Sekolah Tatap Muka Digelar, KPAI Minta Percepatan Vaksinasi Anak

Tim detikcom - detikEdu
Senin, 30 Agu 2021 18:45 WIB
Pelajar antusias mengikuti vaksinasi di salah satu SMP Kota Serang
KPAI meminta vaksinasi anak dipercepat untuk menggelar sekolah tatap muka (Foto ilustrasi : Bahtiar Rifa'i)
Jakarta -

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan mendukung sekolah tatap muka digelar di tengah pandemi COVID-19. Salah satu syaratnya minimal 70 persen warga sekolah telah mendapatkan vaksinasi untuk mencapai kekebalan komunitas.

Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan kekebalan komunitas belum terbentuk jika hanya guru saja yang divaksin. Pasalnya jumlah guru hanya sekitar 10 persen dari jumlah siswa.

"KPAI mendorong pemerintah pusat memastikan percepatan dan penyediaan vaksinasi anak merata di seluruh Indonesia," ujar Retno dalam keterangannya Senin, (30/8/2021).

Menurut Retno, dari hasil survei KPAI pada 3-9 Agustus 2021 menemukan fakta, anak-anak yang belum divaksin menyatakan belum mendapatkan kesempatan vaksinasi di daerahnya.

Retno menyebut data survei menunjukkan bahwa dari 86.286 responden menyatakan kesediaannya untuk divaksin dengan angka capaian hingga 88 persen, sedangkan yang ragu-ragu ada 9 persen, dan yang menolak divaksin hanya sekitar 3 persen.

"Namun, dari yang menyatakan bersedia mendapatkan vaksinasi baru 36 persen yang sudah beruntung mendapatkan vaksin, sedangkan 64 persen diantaranya belum divaksin," katanya.

Dari jumlah 64 persen yang belum divaksin tersebut, 57 persen responden menyatakan belum divaksin karena belum berkesempatan mendapatkan vaksin. Menurut Retno, data ini menggambarkan bahwa ada persoalan vaksinasi anak yang belum merata di berbagai daerah di Indonesia.

Selain soal vaksinasi anak, Retno melanjutkan untuk menggelar belajar tatap muka, sekolah harus memastikan sudah memenuhi segala syarat dan kebutuhan penyelenggaraan PTM terbatas.

Termasuk memastikan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19 dapat terpenuhi. Jika belum terpenuhi, menurut Retno pemerintah daerah harus turut membantu.

Retno juga menyampaikan perlu ada pemetaan materi tiap mata pelajaran karena pembelajaran tatap muka dan pembelajaran jarak jauh digelar beriringan.

"Materi mudah dan sedang diberikan di PJJ dengan bantuan modul, dan materi yang sulit disapaikan saat PTM, agar ada interaksi dan dialog langsung antara peserta didik dengan pendidik," ujar Retno.



Simak Video "Tingkah Lucu Siswa SD PTM di Parepare, Nangis-Tak Tahu Guru"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia