Sekolah di Boyolali Gelar Swab Antigen Acak Usai PTM 2 Bulan, Ini Hasilnya

Ragil Ajiyanto - detikEdu
Rabu, 17 Nov 2021 19:30 WIB
Siswa dan guru di SMKN 1 Mojosongo, Boyolali mengikuti tes swab antigen acak, Rabu (17/11/2021).
Foto: Foto : Ragil Ajiyanto/detikcom/Sekolah di Boyolali Gelar Swab Antigen Acak Usai PTM 2 Bulan, Ini Hasilnya
Boyolali - Kewaspadaan terhadap persebaran virus Corona atau COVID-19 dilakukan SMKN 1 Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Sekolah kejuruan bidang pertanian itu menggelar tes swab antigen secara acak setelah dua bulan menggelar uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

"Kami inisiatif melaksanakan swab antigen karena PTM sudah berjalan dua bulan. Kami ingin lihat hasilnya seperti apa. Apakah ada dampak atau tidak," ujar Kepala SMKN 1 Mojosongo, Kamaruddin, Rabu (17/11/2021).

Pihaknya bekerja sama dengan Puskesmas Mojosongo untuk pelaksanaan swab antigen tersebut. Tes swab antigen dilaksanakan secara acak. Sampel diambil 10 persen atau 200 orang dan digelar selama empat hari sejak Senin (15/11/2021).

Swab antigen digelar di Puskesmas Mojosongo. Ada 50 orang yang menjalani swab antigen perharinya. Terdiri dari 46 siswa, satu karyawan dan tiga guru.

"Sudah berjalan tiga hari ini dan dua hari kemarin, Alhamdulillah hasilnya negatif semua," katanya.

Menurut Kamaruddin, swab antigen ini sebagai langkah evaluasi sekolah dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Hasil tes acak ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi sekolah.

"Harapan kita dengan data (hasil tes swab antigen) itu kita bisa membuat suatu keputusan untuk mengajukan penambahan jam pelajaran, ke dinas terkait, atasan kami," jelas dia.

Jika hasilnya negatif semua maka sekolah akan mengajukan penambahan jam belajar dan siswa ke Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan V Jawa Tengah (Jateng). Saat ini PTM dilaksanakan dengan jumlah siswa hanya 50 persen dari kapasitas setiap ruang.

PTM pun digelar dengan sistem dua shift, yakni di pagi dan siang. Setiap shift pembelajaran berlangsung selama tiga jam.

"Jumlah siswa di SMKN 1 Mojosongo ada 1.842 siswa. Seluruh warga di sekolah ini, baik siswa, guru dan tenaga kependidikan telah divaksin semua, baik dosis 1 dan 2," imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Puji Astuti, menyambut positif inisiatif SMKN 1 Mojosongo untuk mendeteksi persebaran virus Corona dalam uji coba PTM tersebut. Jenjang SMA/SMK berada di bawah Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

"Kami menyambut positif. Bagi SMA/SMK yang mengajukan diri untuk swab antigen akan kami fasilitasi gratis. Sejauh ini, baru SMKN 1 Mojosongo yang mengajukan swab antigen," kata Puji Astuti.

Tak hanya tingkat SMA/SMK, pihaknya juga akan melaksanakan monitoring dan evaluasi (Monev) PTM pada siswa SMP. Monev akan dilakukan di dua SMP, besok pagi, yaitu SMPN 1 Boyolali dan SMPN 1 Teras. Di dua SMP itu akan dilaksanakan swab antigen sampling. Puji menargetkan 10 persen dari populasi sekolah akan diswab antigen.



Simak Video "Saat Moeldoko 'Blusukan' ke Perusahaan Antigen Dalam Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia