2.390 Peserta Lulus Jadi Guru Penggerak Angkatan I, Ini Pesan Kemdikbud

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 15 Sep 2021 15:00 WIB
Guru Penggerak angkatan pertama
Foto: Doc. kemdikbud.go.id
Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah menutup Program Guru Penggerak angkatan pertama. Sebanyak 2.390 dari total 2.460 peserta dinyatakan lulus sebagai guru penggerak.


Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Direktur PPP GTK Kemdikbud, Dr. Praptono, M.Ed, dalam acara Penutupan Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 1 yang disiarkan secara virtual.


"Program pendidikan guru penggerak angkatan 1 diikuti oleh 2.460 peserta. Dalam perjalanannya, sebanyak 59 peserta telah mengundurkan diri karena berbagai macam alasan antara lain karena yang bersangkutan mengikuti latihan dasar PNS, PPG, dan mengikuti kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan. Pada akhirnya berdasarkan kriteria kelulusan, keputusan DITGK No.1917/B.B1/HK.01.01/2021 tentang pedoman pendidikan guru penggerak, maka telah ditetapkan sebanyak 2.390 peserta dinyatakan lulus sebagai guru penggerak," katanya dalam penyampaian laporan via Youtube Ditjen GTK Kemdikbud RI, Rabu (15/9).


Program pendidikan guru penggerak ini merupakan kebijakan merdeka belajar episode kelima. Untuk angkatan pertama ini, pendidikan telah dimulai sejak tanggal 15 oktober 2020 dan peserta telah menyelesaikan masa pendidikan selama 9 bulan serta berakhir pada tanggal 28 agustus 2021.


Menurut Dr. Praptono, selama masa pendidikan tersebut, seluruh peserta telah menyelesaikan tiga paket modul yang terdiri dari 10 modul.


"Paket modul pertama adalah tentang paradigma dan visi guru penggerak, paket modul kedua tentang praktik pembelajaran yang berpihak pada anak, dan paket modul ketiga adalah pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sekolah," tuturnya.


Adapun 10 modul yang dipelajari oleh seluruh peserta guru penggerak sampai menjadi aksi nyata antara lain:


- Refleksi filosofi pendidikan nasional

- Nilai

- Peran guru penggerak

- Visi guru penggerak

- Budaya positif pembelajaran berdiferensiasi

- Pembelajaran sosial dan emosional

- Coaching

- Pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran

- Pemimpin dalam pengelolaan sumber daya

- Pengelolaan program yang berdampak pada murid.


"Pada akhirnya saya ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim yang berpartisipasi dalam program pendidikan guru penggerak angkatan 1. Kepada para bapak ibu guru yang dinyatakan lulus, selamat bekerja memberikan pengabdian yang terbaik untuk kemajuan pendidikan nasional," pungkas Dr. Praptono.


Dalam kesempatan yang sama, Dr. Iwan Syahril, Ph.D, Direktur Jenderal GTK, juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat program pendidikan guru penggerak angkatan pertama.


"Program pendidikan guru penggerak angkatan pertama yang sudah panjang perjalanannya kini sudah mencapai titik akhir. Saya menyampaikan apresiasi yangs setinggi-tingginya yang terlibat dalam pendidikan guru penggerak angkatan pertama mulai dari kepala daerah, kepala dinas, dan semua tim yang terlibat," katanya.


Iwan menjelaskan, sejak diluncurkan di bulan Juli 2020, program ini memiliki tujuan mencetak para pemimpin-pemimpin pembelajaran serta generasi baru kepemimpinan pendidikan di Indonesia.


Program ini juga memiliki tujuan agar terus menghidupkan kembali pemikiran-pemikiran pendidikan Indonesia utamanya filosofi dari Ki Hajar Dewantara di ruang-ruang kelas Indonesia. Hal itu berguna untuk membangun ekosistem pendidikan yang merdeka belajar dan selalu berpihak pada murid.


"Saya yakin dan percaya proses yang dilalui calon guru penggerak selama mengikuti pendidikan guru penggerak ini sangat tidak mudah dan perlu perjuangan. Belajar melalui LMS mengeksplorasi konsep, diskusi kelompok, berdampingan membuat aksi nyata, dan berbagai karya sampai juga membuat komunitas," tambahnya.


Iwan juga mengatakan bahwa melalui pendidikan guru penggerak, calon guru diharapkan untuk bisa menciptakan pembelajaran yang menumbuhkan semangat siswa, menguatkan mimpi-mimpi anak, membuat hari-hari mereka semakin bahagia, dan berwarna, serta menuntun anak Indonesia menjadi generasi penerus pewaris-pewaris bangsa terdahulu.


"Kini perjalanan guru penggerak baru akan dimulai. Guru penggerak akan menjadi penggerak perubahan, pemimpin-pemimpin pendidikan Indonesia," pesannya.



Simak Video "Melihat Kesibukan Orang Tua Siswa di Meksiko Belanja Peralatan Sekolah"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia