Nadiem: 80-85% Masyarakat Ingin Kembali Ke Sekolah

Anatasia Anjani - detikEdu
Selasa, 28 Sep 2021 16:30 WIB
Nadiem Makarim tinjau sekolah tatap muka (PTM) terbatas di Jakarta Timur
Foto: Dok. Kemendikbudristek/Nadiem: 80-85% Masyarakat Ingin Kembali Ke Sekolah
Jakarta - Menteri Pendidikan Budaya Riset dan Teknologi Nadiem Makarim memaparkan menurut hasil survei Kemendikbudristek bahwa sebanyak 80-85% masyarakat ingin kembali ke sekolah. Terlebih, PJJ berkepanjangan akan membawa dampak buruk.

"80-85% dari masyarakat kita ingin kita kembali sekolah, yang lebih menyeramkan itu dampak Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), apalagi murid PAUD dan SD karena belum bisa vaksin. Kebutuhan mereka untuk pembelajaran tatap muka (PTM) jauh lebih tinggi," ujar Nadiem melalui Youtube dalam acara Bangkit Bareng, Selasa (28/9).

Nadiem juga mengingatkan jika semua peraturan mengenai PTM sudah jelas. Sehingga, masyarakat di sekolah tinggal mengikuti aturan yang berlaku untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

"Semua peraturan dan SOP sudah jelas tinggal ikuti aja di SKB 4 menterinya. Tidak zaman lagi menutup sekolah, kecuali ada kemungkinan penularan. Tapi saat ini kemungkinan masih sangat kecil. Semua pengendalian dan kontrolnya ada di situ," kata Nadiem.

Ia juga menjelaskan jika Kemendikbudristek dan Kemenkes telah bekerja sama dalam program sekolah tatap muka. Nantinya, Kemenkes akan melakukan riset terkait risiko pada sekolah tatap muka.

"Ada inisiatif dari Kemenkes untuk melakukan sampling dari sekolah-sekolah. Memang ada peningkatan resiko tapi harus pakai data. Kadang penularannya bukan dari PTM-nya tapi dari asrama yang ada di sekolah atau siswanya yang lagi kumpul-kumpul," ungkap mantan Bos Go-Jek ini.

Selama pandemi, Kemendikbudristek juga telah memberikan opsi dengan menggunakan kurikulum darurat. Harapannya, dengan pemberian kurikulum ini para murid tidak akan tertinggal jauh pada pendidikannya.

"Kita memberikan opsi kepada sekolah untuk menggunakan kurikulum darurat. Jadi secara spesifik tidak lebih ketinggalan. Ternyata 36% sekolah-sekolah menggunakan kurikulum ini," paparnya.

Menurut riset yang dilakukan oleh Kemendikbudristek, sekolah yang menggunakan kurikulum darurat dalam kegiatan belajar-mengajar mengalami ketertinggalan jauh lebih kecil dibanding sekolah yang tak menggunakannya. Namun, Nadiem juga akan mendalami lebih lanjut riset tersebut.

Terakhir, Nadiem berpesan bagi siswa-siswi yang mengalami kesulitan di masa pandemi agar dapat terus bertahan dan tidak takut. Sebab, pengalaman ini akan menjadikan pribadi seseorang jauh lebih tangguh di masa depan.

"Satu hal yang perlu diingat untuk bisa mengalami kesulitan di masa muda itu merupakan anugerah sehingga kita menjadi lebih kuat. Kita masih banyak waktu untuk mendapatkan ketangguhan yang baru," jelas Nadiem.

"Jangan takut pada krisis, karena krisis pasti bisa kita lewati. Ke depannya mereka akan lebih berani langkah," tutup dia.

Simak Video "Observasi PTM, Mendikbud Nadiem Makarim Kunjungi Sekolah di Solo"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia