Klaster COVID-19 di Sekolah, Ini Respons Sejumlah Pemerintah Daerah

Trisna Wulandari - detikEdu
Jumat, 24 Sep 2021 16:30 WIB
Pelajar SLTPN 22 Solo melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan guru di ruang sekolah, Solo, Jawa Tengah, Kamis (2/9). Sekolah tersebut menerapkan aturan kehadiran 50 persen pelajar dan membatasi waktu tatap muka dari pukul 07.30 hingga 09.00 WIB dengan pemberlakuan protokol kesehatan ketat.
Kemendikbudristek mengumumkan data klaster sekolah COVID-19 selama PTM terbatas. Berikut respons pemerintah daerah. Foto: Agung Mardika
Jakarta -

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengumumkan daftar klaster COVID-19 selama pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas. Sejumlah pemerintah daerah menindaklanjuti informasi kasus positif dan klaster sekolah dengan respons berbeda.

Di Jawa Timur, data Kemendikbudristek tersebut mencatat 165 sekolah dari total 7.828 responden sekolah yang menggelar PTM menjadi klaster COVID-19. Sebanyak 917 Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) serta 2.507 Peserta didik (PD) positif COVID-19.

  • Jawa Timur

Terkait data tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jawa Timur Wahid Wahyudi mengatakan tidak ada klaster PTM terbatas untuk tingkat SMA/SMK/SLB di Jatim.

"Laporan dari para Kepala Cabang Pendidikan se-Jawa Timur untuk SMA, SMK, SLB di Jatim aman dari klaster sekolah," kata Wahid kepada detikcom, Kamis (23/9/2021).

Wahid menjelaskan tidak tertutup kemungkinan ada tenaga pendidikan serta siswa yang terpapar COVID-19. Namun, Wahid memastikan bukan klaster sekolah khususnya saat PTM terbatas.

"Guru, tenaga pendidikan, siswa secara individu pasti ada (yang terpapar COVID-19). Tapi bukan klaster sekolah saat PTM," kata Wahid.

Menurut Wahid, Dindik Jatim hanya berwenang menginput data di tingkat SMA, SMK, dan SLB. Untuk tingkat PAUD, SD, dan SMP, kewenangan ada di Dinas Pendidikan di kabupaten/kota.

  • Jakarta

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana mengatakan, pihaknya telah menelusuri Data Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud RI tentang klaster sekolah di DKI Jakarta. Data Kemendikbudristek mencatat 25 klaster COVID-19 selama pelaksanaan PTM terbatas.

Nahdiana mengatakan, data tersebut tidak menggambarkan kasus baru pasca PTM Terbatas dimulai. Sebab, lanjutnya, survei Dirjen PAUD Dikdasmen tersebut dilakukan untuk periode bulan Januari-September 2021.

Ia menambahkan, survei Dirjen PAUD Dikdasmen tersebut dilaksanakan kepada responden sekolah, bukan berdasarkan hasil surveilans Dinas Kesehatan tentang kasus positif yang ditemukan.

"Dari 25 sekolah yang dinyatakan klaster COVID-19 tersebut, hanya 2 sekolah yang termasuk dalam 610 sekolah yang mengikuti PTM Terbatas Tahap 1, dimulai pada tanggal 30 Agustus 2021, yaitu SMP Cindera Mata Indah dan SMKS Yadika 2 Jakarta," kata Nahdiana dalam laman PPID DKI Jakarta, Jumat (24/9/2021).

"Berdasarkan data di lapangan, sejak dimulai PTM Terbatas Tahap 1, tidak terdapat kasus COVID-19 di sekolah tersebut, baik dari peserta didik maupun pendidik dan tenaga kependidikan," imbuhnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia menambahkan, kasus positif dalam data Kemendikbudristek tidak ada hubungan dengan PTM Terbatas dan tidak sesuai dengan fakta yang ditemukan di lapangan.

"Kita perlu hati-hati dalam memakai istilah klaster. Definisi klaster adalah ada minimal 2 kasus dan terbukti secara epidemiologi penularannya terjadi di sekolah. Adanya beberapa kasus di sekolah dalam satu waktu tidak memastikan apakah menjadi satu klaster atau tidak, karena mayoritas kasus yang ada saat ini adalah kasus yang berdiri sendiri, bukan menjadi klaster," terangnya.

Menurut Nahdiana, yang perlu menjadi perhatian bersama dan diantisipasi yakni cara penanganan kasus positif COVID-19 saat PTM terbatas di sekolah.

Ia mengatakan, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta telah membuat standar prosedur Emergency Break dengan tracing, testing dan treatment, di samping sekolah ditutup sementara selama 3 x 24 jam untuk disinfektasi.

"Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan tes swab antigen secara berkala di sekolah-sekolah yang melakukan PTM Terbatas, untuk melihat positivity rate yang ada di sekolah," kata Nadhiana.

"Kamipun tetap mengharapkan peran serta dan kolaborasi yang efektif antara guru, kepala sekolah, komite sekolah, dan pengawas sekolah, serta orang tua dan masyarakat dalam pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat, juga pola hidup bersih dan sehat dalam pelaksanaan PTM Terbatas di sekolah, demi suksesnya implementasi PTM Terbatas di DKI Jakarta," imbuhnya.

Selanjutnya klaster sekolah COVID-19 di Jawa Tengah dan respons Kepala Daerah>>>

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia