Mensos Beberkan Latar Belakang Siswa Sekolah Rakyat, 60% dari Keluarga Buruh

ADVERTISEMENT

Mensos Beberkan Latar Belakang Siswa Sekolah Rakyat, 60% dari Keluarga Buruh

Nikita Rosa - detikEdu
Senin, 12 Jan 2026 12:33 WIB
Mensos Beberkan Latar Belakang Siswa Sekolah Rakyat, 60% dari Keluarga Buruh
Foto: Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan Sekolah Rakyat untuk memotong rantai kemiskinan sehingga siswa berasal dari keluarga rentan dan ekonomi rendah. (YouTube Kemensos)
Jakarta -

Pemerintah meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi di Indonesia pada Senin (12/1) di Sekolah Rakyat terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Di hari yang membahagiakan itu, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menemukan kenyataan pilu pada latar belakang para siswa.

GusIpul, panggilan akrabnya, mengungkapkan jika anak-anak yang masuk Sekolah Rakyat berasal dari kondisi ekonomi yang rentan. Sebanyak 60% orang tua mereka bekerja sebagai buruh harian lepas seperti kuli bangunan, buruh tani, nelayan, tukang ojek, tukang cari rumput, pemulung, dan sebagainya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka umumnya berpenghasilan tidak tetap dan 67% berpenghasilan di bawah Rp1 juta per bulan," ungkap Gus Ipul.

Sebanyak 65% keluarga memiliki tanggungan di atas 4 orang. Adapun 454 siswa berasal dari mereka dari keluarga yang belum pernah mengenyam bangku pendidikan.

ADVERTISEMENT

"Dua ratus sembilan puluh delapan siswa kita sebelumnya mengalami putus sekolah dan sebagian dari mereka bahkan sudah bekerja di usia yang sangat muda," ujar Gus Ipul.

Ada yang KorbanKDRT

Gus Ipul mengatakan ada kenyataan pilu saat pihaknya menelusuri latar belakang siswa. Tim menemukan jika ada siswa yang berasal dari orang tua tunggal. Bahkan, kerap mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

"Banyak anak berasal dari keluarga dengan orang tua tunggal, bahkan dengan mengalami kekerasan dalam rumah tangga," tuturnya.

Penelusuran ini dilakukan bersama dengan pendamping sosial Dinas Sosial Daerah dan Badan Pusat Statistik.Mensos menegaskan pendirian Sekolah Rakyat merupakan arahan dari PresidenPrabowoSubianto untuk memutus rantai kemiskinan.

"Banyak orang miskin, anaknya miskin, kita harus berani mengubah, kita tidak boleh menyerah pada keadaan," tegasnya.

Peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi ini didukung oleh Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Kementerian Pekerjaan Umum, dan PT Pos Indonesia.




(nir/nah)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads