Insentif Guru PAI Non PNS Keluar, Simak Syarat dan Alur Pencairannya di Sini

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Sabtu, 20 Nov 2021 21:00 WIB
Ilustrasi THR
Ilustrasi bantuan insentif Kemenag sebesar Rp 1,5 juta untuk guru PAI non PNS. (Foto: Muhammad Ridho)
Jakarta - Insentif untuk 44 ribu guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Non Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari seluruh Indonesia sudah dicairkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) pada Kamis (18/11/2021). Insentif disalurkan secara langsung ke rekening guru yang bersangkutan.

Kemenag melalui Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) Amrullah mengungkapkan, penyaluran langsung ke masing-masing rekening penerima ditujukan untuk transparansi sekaligus mempercepat proses pencairan.

"Proses transfer ke rekening masing-masing penerima, merupakan upaya bentuk transparansi, efektif dan efisien, sehingga memudahkan penerima bantuan melakukan proses pencairan," kata Amrullah, seperti yang dikutip dari laman resmi Kemenag, Sabtu (20/11/2021).

Terkait ketentuan guru PAI non PNS penerima insentif, Amrullah mengklaim bahwa nama-nama didapat dari hasil verifikasi dan validasi Kemenag dengan memperhatikan ketentuan pioritas melalui aplikasi Sistem Informasi dan Administrasi Guru Agama (SIAGA).

"Verifikasi dan validasi terhadap data nama-nama calon penerima insentif Guru PAI Bukan PNS berdasarkan kriteria, persyaratan, dan ketentuan yang ditetapkan dalam petunjuk teknis ini, sekaligus melengkapi data yang dibutuhkan terkait penyaluran insentif ini pada aplikasi SIAGA," paparnya.

Untuk alur pencairan insentif bagi guru penerima juga dijelaskan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Direktorat PAI Kemenag, Rizky FA. Menurut penuturannya, guru PAI non PNS penerima insentif bisa dapat mencetak Kartu Bantuan Insentif dan Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM) pada akun SIAGA masing-masing.

Adapun lokasi pengambilan insentif, Rizky mengungkapkan, penetapan bank dapat disesuaikan dengan nama bank yang tercantum pada Kartu Bantuan Insentif.

Untuk seluruh provinsi Indonesia, pencairan dapat dilakukan di seluruh outlet Bank Rakyat Indonesia (BRI) terdekat. Khusus untuk Provinsi Aceh, lokasi pencairan dana insentif dilakukan di seluruh outlet Bank Syariah Indonesia (BSI).

"Khusus untuk Provinsi Aceh, pengambilan dapat dilakukan di outlet Bank Syariah Indonesia (BSI) terdekat," tuturnya.

"Direktorat PAI, memastikan proses pencairan berjalan lancar dan sesuai ketentuan yang berlaku," sambungnya lagi.

Dokumen yang perlu dibawa dalam pencairan bantuan insentif untuk guru PAI non PNS adalah sebagai berikut:

  • Kartu Bantuan Insentif dan Surat Pertanggungjawaban Mutlak yang sudah ditandatangani di atas materai 10 ribu
  • Membawa KTP asli
  • Jika pencairan dana harus diwakilkan, penerima harus menyerahkan berkas tambahan berupa surat kuasa beserta alasannya dan fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk) orang yang mendapat kuasa. Dengan catatan, rekening penerima telah terlebih dahulu diaktivasi oleh penerima bantuan

Sementara itu, syarat atau kriteria bagi penerima insentif guru PAI non PNS juga dipaparkan oleh pihak Kementerian Agama. Berikut kriterianya:

  • Guru PAI bukan PNS yang masih aktif mengajar di TK, SD/LB, SMP/LB, SMA/LB atau SMK
  • Terdata dalam SIAGA per-Maret 2021
  • Bukan penerima Tunjangan Profesi Guru
  • Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK)
  • Belum Memasuki Usia Pensiun
  • Lama pengabdian sebagai pendidik, dibuktikan dengan surat keterangan terhitung mulai tanggal mengajar

Untuk diketahui, total anggaran insentif yang disalurkan kepada seluruh penerima mencapai Rp 66 miliar. Masing-masing penerima bantuan akan mendapatkan dana sebesar Rp 1,5 juta dengan pajak sesuai dengan penuturan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali Ramdhani.

Bantuan insentif untuk guru PAI non PNS ini merupakan tambahan penghasilan yang diberikan kepada guru dengan sekolah yang belum tersertifikasi dan belum mendapatkan tunjangan profesi guru.

Simak Video "Pencairan Dana Insentif Nakes Pusat Tembus Rp 7,42 Triliun "
[Gambas:Video 20detik]
(rah/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia