Round Up

Penundaan Pengumuman Seleksi PPPK Guru 2021: Progres hingga Alasannya

Trisna Wulandari - detikEdu
Sabtu, 25 Sep 2021 07:30 WIB
Mendikbudristek Nadiem Makarim rapat bareng Komisi X DPR. Dalam pemaparannya, Nadiem menjelaskan soal seleksi PPPK guru atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.
Penundaan pengumuman hasil Seleksi PPPK Guru 2021, ini progres dan alasan Kemendikbudristek. Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengumumkan penundaan pengumuman hasil Seleksi Kompetensi Tahap I dalam Seleksi PPPK Guru 2021, Jumat (24/9/2021).

Seleksi Kompetensi PPPK Guru 2021 tahap I sebelumnya dilaksanakan pada 13 - 17 September 2021. Ujian dilaksanakan di di 1.134 lokasi yang tersebar di 501 Kabupaten/Kota dari 33 provinsi. Pengumuman hasil seleksi tahap I tersebut semula dijadwalkan Jumat, 24 September 2021.

Progres Finalisasi Hasil Seleksi PPPK Guru 2021 Tahap I

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebelumnya mengumumkan, finalisasi hasil ujian Seleksi PPPK Guru 2021 tahap I masih dalam proses diskusi oleh pihak Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).

Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan, sekitar 29 persen dari 326.476 formasi yang dilamar peserta tahun ini sudah terisi.

"Berdasarkan seleksi pertama saja ya, sekitar hampir 100 ribu guru honorer dari seluruh Indonesia akan segera diangkat menjadi guru PPPK," kata Nadiem dalam Raker Komisi X DPR RI dengan Mendikbudristek RI, Kamis (23/9/2021).

"Jadi saat ini, (sekitar) 100 ribu (peserta) itu mewakili 30 persen dari 326 ribu formasi yang ada pelamarnya. Sayangnya ada formasi sisanya, 179 ribu (formasi) tidak ada pelamarnya. Nah itu yang harus kita usahakan bersama," imbuhnya.

Menurut Nadiem, Kemendikbudristek mendengarkan aspirasi masyarakat dan sedang memperjuangkan kebijakan afirmasi tambahan untuk daerah-daerah yang kekurangan guru dan peserta di atas 50 tahun.

Ia menambahkan, Kemendikbudristek juga mempertimbangkan masukan dari pakar-pakar pendidikan tentang pentingnya menjaga integritas proses seleksi guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi siswa Indonesia.

"Tentunya. Tapi ini bukan keputusan Kemendikbudristek. Masyarakat juga harus mengerti, ini keputusan berbagai macam pihak di dalam panitia seleksi, jadi harus ada konsensus, harus ada kesepakatan," ujar Nadiem.

Nadiem mengatakan, pengumuman hasil Seleksi Kompetensi tahap I PPPK Guru 2021 akan disampaikan beberapa hari ke depan. "Ini hanya rekap awal, pengumuman lengkap hasil ujian seleksi pertama dilakukan beberapa hari kedepan ini," kata Nadiem.

Usulan Penundaan Pengumuman Seleksi PPPK Guru 2021

Komisi X mengusulkan penundaan pengumuman hasil Seleksi Kompetensi tahap I PPPK Guru 2021 dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI dan Mendikburistek Nadiem Makarim, Kamis (23/09/2021).

Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKB Syaiful Huda memaparkan sejumlah alasan usulan penundaan hasil seleksi. Syaiful juga mengklaim bahwa sudah ada kesepakatan.

"Sudah jadi kesepakatan dalam raker dan Kemendikbud sepakat menunda," kata Syaiful saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (24/09/2021).

Syaiful mengatakan, alasan usulan penundaan pengumaan tersebut yaitu mengakomodasi protes atau keberatan guru-guru honorer yang menjadi peserta Seleksi PPPK Guru 2021. Ia menambahkan, peserta meminta peninjauan ulang atau penurunan standar passing grade yang dirasa terlalu tinggi.

"Lalu, mereka minta jika passing grade tidak diturunkan, maka ada afirmasi tambahan yang lebih besar," imbuh Syaiful.

Menurut Syaiful, para guru honorer merasa afirmasi yang sudah ada belum memenuhi keadilan.

"Mereka berharap hasil tes yang terkadang hanya dua-tiga poin ini bisa lulus. Bisa dipahami juga sebenarnya karena tingkat pengabdian mereka dan usia sudah lama," kata Syaiful.

Menurut Syaiful, penundaan pengumuman Seleksi PPPK Guru Tahap 1 ini tidak berisiko apapun bagi peserta yang sudah lolos passing grade. Ia menjelaskan, penundaan dilakukan dalam rangka evaluasi penambahan afirmasi yang kemarin dirasa kurang. Sebab, rata-rata persentase afirmasi tidak lebih dari 15 persen.

"Nah, teman-teman menganggap afirmasi karena usia (sebesar) 15 persen (ini), terlalu kecil. Karena itu, ini perlu diperbaiki," kata Syaiful.

Selanjutnya penundaaan pengumuman Seleksi PPPK Guru 2021 dan alasan Kemendikbudristek>>>

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia