Nadiem Ungkap Dampak PJJ dan Berikan Tips untuk Orang Tua

Anatasia Anjani - detikEdu
Sabtu, 04 Sep 2021 16:01 WIB
Mendikbud Nadiem Makariem melakukan rapat kerja dengan Komisi X DRI. Rapat tersebut membahas perkembangan program 1 juta PPPK Tahun 2021.
Foto: Rengga Sencaya/Nadiem Ungkap Dampak PJJ dan Berikan Tips untuk Orang Tua
Jakarta - Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makariem mengungkapkan jika Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akan berdampak buruk bagi anak. Sehingga, persoalan ini tidak boleh diremehkan.

"Yang penting adalah kesehatan mental dan psikis. Jangan pernah meremehkan dampak kesepian atau tidak adanya interaksi secara fisik dengan teman dan guru. Ini merupakan dampak mental secara permanen dan serius sekali," papar Nadiem dalam wawancara Chat Room di CNN, Jumat (3/9/2021).

Ia menjelaskan jika persoalan ini dibiarkan akan menyebabkan depresi hingga berbagai macam kekerasan domestik meningkat. Dan yang lebih menyeramkan, angka putus sekolah juga bertambah. Ini harus kita pastikan agar tidak terjadi generation loss di dalam generasi ini.

"Protokol kesehatan juga sudah diatur. Orang tua juga harus menjadi polisi dengan meminta kepada sekolah untuk memastikan prokes terjadi. Sudah saatnya memberikan kesempatan anak-anak kita untuk belajar hidup dengan pandemi," ujar Nadiem.

"Karena kita tidak bisa menutup sekolah lebih lama lagi. Sudah cukup kritis, tidak ada alasan lebih penting untuk membuka sekolah," sambung Nadiem.

Nadiem juga membagikan tips kepada orang tua untuk membangun hubungan dengan anak selama masa PJJ. Adapun, cara yang dilakukan dengan memperbaiki koneksi dengan anak.

"Ini memang masa yang sangat menantang. Jadi ada berbagai macam masalah. Cara saya melewati masa-masa yang tegang ini adalah koneksi batin antara anak kita dan kita harus cukup kuat. Jangan terjadi friksi dan perkelahian di dalam rumah," tutur Nadiem.

Selanjutnya adalah memastikan kesehatan fisik karena mental dan fisik berkaitan. Ia mencontohkan dengan melakukan olahraga, meditasi, puasa, dan kegiatan spiritual. Sedangkan yang ketiga adalah untuk tidak terlalu khawatir sebagai orang tua yang tidak mengerti semua aspek pembelajaran.

Kita bukan menjadi guru yang luar biasa tetapi memiliki koneksi antara kita dengan anak-anak kita.

"Jadi kita memiliki koneksi emosional bahwa kita hadir, mendengarkan dia, dan selalu berdiri di samping dia. No matter what. Sehingga anak-anak kita merasa aman. Kunci dari ini adalah peranan ayah juga tidak hanya ibu," ujar Nadiem.

Nadiem juga berpesan agar orang tua harus membantu menjaga pembelajaran tatap muka dengan memonitor sekolah.

"Ini tugasnya masyarakat untuk memonitor karena ini tugas anak-anak mereka. Jadi saya minta orang tua untuk menjadi pengawas bahwa sekolah benar-benar menerapkan prokes agar PJJ tidak terlalu lama," tutup Nadiem



Simak Video "Yang Dikhawatirkan dari Sekolah Online"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia