Perusahaan Aluminium Rusia Bakal Rekrut 50 Lulusan SMK, Peluang Dapat Gaji Rp 43 Juta!

Perusahaan Aluminium Rusia Bakal Rekrut 50 Lulusan SMK, Peluang Dapat Gaji Rp 43 Juta!

Devita Savitri - detikEdu
Selasa, 27 Jan 2026 15:30 WIB
Perusahaan Aluminium Rusia Bakal Rekrut 50 Lulusan SMK, Peluang Dapat Gaji Rp 43 Juta!
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin dan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov, jalin kerja sama untuk rekrut lulusan SMK RI. Foto: ANTARA
Jakarta -

Perusahaan aluminium asal Rusia, RUSAL siap merekrut lulusan SMK Indonesia dalam program pengembangan keterampilan tinggi. Mereka akan menempuh pendidikan dan berkesempatan mendapat kontrak kerja dengan gaji Rp 43,8 juta.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyebut ini adalah bagian dari program "SMK Go Global" yang juga bagian "Quick Win" Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan untuk melatih dan menempatkan lulusan SMK terampil di pasar internasional dan dilindungi.

"Fokus utama kami ke depan adalah mengalihkan orientasi pengiriman PMI dari sektor domestik ke sektor profesional dengan keahlian menengah hingga tinggi," katanya dikutip dari Kantor Berita Antara, Selasa (27/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rekrut 50 Lulusan SMK

Perwakilan RUSAL, Alexey Mirsky menyebut akan mengundang 50 lulusan SMK terbarik di Indonesia. Mereka awalnya akan mengikuti program pendidikan dan pelatihan di Rusia.

ADVERTISEMENT

Program pendidikan dan pelatihan ini akan berlangsung selama satu tahun. Keahlian teknis alumni SMK ini akan dimantapkan pada lima bidang utama, yaitu konstruksi, permesinan, ilmu material, transportasi, dan energi listrik.

Setelah menyelesaikan pendidikan, lulusan SMK ini akan mendapatkan kontrak kerja selama lima tahun di sektro pengelasan. Jika berhasil mencapai standar Rusia, gaji yang bisa didapatkan mencapai Rp 43,8 juta.

"Jika mereka berhasil mencapai 'grade' 6 sesuai standar Rusia, mereka bisa membawa pulang gaji hingga 200 ribu rubel (Rp43,8 juta)," papar Mirsky.

Kontrak kerja yang akan diberikan pada lulusan SMK rencananya dilakukan dengan skema "knowledge sharing". Artinya, ada 25 orang bekerja di Rusia dan 25 lainnya bekerja di kantor perwakilan atau proyek strategis Rusia di Indonesia.

KP2MI juga memastikan akan berkoordinasi dengan sejumlah kementerian, seperti Kementerian Perindustrian dan Kementerian ESDM. Sehingga, lulusan SMK yang telah menyelesaikan pendidikan bisa langsung terserap di proyek-proyek strategis nasional.

Siap Dimulai pada Mei 2026

Kini, baik KP2MI dan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergey Tolchenov serta perwakilan RUSAL Alexey Mirskiy sepakat menyusun nota kesepahaman dan proposal kerja sama teknis. Program ini akan dimulai dengan proses rekrutmen yang diharapkan digelar pada Mei 2026 mendatang.

Pemberangkatan lulusan SMK untuk menempuh pendidikan di Rusia ditargetkan pada September 2026. Untuk mendukung program ini, Mukhtarudin menyatakan pihaknya juga akan menyelaraskan kurikulum vokasi, khususnya di sektor pengelasan, agar sesuai dengan sistem yang berlaku di Rusia.




(det/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads