS program revitalisasi, 791 satuan pendidikan sudah mendapatkan dananya.
"Dari 2.247 tadi, sudah 791 (sekolah) yang kita cairkan (dana revitalisasi) dan hanya untuk tahap pertama 70%. Jadi, sudah bergerak cukup progresif," tandas Suharti.
(det/nah)











































