Satgas COVID-19 Kulon Progo Bakal Menyetop PTM Jika Ditemukan Klaster Sekolah

Jalu Rahman Dewantara - detikEdu
Jumat, 15 Okt 2021 14:31 WIB
Ketua Satgas COVID-19 Kulon Progo, Fajar Gegana
Foto: Jalu Rahman Dewantara / detikcom
Kulon Progo - Satgas COVID-19 Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bakal menyetop kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah jika ditemukan ada siswa ataupun tenaga pengajar yang terpapar virus Corona. Langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi terjadinya klaster sekolah yang sudah bermunculan di daerah lain.

"Jika sampai ada yang terpapar, kita akan langsung menghentikan PTM setidaknya selama dua pekan guna sterilisasi. PTM baru bisa kembali digelar setelah masa sterilisasi usai dan tidak ada lagi siswa ataupun tenaga pengajar di sekolah tersebut yang terjangkit virus," kata Ketua Satgas COVID-19 Kulon Progo, Fajar Gegana kepada awak media, Jumat (15/10/2021).

Fajar mengatakan penghentian kegiatan PTM hanya berlaku bagi sekolah yang terindikasi memicu klaster Corona. Untuk sekolah lain, selama dinilai masih aman maka tetap diizinkan menggelar pembelajaran luring.

"Jadi kita pakai sistem rem gas per sekolah ya. Tidak bisa dipukul rata. Kalau memang sekolah itu kami anggap aman (tidak ada siswa atau guru terpapar COVID-19) maka bisa menggelar PTM," ucapnya.

Wakil Bupati Kulon Progo ini menerangkan upaya mengantisipasi kemunculan klaster sekolah dalam pelaksanaan PTM di Kulon Progo dilakukan secara ketat. Salah satunya, melarang siswa maupun guru yang terindikasi sakit apalagi masuk dalam radar tracing atau kontak erat kasus positif mengikuti PTM.

"Siswa dan guru yang keluarganya kena tracing COVID-19 tidak boleh masuk. Dan sekolah harus selalu assessment terhadap siswa dan guru yang bersangkutan untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Jika menunjukkan gejala sakit, sementara tidak diizinkan ikut PTM," ucapnya.

Upaya lainnya, Satgas COVID-19 Kulon Progo lanjut Fajar yaitu membatasi jumlah sekolah yang diizinkan menggelar PTM. Fajar menerangkan hanya sekolah yang masuk zona hijau pemaparan Corona yang boleh melaksanakan pembelajaran luring tersebut. Sekolah, sebelumnya juga harus menyiapkan fasilitas penunjang protokol kesehatan (prokes) untuk kemudian dinilai kelengkapannya oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setempat.

"Kalau di Kulon Progo belum seluruh sekolah boleh melaksanakan PTM, cuma yang masuk zona hijau saja, dan yang sudah menyiapkan fasilitas prokesnya. Di luar itu kami tidak mengizinkan (pelaksanaan PTM)," ucapnya.

"Dan sejauh ini setidaknya sepekan pelaksanaan PTM, kami belum menemukan adanya laporan kasus positif Corona atau klaster sekolah. Namun ini baru evaluasi sementara ya, meningat belum seluruh sekolah boleh menggelar PTM," sambungnya.

Perlu diketahui sejumlah sekolah jenjang SD-SMP di Kulon Progo sudah mulai menggelar PTM terbatas. Untuk siswa tingkat SMP sudah melaksanakan PTM sejak dua pekan lalu, kemudian disusul jenjang SD pada Senin (11/10/2021) kemarin.

"Sebagian SD yang berada di zona hijau sudah mulai PTM. Rata-rata 5 sampai dengan 10 sekolah per kapanewon. Tergantung zona hijau disitu," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kulon Progo, Arif Prastowo.

Pengawas dari Disdikpora lanjutnya juga telah memverifikasi sebanyak 338 SD dan 65 SMP baik swasta maupun negeri di kabupaten ini guna memastikan kesiapan masing-masing sekolah melaksanakan PTM.

Disdikpora juga menekankan penerapan prokes berjalan dengan ketat untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk terjadi pemaparan COVID-19, khususnya di jenjang SD mengingat siswa di tingkat SD usianya belum masuk cakupan vaksinasi.



Simak Video "Puluhan Pelajar Kulon Progo Kena Covid-19, Kapasitas PTM Dipangkas"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia