117 Ribu Sekolah Sudah Lakukan PTM Terbatas, Kemendikburistek Ingatkan Hal Ini

Fahri Zulfikar - detikEdu
Senin, 13 Sep 2021 15:45 WIB
Nadiem Makarim tinjau sekolah tatap muka (PTM) terbatas di Jakarta Timur
Foto: Dok. Kemendikbudristek
Jakarta - Pemerintah terus mendorong Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang sudah mulai digelar sejak 30 Agustus 2021 lalu. Terutama pada wilayah zona Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1-3.

Dalam Dialog Produktif Kabar Perkembangan Sekolah Tatap Muka beberapa waktu lalu, Direktur Sekolah Dasar, Kemendikbud Ristek, Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd., menjelaskan jumlah sekolah yang melaksanakan PTM terbatas saat ini terus meningkat.

"Dari total 435.650 sekolah jenjang SD sampai SMA di Indonesia, sebanyak 27,17 persen di antaranya sudah menggelar PTM terbatas. Artinya, sekitar 117 ribu satuan pendidikan sudah membuka sekolah," jelasnya seperti dikutip detikEdu dari laman ditpsd.kemdikbud.go.id, Senin (13/9).

Data tersebut dihimpun hingga 4 September lalu dengan rincian 7,17% sekolah sudah menjalankan pembelajaran tatap muka terbatas secara nasional. Sedangkan sisanya 72,83% masih melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

Menurut Ning, sapaan akrab Sri Wahyuningsih, PTM terbatas harus mengikuti ketentuan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri.

Mulai dari pengisian daftar periksa, pengaturan jarak di kelas hingga ketersediaan sarana dan prasarana sanitasi. Ning, juga mengingatkan bahwa PTM ini harus betul-betul dilakukan secara terbatas.

"Saat ini kita masih ada di masa pandemi, tentunya menindaklanjuti arahan Presiden (Jokowi) dan SKB 4 Menteri serta Inmendagri tentang PPKM. Maka untuk daerah level 1-3 didorong untuk melaksanakan PTM terbatas dengan mengacu kepada SKB 4 menteri," tuturnya.

Ning juga mengimbau kepada putra-putri didik yang masih melaksanakan pembelajaran jarak jauh untuk tetap belajar dari rumah. Pihak sekolah juga tetap harus mendorong dan memberikan pembelajaran yang optimal dan maksimal.

Menurutnya, semua murid yang hendak sekolah tatap muka perlu mendapatkan izin dari orang tua. Apabila belum ada izin dari orang tua, maka diperkenankan untuk tetap melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"PTM ini berangkat dari izin orang tua. Jadi mereka tetap belajar dari rumah. Sekolah juga kami dorong untuk tetap optimal memberikan fasilitas belajar mengajar yang orang tuanya masih meminta putra-putrinya belajar di rumah," terangnya lebih lanjut.

Sementara itu, untuk memastikan PTM terimplementasi dengan baik, berbagai upaya sudah dilaksanakan. Salah satunya sosialisasi secara berjenjang melalui pemerintah daerah.

Sosialisasi ini dilakukan secara bertahap kepada dinas kabupaten/kota bagi pengelolaan pendidikan dalam jenjang pendidikan dasar PAUD, SD, dan SMP. SMA, SMK, dan SLB dalam kewenangan dinas pendidikan provinsi, satuan pendidikan hingga ke satuan masyarakat.

"Saya yakin sudah masif diinformasikan bagaimana prosedur pembelajaran tatap muka terbatas sampai ke kesatuan pendidikan. Itu harus disiapkan dengan mengacu pada SKB 4 menteri dan juga berpedoman kepada instruksi Menteri Dalam Negeri terkait PPKM," imbuhnya.

Selain itu, pada era digital ini sosialisasi juga telah dilakukan secara masif menggunakan berbagai platform digital.

Format sosialisasi dan berbagai kebijakan pun telah dilakukan pemerintah melalui website yang ada di seluruh jenjang satuan pendidikan direktorat. Pemerintah juga menyediakan banyak laman-laman yang bisa diakses.

"Bagaimana kita semua serentak gerak menyosialisasikan kebijakan pemerintah, khususnya persiapan pembelajaran tatap muka terbatas di masa pandemi," pungkasnya.

Simak Video "Bekali Anak dengan 'Alat Perang' saat Sekolah Tatap Muka"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia