Jadi Guru Honorer 25 Tahun, 'Bapak Kos' Nadiem Akhirnya Lolos ASN PPPK 2021

Kristina - detikEdu
Jumat, 08 Okt 2021 17:00 WIB
Sukardi, 25 tahun menjadi guru honorer akhirnya lolos ASN PPPK 2021.
Foto: dok Kemendikbudristek
Jakarta - Sebanyak 173.329 guru honorer akhirnya akan diangkat menjadi ASN PPPK 2021. Termasuk, Sukardi, 'Bapak Kos' Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim yang telah mengabdi selama 25 tahun lamanya.

Pengumuman kelulusan seleksi PPPK Guru 2021 tahap pertama dilakukan pada hari ini, Jumat (8/10/2021). Sebanyak 173.329 guru honorer dinyatakan lolos dalam seleksi. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum dilakukannya pengkajian ulang kebijakan afirmasi akibat dari penundaan pengumuman PPPK Guru 2021, pada (23/9/2021) lalu.

"Saya ingin mengucapkan selamat 173 ribu yang sudah mendapatkan formasi dan akan diangkat menjadi PPPK. Ini merupakan angka terbesar," kata Nadiem dalam konferensi pers yang disiarkan langsung secara virtual, Jumat (8/10/2021).

Nadiem memaparkan, pemerintah pusat sebelumnya telah menyediakan 1.002.616 formasi guru ASN PPPK. Namun, jumlah yang diajukan oleh pemerintah daerah hanya 506.252 formasi.

"Dari 506.252 formasi yang ada hanya 322.665 formasi yang dilamar oleh para peserta pada saat ini. Jadi, masih ada sekitar 183.587 formasi yang belum terpenuhi," papar Nadiem.

Dalam pemaparannya, Nadiem turut menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Lombok dan menginap di salah satu rumah guru honorer asal Lombok Tengah. Adalah Sukardi, honorer yang mendedikasikan dirinya selama 25 tahun untuk mendidik para putra-putri bangsa.

Nadiem mengenang cerita Sukardi yang memilih untuk tetap menjadi guru honorer dan meninggalkan pekerjaannya di sektor perkebunan. Padahal, gaji yang diberikan saat di perkebunan mencapai 4-5 kali lebih besar dari guru honorer.

"Beliau mendapatkan kesempatan bekerja yang gajinya 4-5 kali lebih besar dari guru honorer tapi Beliau tidak menginginkan itu. Beliau mencoba dan balik lagi menjadi guru. Waktu saya tanya, kenapa? Padahal itu bisa membantu keluarga, Beliau bilang hati saya hanya untuk murid," cerita Nadiem.

Satu-satunya alasan bagi Sukardi untuk menjadi guru, kata Nadiem, adalah ingin melihat murid-muridnya sukses. Itu merupakan sebuah kepuasan tersendiri bagi Sukardi, bukan soal uang ataupun stabilitas kerja.

"Beliau mendapatkan kepuasan yang luar biasa untuk melihat murid-muridnya sukses. Dan saya sangat terharu waktu Beliau bilang bertemu dengan muridnya dan muridnya sudah menjadi Kepala Sekolah," ujarnya.

Pada hari ini, Sukardi bersama 173.329 guru honorer lainnya memetik buah dari perjuangannya selama ini. Mereka berhasil lolos dalam seleksi ASN PPPK Guru 2021.

"Hari ini saya dengan senang hati Anda sudah lolos seleksi, waktu itu saya belum bisa menyebutnya, Anda sudah lolos seleksi. Selamat Bapak (Sukardi) sudah menjadi PPPK dan inilah kesempatan bagi semua guru honorer yang sudah mengabdi dan punya aspirasi tinggi untuk mendapat nafkah yang jauh lebih layak," ujar Nadiem.

Nadiem mengatakan, seleksi untuk guru ASN PPPK merupakan bukti komitmen kuat pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru honorer sekolah negeri. "Sebagai Aparatur Sipil Negara, status kepegawaian ini akan memberikan perlindungan kepada guru honorer dan lebih mengangkat derajat guru sebagai profesi mulia dan terhormat," ucap Nadiem.

Simak Video "173.329 Guru Honorer Lulus PPPK Tahap 1, Cek di Laman Ini!"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia