Fasilitasi Santri Ponpes Tasikmalaya, KemenPU Bangun Rusun Senilai Rp 2,5 M

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Kamis, 14 Okt 2021 20:40 WIB
Rusun Pondok Pesantren Hidayatuul Uluum di Tasikmalaya
Foto: Dok. Kementerian PUPR/Fasilitasi Santri Ponpes Tasikmalaya, KemenPU Bangun Rusun Senilai Rp 2,5 M
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU) tengah membangun rumah susun (rusun) senilai Rp 2,5 miliar. Rencananya, rusun tersebut akan digunakan oleh para santri yang berada di Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatuul Uluum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Pengurus Pondok Pesantren Hidayatul Uluum 2 Nanang Kosim mengatakan bahwa bantuan rusun dari KemenPU ini memang sangat dibutuhkan oleh pihak pondok pesantren. Mengingat jumlah santri yang berada di bawah bimbingan pesantrennya terbilang tidak sedikit. Ia pun mengapresiasi upaya dari pemerintah tersebut.

"Saya selaku pengurus Pondok Pesantren Hidayatul Uluum mengucapkan terima kasih kepada pihak PUPR sudah membangunkan rusun. Dengan adanya rusun ini kami sangat terbantu. Jadi para santri juga dapat belajar dan beristirahat dengan nyaman," kata Nanang, seperti dikutip detikEdu dari situs resmi KemenPU, Kamis (14/10/2021).

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa II Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Kiagoos Egie Ismail menyatakan lokasi pembangunan rusun ini berada di Pondok Pesantren Hidayatul Uluum 2, Kampung Rancabogo, Kelurahan Gununggede, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Per 13 Oktober 2021, progres pengerjaan rusun sudah mencapai 40,53% dengan kontraktor pelaksana dari PT. Rimba Raya Utama dan Kosultan Mk PT. Marina Widya Karsa. Mulai Desember 2021, kata Kiagoos, rusun ini sudah siap untuk digunakan.

"Total anggaran pembangunan rusun Rp 2,5 miliar dan rencananya rampung Desember 2021," kata Kiagoos.

Menurutnya, pembangunan rusun ini terbilang cepat untuk pembangunan di masa pandemi. Hal ini diupayakan agar para santri bisa lebih cepat menggunakan rusun sebagai tempat menuntut ilmu yang lebih nyaman.

Ia juga memaparkan bahwa spesifikasi bangunan ini bertipe barak. Jumlah unit hunian yang dibangun ada sebanyak empat barak dan dapat menampung hingga 56 santri. Pihaknya juga melengkapi rusun dengan beberapa perabotan di tiap huniannya.

"Rusun ponpes ini juga kami lengkapi dengan beberapa perabotan di setiap hunian, berupa tempat tidur susun dan lemari agar para santri tinggal membawa pakaian dan belajar agama dengan semangat," kata dia.

Melalui kesempatan yang berbeda, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid menyebut bahwa pembangunan rusun ini ditujukan untuk memotivasi semangat belajar bagi para santri. Selain itu, pembangunan rusun disebut sebagai upaya untuk memanfaatkan lahan secara optimal.

"Keterbatasan lahan untuk perumahan semakin nyata dan rusun merupakan salah satu solusi agar pemanfaatan lahan yang ada bisa optimal," kata Khalawi.

Sebagai penutup, ia berharap agar para santri bisa menikmati fasilitas yang telah disediakan oleh KemenPU di rusun yang telah dibangun tersebut nantinya.

"Kami harap para santri yang sedang menuntut ilmu di pondok pesantren bisa belajar tinggal di hunian vertikal. Fasilitas yang disediakan KemenPU di rusun pondok pesantren kini juga sangat baik sehingga para santri nyaman tinggal di rusun tersebut," tutup dia.

Simak Video "Melihat Pesantren Lapas Cianjur, Cetak Narapidana jadi Santri hingga Ulama"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia