PPKM Jakarta Belum Turun Level, Sekolah Tatap Muka Terbatas Lanjut?

Kristina - detikEdu
Selasa, 05 Okt 2021 19:00 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta - Kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa Bali dan Luar Jawa Bali diperpanjang hingga 18 Oktober 2021 mendatang. Dalam masa perpanjangan ini, status PPKM Jakarta masih berada pada level 3. Bagaimana nasib sekolah tatap muka?

Perpanjangan status PPKM diumumkan langsung oleh Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam keputusannya, seluruh wilayah Jawa dan Bali sudah tidak ada yang masuk dalam level 4. Adapun, wilayah aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tetap pada level 3.

"Aglomerasi Jabodetabek belum turun, karena ada di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, Kabupaten Tangerang, dan Bekasi ini masih kekurangan vaksinasi level 3," kata Luhut dalam konferensi pers, Senin (4/10/2021).

Seluruh wilayah PPKM Jakarta tidak ada perubahan dalam masa perpanjangan selama dua minggu ke depan. Keputusan tersebut juga tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 47 Tahun 2021.

Bagaimana dengan Sekolah Tatap Muka?

Berdasarkan Inmendagri tersebut, aturan mengenai sekolah tatap muka di wilayah PPKM level 3, termasuk DKI Jakarta, masih seperti aturan sebelumnya. Kegiatan belajar-mengajar dilakukan dengan pembelajaran tatap muka terbatas dengan kapasitas 50 persen, kecuali:

1. SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB maksimal 62% sampai 100% dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

2. PAUD maksimal 33% dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

Aturan Lengkap PPKM Jakarta

Pada perpanjangan PPKM Jakarta kali ini, ada beberapa aturan baru yang ditetapkan oleh pemerintah. Seperti pembukaan pusat kebugaran fitness dengan kapasitas maksimal 25 persen dan konter makanan/minuman di bioskop diperbolehkan untuk beroperasi.

Berikut aturan lengkap PPKM Jakarta:

1. Perkantoran non-esensial dapat melakukan WFO dengan kapasitas 25% bagi pegawai yang sudah divaksin dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

2. Supermarket, hypermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari jam operasionalnya dibatasi hingga pukul 21.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50%. Masuk supermarket dan hypermarket wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.

3. Kegiatan makan/minum di warung makan, warteg dan sejenis diperbolehkan hingga pukul 21.00 dengan maksimal pengunjung makan di tempat 50% kapasitas dan waktu maksimal 60 menit.

4. Kegiatan makan/minum di restoran, rumah makan, kafe dengan lokasi di dalam gedung atau area terbuka diperbolehkan buka hingga pukul 21.00, maksimal pengunjung makan di tempat 50%. Kapasitas, satu meja maksimal 2 orang dan waktu maksimal 60 menit. Semuanya diwajibkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

5. Kegiatan makan/minum di restoran, rumah makan, kafe dengan jam operasional dimulai dari malam hari dapat beroperasi mulai pukul 18.00-00.00 dengan kapasitas 25%, satu meja maksimal 2 orang dan waktu makan 60 menit. Semuanya diwajibkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

6. Mal dan pusat perbelanjaan dibuka dengan kapasitas maksimal 50% hingga pukul 21.00 dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Anak usia di bawah 12 tahun diperbolehkan masuk dengan syarat didampingi orang tua.

7. Bioskop dapat beroperasi maksimal 50% dan hanya pengunjung dengan kategori hijau dan kuning di aplikasi PeduliLindungi yang boleh masuk. Sementara anak-anak di bawah usia 12 tahun dilarang.

8. Tempat ibadah diizinkan buka dengan kapasitas 50%.

9. Restoran, rumah makan, dan kafe di area bioskop diizinkan dine in dengan kapasitas maksimal 50 persen dan waktu makan maksimal 60 menit.

10. Uji coba pembukaan tempat wisata dilakukan dengan skrining aplikasi Peduli Lindungi. Anak-anak di bawah usia 12 tahun dilarang masuk. Penerapan ganjil - genap di sepanjang jalan menuju dan dari lokasi tempat wisata mulai Jumat pukul 12.00 sampai dengan Minggu pukul 18.00 waktu setempat.

11. Resepsi pernikahan diadakan maksimal 20 undangan dan tidak mengadakan makan di tempat.

12. Kegiatan olahraga pada ruang terbuka (outdoor) diizinkan maksimal 4 (empat) orang tanpa melibatkan kontak fisik dengan orang lain dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

13. Kegiatan olahraga di ruang tertutup, kegiatan olahraga yang dilakukan secara berkelompok, dan pertandingan olahraga ditutup sementara.

14. Fasilitas olahraga di ruang terbuka diizinkan dibuka dengan jumlah orang 50% (lima puluh persen) dari kapasitas maksimal.

15. Uji coba protokol kesehatan untuk fasilitas pusat kebugaran/gym dilakukan di wilayah Provinsi DKI Jakarta dengan jumlah orang 25% kapasitas maksimal.

Simak Video "Perhatikan! Aturan Terbaru PPKM Level 3 di Jawa dan Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia