Akibat Sekolah Daring, Anak SMP Ini Ternak Kelinci Hasilkan Jutaan Rupiah

Pradito Rida Pertana - detikEdu
Selasa, 21 Sep 2021 18:45 WIB
Genthur Rahmadhani (15)  menggendong kelinci yang diternakkannya
Foto: Pradito Rida
Gunungkidul - Banyaknya waktu luang akibat sekolah daring membuat siswa SMP di Gunungkidul, DI Yogyakarta memanfaatkan waktu luang untuk beternak kelinci. Bahkan, saat ini peternakan kelincinya berkembang dan bisa menghasilkan jutaan rupiah tiap bulannya.

Adalah Genthur Rahmadhani (15) yang memulai usahanya sejak COVID-19 mewabah di Indonesia tepatnya bulan Maret 2020. Di mana setelah itu sekolah tatap muka mulai ditiadakan dan diganti dengan sekolah secara online atau daring.

"Awalnya dulu kan cari kesibukan karena cuma belajar daring dan banyak waktu luangnya. Terus lihat di YouTube soal memelihara kelinci itu," ucapnya saat ditemui di kediamannya, Pedukuhan Banaran 9, Kalurahan Banaran, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (21/9/2021).

Selanjutnya, Genthur tertarik membeli sepasang kelinci untuk mengisi waktu luangnya. Saat itu dia membeli sepasang kelinci jenis Rex seharga Rp 600 ribu dari seseorang di Kapanewon Playen.

"Terus coba pelihara kelinci sepasang untuk mengisi waktu luang, dan lama-lama kok beranak dan ternyata dijual lewat Facebook kok laku," katanya.

Karena menghasilkan pundi-pundi rupiah, siswa kelas 3 SMP N 4 Playen Gunungkidul ini mulai menekuni cara beternak kelinci melalui YouTube. Bahkan, mulai tahun 2021 dia mulai mengalihfungsikan bangunan belakang rumahnya sebagai lokasi beternak kelinci.

"Karena saya lihat prospeknya bagus terus saya belajar di YouTube dan belajar sama peternak lain untuk mengembangbiakkan kelinci. Setelah berjalan, mulai awal 2021 itu saya membesarkan kandang di rumah belakang yang tidak dipakai ini," ujarnya.

Anak tunggal pasangan Sumanto dan Tuwisriyanti ini mengaku dalam beternak kelinci hanya seorang diri. Kendati demikian, Genthur mengaku orangtuanya sangat mendukung apa yang dilakukannya.

"Beternak sendiri saja, orangtua tidak membantu," ujarnya.

Menurutnya, beternak kelinci tidaklah sulit namun harus teliti dalam memeliharanya. Sedangkan untuk tantangan dalam beternak kelinci adalah serangan penyakit gudig dan diare pada hewan menggemaskan ini.

"Yang saya kembangkan saat ini kelinci Hayla dan NZ atau New Zealand, untuk pakan cukup pelet sama rumput kering saja. Terus kalau penyakit biasanya Gudig dan diare, itu bisa sembuh kalau disuntik dan biasanya saya suntik sendiri," katanya.

Menurutnya, beternak kelinci banyak keuntungannya. Mengingat selaian daging, urin kelinci sering dicari petani sebagai pupuk tanaman.

"Daging hingga urin kelinci bisa dimanfaatkan, kalau daging dikonsumsi dan kalau urinnya untuk pupuk tanaman. Biasanya kalau urin kelinci saya jual ke petani, perliter harganya Rp 5 ribu," ucapnya.

Menyoal penghasilannya dari beternak kelinci, Genthur mengaku bisa untuk membeli barang-barang yang dia inginkan tanpa harus meminta kepada orangtuanya. Terkait penjualan kelincinya, dia hanya memanfaatkan media sosial (medsos).

"Penghasilan dari beternak kelinci lumayan, bisa buat beli Hp dan motor. Kalau jualnya biasanya saya jual lewat online di Facebook Genthur Rahmadhani dan untuk yang pedaging diambil pengepul ke sini (rumahnya) biasanya," ucapnya.

Pasalnya, dalam 2 sampai 3 bulan kelincinya akan beranak dan dari situlah dia mulai mendapatkan keuntungan dari beternak kelinci. Menyoal omzet, remaja murah senyum ini mengaku bisa mencapai belasan juta rupiah.

"Sekali panen kalau pedaging 50 ekor Rp 8 jutaan, kalau betina 50 ekor Rp 12 juta ke atas. Untuk waktu panen kalau betina 2 bulan dan jantan 3 bulan," ucapnya.

"Karena untuk kelinci betina minim harus berbobot 1,3 kilogram kalau jantan 2 kilogram untuk bisa dijual. Dipasarkannya secara online dan untuk dagingnya itu biasanya ada pengepul dari Magelang," imbuh Genthur.

Saat ini, kata Genthur, dia sudah memiliki indukan kelinci sebanyak 25 ekor dan anakan kelinci 90 ekor. Ke depannya dia akan terus mengembangkan peternakan kelincinya untuk memiliki ratusan indukan.

"Sekarang saya punya indukan 25 ekor dan anakan sekitar 90 ekor. Harapannya apa yang saya lakukan bisa terus berkembang dan ke depannya bisa punya 100 induk, syukur-syukur bisa lebih," ujarnya disusul tawa.

Simak Video "PTM Perdana di Rembang Setelah Hampir 2 Tahun Belajar Daring"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia